Array

Apa Beda Uberjek dengan Pesaingnya, Gojek dan Grab Bike?

Minggu, 15 Mei 2016 | 18:34 WIB
Apa Beda Uberjek dengan Pesaingnya, Gojek dan Grab Bike?
Peluncuran Uberjek [suara.com/Erick Tanjung]
Apa yang ditawarkan pendatang baru ojek berbasis aplikasi online, Uberjek, kepada mitra atau pengojek, dibandingkan pesaing di ceruk yang sama, Gojek dan Grab Bike.

CEO Uberjek Aris Wahyudi mengatakan perusahaannya mengelola bisnis dengan konsep share sharing. Yakni, saling menguntungkan antara perusahaan, mitra (rider), dan penumpang.

"Share‎ sharing adalah pembagian saham perusahaan antara pemegang saham, mitra (rider) dan penumpang. Rencananya 30 persen saham PT. Uberjek nantinya akan diberikan kepada mitra dan penumpang, yakni lima persen untuk rider, lima persen untuk driver dan 20 persen untuk penumpang," kata Aris dalam konferensi pers di kantor Sekretariat Ikatan Alumni Program Habibie, gedung H. M. Suseno, Jalan R. P. Suroso, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (15/5/2016).
 
Ide yang mendasari lahirnya konsep share sharing ialah selama ini startup company selalu didirikan sebagai perusahaan kapitalis dengan tujuannya 100 persen untuk membuat pemiliknya kaya dari penjualan saham. Beda dengan konsep Uberjek yang mereka sebut sebagai perusahaan shodaqoh.

"Konsep baru ini akan membuat masyarakat berperan aktif dalam membesarkan Uberjek, maka kami yakin tahun 2018 Uberjek sudah menjadi perusahaan kelas unicorn, yang mana valuasinya Rp15 triliun dengan kurs pada tahun itu. Dengan nilai tersebut, maka 30 persen saham akan kami jual untuk diberikan, yakni 50 ribu unit sepeda motor Yamaha Mio untuk rider. Kemudian 50 ribu DP (down payment) mobil baru untuk driver dan tujuh juta unit handphone Android," kata dia.

Aris mengungkapkan saat ini rider Uberjek sudah ada sekitar 2.200 orang. Mereka akan beroperasi mulai besok, Senin (16/5/2016) di 30 kota, khususnya Jakarta.
Uberjek, katanya, berbeda dengan Ubertaxi yang dimiliki investor asing. Uberjek merupakan karya anak bangsa‎ yang didirikan Ikatan Alumni Program Habibie. Ikatan ini merupakan generasi muda yang mendapatkan beasiswa untuk belajar di luar negeri ketika B. J. Habibie masih menjabat menteri perindustrian di era Orde Baru.

Kini generasi tersebut rata-rata sudah berusia 40-an tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI