Rombak Jajaran Satpol PP, Ahok: Banyak Cadangan Lagi Ikut Tes

Pebriansyah Ariefana | Agung Sandy Lesmana | Suara.com

Rabu, 18 Mei 2016 | 16:43 WIB
Rombak Jajaran Satpol PP, Ahok: Banyak Cadangan Lagi Ikut Tes
Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat memimpin apel besar dalam Rangka HUT Satpol PP ke-66, Di Silang Monas, Jakarta, Rabu (13/4). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Tak hanya akan mencopot sejumlah lurah dan camat dari jajarannya. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga berencana merombak jajaran struktur Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) lantaran diduga telah membuat laporan palsu terkait penertiban lokasi di Jakarta agar dianggap serius bekerja.

Dikatakan Ahok, untuk melakukan perombakan tersebut, pihaknya masih melakukan sejumlah tes agar bisa mengganti oknum Satpol PP yang kerap melakukan kecurangan.

"Ya kita lagi suruh kepala, baru beresin wilayahnya nanti, kan cadangan masih tes," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (18/5/2016).

Ahok mengklaim masih mengantongi banyak nama-nama yang dipastikan akan segera menduduki posisi strategis di jajaran Satpol PP.

"Saya kalau mau geser orang kan mesti ada stok, nah stok nya masih test nih seribu lebih," kata dia.

Sebelumnya, Ahok berencana melakukan perombakan pejabat di lingkungan DKI. Target Ahok untuk merombak jajaran bawahannya itu diantaranya yakni pejabat setingjat Kepala Suku Dinas, Camat dan Lurah. Nantinya rencana perombakkan tersebut akan dilakukan setelah diumumkannya hasil tes para pegawai negeri sipil (PNS) terkait penaikkan jabatan pada Juni 2016 mendatang.

"Mungkin Juni akan cuci gudang semua. Oknum lurah ada, camat ada, Kasi ada, Kasudin juga ada," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (16/5/2016).

Alasan Ahok mengganti sejumlah pejabat DKI bukan tanpa sebab. Perombakan dilakukan terutama terhadap para pejabat yang diduga melakukan praktik korupsi.

Mantan Bupati Belitung Timur itu mencontohkan adanya adanya PNS yang sebagai pengawas memintai uang setoran kepada petugas harian lepas (PHL) sebesar Rp1 juta.

Menurutnya uang setoran tersebut yang berasal dari PHL diduga diterima sejumlah PNS yang berada di Dinas Kebersihan dan Dinas Pertamanan dan Pemakaman.

Selain itu, Ahok juga menyoroti adanya dugaan pejabat di DKI memperkerjakan orang lain untuk diangkat sebagai pengawas PHL. Kata Ahok, pihak yang ditugaskan sebagai pengawas PHL diambil dari anggota LSM.

"Kalau kayak gitu buat apa ada PNS begitu banyak. Kami menarik PHL atau PPSU kan karena PNS tidak mungkin bersih-bersih got. Tapi bukan berarti PNS tidak mau lakukan pengawasan," kata Ahok.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kalijodo, Ahok: yang Pasti, Pakai Kata Barter Itu Nggak Betul!

Kalijodo, Ahok: yang Pasti, Pakai Kata Barter Itu Nggak Betul!

News | Rabu, 18 Mei 2016 | 15:58 WIB

Sisir Ciliwung, Ahok Temukan Tebing Batu Cadas di Condet

Sisir Ciliwung, Ahok Temukan Tebing Batu Cadas di Condet

News | Rabu, 18 Mei 2016 | 14:22 WIB

Alasan Ahok Proyek Normalisasi Ciliwung Lambat

Alasan Ahok Proyek Normalisasi Ciliwung Lambat

News | Rabu, 18 Mei 2016 | 13:08 WIB

Ahok: Kader Golkar dan Megawati Sudah Dukung, Tapi Partai Belum

Ahok: Kader Golkar dan Megawati Sudah Dukung, Tapi Partai Belum

News | Rabu, 18 Mei 2016 | 12:43 WIB

Ahok Sindir Aktivis Penolak Reklamasi Teluk Jakarta

Ahok Sindir Aktivis Penolak Reklamasi Teluk Jakarta

News | Rabu, 18 Mei 2016 | 10:51 WIB

Susur Kali Ciliwung, Ahok Sapa Warga Kampung Pulo

Susur Kali Ciliwung, Ahok Sapa Warga Kampung Pulo

News | Rabu, 18 Mei 2016 | 10:21 WIB

Golkar Evaluasi Ahok Sebelum Berikan Dukungan

Golkar Evaluasi Ahok Sebelum Berikan Dukungan

News | Rabu, 18 Mei 2016 | 04:14 WIB

Jakarta Dapat Tambahan Lahan 5,1 Hektare dari Bekasi

Jakarta Dapat Tambahan Lahan 5,1 Hektare dari Bekasi

News | Rabu, 18 Mei 2016 | 03:49 WIB

Yusril: Saya Jadi Orang Sabar, Ahok Nggak Sabaran

Yusril: Saya Jadi Orang Sabar, Ahok Nggak Sabaran

News | Selasa, 17 Mei 2016 | 17:23 WIB

Jakarta Dapat Tambahan Wilayah 5 Hektare dari Bekasi

Jakarta Dapat Tambahan Wilayah 5 Hektare dari Bekasi

News | Selasa, 17 Mei 2016 | 16:54 WIB

Terkini

Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998

Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:10 WIB

Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen

Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:09 WIB

Geger! Bau Menyengat di Pinang Ranti Ternyata Jasad Lansia Sebatang Kara

Geger! Bau Menyengat di Pinang Ranti Ternyata Jasad Lansia Sebatang Kara

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:07 WIB

Jaksa Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Chromebook!

Jaksa Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Chromebook!

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:04 WIB

Menhub Absen Karena Sakit, DPR Tunda Rapat Bahas Rentetan Kecelakaan Kereta Api Bekasi Timur

Menhub Absen Karena Sakit, DPR Tunda Rapat Bahas Rentetan Kecelakaan Kereta Api Bekasi Timur

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:02 WIB

Kejagung Mulai Selidiki Dugaan Pengurusan Perkara yang Menyeret Aspidum Kejati Sumsel

Kejagung Mulai Selidiki Dugaan Pengurusan Perkara yang Menyeret Aspidum Kejati Sumsel

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:58 WIB

Peringati Tragedi Mei 1998, Komnas Perempuan Ingatkan Sejarah Kelam Kekerasan Seksual Massal

Peringati Tragedi Mei 1998, Komnas Perempuan Ingatkan Sejarah Kelam Kekerasan Seksual Massal

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:52 WIB

Pemilahan Sampah di Jakarta Dinilai Butuh Sistem Data yang Lebih Terbuka, Mengapa?

Pemilahan Sampah di Jakarta Dinilai Butuh Sistem Data yang Lebih Terbuka, Mengapa?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:52 WIB

Jakarta Barat Dikepung Dua Proyek Besar, Arus Daan Mogot dan Latumenten Direkayasa

Jakarta Barat Dikepung Dua Proyek Besar, Arus Daan Mogot dan Latumenten Direkayasa

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:43 WIB

Anggota DPR Kecewa Menhub Absen Rapat Kecelakaan Maut: Yang Punya Gawe Kok Nggak Hadir?

Anggota DPR Kecewa Menhub Absen Rapat Kecelakaan Maut: Yang Punya Gawe Kok Nggak Hadir?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:32 WIB