Bripka Seladi, Polisi Pemulung Tak Tergoda Suap di Lahan 'Basah'

Suwarjono | Suara.com

Selasa, 24 Mei 2016 | 10:03 WIB
Bripka Seladi, Polisi Pemulung Tak Tergoda Suap di Lahan 'Basah'
Kapolres Kota Malang AKBP Decky Hendarsono dan Brigadir Polisi Kepala Seladi [suara.com/Dian Rosmala]

Ditanya alasannya memilih menjadi pemulung dibanding pekerjaan lainnya, polisi kelahiran 21 Februari itu mengaku pemulung bukanlah pekerjaan yang merugikan orang lain, bahkan Seladi mengaku tak merasa malu jika harus mengumpulkan sampah dari masyarakat. "Saya memilah barang yang sudah dibuang orang sehingga tidak akan merugikan orang lain," tuturnya.

Memilih pekerjaan sampingan sebagai pemulung dilakoni bapak tiga anak tersebut sejak tahun 2004 silam. Dari hasil memilah sampah, Bripka Seladi bisa mendapatkan penghasilan antara Rp50 ribu hingga Rp75 ribu per hari. "Semakin kita bekerja keras mengumpulkan dan memilah sampah, semakin banyak uang yang dihasilkan, yang penting halal. Bagi saya, uang tidak halal tidak akan membawa berkah," kata pria yang menjadi polisi sejak 1977 ini.

Awalnya, Seladi hanya memulung sampah di kawasan Polres Malang Kota. Namun, saat mulai ada orang lain mengambil sampah di sana, Seladi bergeser ke tempat lain. Ia terus memulung ke sejumlah lokasi di Kota Malang. Akhirnya, ia fokus memulung sampah kereta di Stasiun Kotabaru Malang. Ia menganggap rezeki itu sudah sangat berlimpah, itu pun sudah kewalahan menanganinya. Padahal, ia telah dibantu oleh anak dan dua pekerjanya.

Keterlibatan anak dan keluarganya, bukan karena ingin mempekerjakan anak, tetapi bertujuan untuk mendidik anaknya mengenai makna kerja keras dan nilai kejujuran. "Saya mengajari anak saya untuk mau bekerja keras agar mendapatkan uang. Kerja itu berat. Mencari rezeki tidak gampang. Makanya, saya ajari anak bekerja keras seperti ini. Ini rezeki berlimpah, tetapi banyak orang enggan menyentuhnya," ucapnya.

Untuk memilah sampah yang sudah dikumpulkannya bersama anak dan istrinya, Seladi tidak perlu jauh-jauh, karena lokasi "gudang"-nya itu tidak jauh dari kantor SIM , sekitar 200 meter. Rumah kosong itu milik kenalan Seladi yang diperbolehkan sebagai tempat penampungan sampah.

Semua sampah itu dari stasiun yang berasal dari setiap kereta yang berhenti di Stasiun Kotabaru Malang. Beberapa dari sampah itu masih ada yang bisa dijual, seperti plastik, kertas, atau kemasan makanan. "Banyak orang beranggapan sampah ini tidak ada gunanya, tetapi bagi saya ini adalah rezeki luar biasa yang diberikan Tuhan," ucapnya.

Pekerjaan sampingan Seladi sebagai seorang pemulung tidak membuat anak-anak maupun istrinya malu. Bahkan, dari pekerjaan sampingan, selain sebagai seorang polisi tersebut, Seladi mampu menyekolahkan anak-anaknya. Anak pertamanya saat ini sudah bekerja di RSI Unisma Malang. Anak keduanya, Rizal Dimas Wicaksono (20), lulus D-2 Teknik Informatika Universitas Negeri Malang dan anak ketiganya masih duduk di bangku kelas II SMA.

Anak kedua Seladi, Dimas juga berkeinginan untuk menggantikan profesi ayahnya sebagai seorang polisi dan saat ini sedang berjuang untuk bisa masuk menjadi polisi. "Sebagai seorang polisi mungkin saya tidak banyak uang, tetapi saya sudah cukup bahagia dengan keberadaan anak-anak dan istri saya yang mau menerima apa adanya. Kejujuran tetap harus kami pegang teguh, itu juga yang membuat kami bahagia," ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bripka Seladi, Polisi Jujur yang Kendaraan Dinasnya Sepeda Onthel

Bripka Seladi, Polisi Jujur yang Kendaraan Dinasnya Sepeda Onthel

News | Senin, 23 Mei 2016 | 19:11 WIB

Anggota DPR Sumbang Gaji 8 Bulan Buat Bripka Seladi yang Jujur

Anggota DPR Sumbang Gaji 8 Bulan Buat Bripka Seladi yang Jujur

News | Senin, 23 Mei 2016 | 18:43 WIB

Bripka Seladi: Saya Jalankan Sesuai Perintah Kapolres Saja

Bripka Seladi: Saya Jalankan Sesuai Perintah Kapolres Saja

News | Senin, 23 Mei 2016 | 18:33 WIB

Bripka Seladi Nyambi Jadi Pemulung, Sering Dimarahi Istri

Bripka Seladi Nyambi Jadi Pemulung, Sering Dimarahi Istri

News | Senin, 23 Mei 2016 | 16:06 WIB

Terkini

DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu

DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:53 WIB

Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?

Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang

Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:44 WIB

Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2

Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:37 WIB

Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius

Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:33 WIB

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:30 WIB

Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari

Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:25 WIB

Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu

Anggota BPK Haerul Saleh Tewas Terjebak Kebakaran di Rumahnya, Jenazah Dbawa ke RSUD Pasar Minggu

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:23 WIB

Bak Bumi dan Langit! Sepanjang 2025, Kasus Korupsi di Singapura Hanya 68, Indonesia 439

Bak Bumi dan Langit! Sepanjang 2025, Kasus Korupsi di Singapura Hanya 68, Indonesia 439

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:21 WIB

Terkejut Dengar Kabar Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Rumah, Habiburokhman: Beliau Sahabat Saya

Terkejut Dengar Kabar Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Rumah, Habiburokhman: Beliau Sahabat Saya

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:14 WIB