Heboh Penemuan 40 Mayat Bayi Harimau di "Freezer" Kuil Thailand

Ruben Setiawan | Suara.com

Rabu, 01 Juni 2016 | 20:41 WIB
Heboh Penemuan 40 Mayat Bayi Harimau di "Freezer" Kuil Thailand
Empat puluh mayat bayi harimau dan binturong yang ditemukan dalam lemari es kuil Thailand, (1/6). (Reuters)

Suara.com - Otoritas perlindungan satwa liar Thailand menemukan bangkai 40 ekor bayi harimau di dalam sebuah "freezer" (lemari pendingin) kuil terkenal Thailand, Tiger Temple, hari Rabu (1/6/2016). Mayat-mayat bayi harimau tersebut ditemukan saat mereka mengevakuasi satwa-satwa yang tinggal di kuil tersebut.

Kuil Buddha yang terletak di Provinsi Kanchanaburi itu selama ini menjadi salah satu tujuan wisata di mana para turis bisa berfoto selfie bersama bayi-bayi harimau yang minum dari botol susu.

Namun, belakangan, pihak berwajib menggelar penyelidikan terhadap dugaan penyelundupan hewan liar. Penggeledahan dilakukan sejak hari Senin awal pekan ini.

Menurut ilmu pengobatan tradisional Cina, beberapa bagian tubuh harimau diyakini memiliki khasiat bagi kesehatan manusia.

Mayat 40 harimau tersebut ditemukan di sebuah lemari pendingin di bagian dapur kuil, demikian dikatakan wakil direktur jenderal Departemen Taman Nasional Thailand Adisom Nuchdamrong.

"Para relawan asing di kuil pada hari ini mengatakan pada kami mengenai hal tersebut dan menunjukkan kami lemari pendingin tersebut. Mungkin mereka merasa bahwa apa yang dilakukan pengelola kuil tidak tepat," kata Adisom.

"Mungkin ada tujuan tertentu dari kuil mengapa mayat-mayat bayi harimau tersebut disimpan," sambungnya. "Tapi untuk apa, saya tidak tahu," ujar Adisom.



Para petugas yang mengenakan masker penutup wajah memperlihatkan temuan bangkai harimau tersebut kepada media di kuil. Ditemukan pula mayat Binturong, sejenis hewan dilindungi di antara mayat bayi harimau.

Pihak kuil, dalam komentar yang diunggah ke laman resmi Facebooknya mengatakan, otoritas perlindungan satwa liar sudah mengetahui soal keberadaan mayat harimau di dalam lemari pendingin. Mayat-mayat tersebut merupakan bayi harimau yang memang sudah mati. Alih-alih dikremasi, mayat-mayat tersebut disimpan di dalam lemari pendingin atas arahan dari seorang dokter hewan yang pernah bekerja di kuil tersebut.



Namun, Adisom mengaku pihaknya belum mengetahui soal keberadaan mayat-mayat bayi harimau itu. Selama ini, kata Adisom, mereka hanya diberitahu soal harimau dewasa yang mati, tapi bukan bayi harimau.

"Pihak kuil memberitahu kami ketika harimau dewasa mati, tapi tidak soal bayi harimau mati," lanjut Adisom.

Sejak Senin, otoritas terkait sudah mengevakuasi 61 ekor harimau dari kuil tersebut. Sementara itu, 76 ekor harimau lainnya masih berada di kuil.

Thailand sudah lama menjadi pusat penyelundupan hewan langka dan hasil hutan ilegal, seperti gading gajah. Burung-burung, mamalia, dan reptil eksotis, di mana sebagian diantaranya adalah spesies langka, mudah ditemui di pasar-pasar.

"Sudah jelas bahwa kesehatan para harimau tidak menjadi prioritas dan kehidupan mereka dieksploitasi untuk menghibur para wisatawan," sebut Penasihat Asia-Pacific Wildlife di World Animal Protection, Jan Schmidt. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Novel Man Tiger, Misteri Pembunuhan Anwar Sadat dan Labirin Pengkhianatan

Novel Man Tiger, Misteri Pembunuhan Anwar Sadat dan Labirin Pengkhianatan

Your Say | Minggu, 22 Maret 2026 | 18:15 WIB

Bayaran Darah Loreng Perak

Bayaran Darah Loreng Perak

Your Say | Kamis, 12 Februari 2026 | 11:05 WIB

Di Tengah Penangguhan Sanksi FIFA, Klub Malaysia Datangkan Pemain Naturalisasi Harimau Malaya

Di Tengah Penangguhan Sanksi FIFA, Klub Malaysia Datangkan Pemain Naturalisasi Harimau Malaya

Bola | Selasa, 10 Februari 2026 | 14:46 WIB

Analisis Konflik Batin dan Kekerasan Seksual dalam Novel Lelaki Harimau Eka Kurniawan

Analisis Konflik Batin dan Kekerasan Seksual dalam Novel Lelaki Harimau Eka Kurniawan

Your Say | Senin, 12 Januari 2026 | 15:20 WIB

Ulasan Novel Lelaki Harimau: Kekerasan Rumah Tangga hingga Trauma Generasi

Ulasan Novel Lelaki Harimau: Kekerasan Rumah Tangga hingga Trauma Generasi

Your Say | Jum'at, 02 Januari 2026 | 09:55 WIB

Imbas Kelakuan 'PSSI' Malaysia, Harimau Malaya Bisa Terjungkal ke Titik Terendah

Imbas Kelakuan 'PSSI' Malaysia, Harimau Malaya Bisa Terjungkal ke Titik Terendah

Bola | Kamis, 18 Desember 2025 | 11:05 WIB

Pramono Anung Tinjau Ragunan Usai Viral Harimau Kurus

Pramono Anung Tinjau Ragunan Usai Viral Harimau Kurus

Foto | Kamis, 20 November 2025 | 20:01 WIB

Pramono Ungkap Asal Usul Harimau Titipannya di Ragunan: Namanya Raja, Pakan Bayar Sendiri

Pramono Ungkap Asal Usul Harimau Titipannya di Ragunan: Namanya Raja, Pakan Bayar Sendiri

News | Kamis, 20 November 2025 | 12:21 WIB

Cek Langsung Harimau Viral Kurus di Ragunan, Pramono: Itu Video Waktu Covid, Sekarang Sangat Sehat

Cek Langsung Harimau Viral Kurus di Ragunan, Pramono: Itu Video Waktu Covid, Sekarang Sangat Sehat

News | Kamis, 20 November 2025 | 11:05 WIB

Terkini

Bau Busuk Tak Menghalangi, Ali Setia Berjualan di Pasar Induk Kramat Jati

Bau Busuk Tak Menghalangi, Ali Setia Berjualan di Pasar Induk Kramat Jati

News | Senin, 30 Maret 2026 | 14:36 WIB

Prajurit TNI Gugur Kena Serangan Israel, Komisi I Minta Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Lebanon

Prajurit TNI Gugur Kena Serangan Israel, Komisi I Minta Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Lebanon

News | Senin, 30 Maret 2026 | 14:30 WIB

Polda Banten Bongkar TPPO Modus Open BO via Aplikasi, Dua Pelaku Ditangkap

Polda Banten Bongkar TPPO Modus Open BO via Aplikasi, Dua Pelaku Ditangkap

News | Senin, 30 Maret 2026 | 14:21 WIB

Apa Itu UNIFIL? Pasukan Perdamaian PBB Digempur Israel Sampai TNI Gugur

Apa Itu UNIFIL? Pasukan Perdamaian PBB Digempur Israel Sampai TNI Gugur

News | Senin, 30 Maret 2026 | 14:18 WIB

Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Menumpuk hingga 6 Meter, Ini Penyebabnya

Gunungan Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Menumpuk hingga 6 Meter, Ini Penyebabnya

News | Senin, 30 Maret 2026 | 14:12 WIB

Cara Cerdas Australia Mati-matian Turunkan Harga BBM di saat Perang Iran, Agar Rakyat Tak Terbebani

Cara Cerdas Australia Mati-matian Turunkan Harga BBM di saat Perang Iran, Agar Rakyat Tak Terbebani

News | Senin, 30 Maret 2026 | 14:04 WIB

Sidang Korupsi Chromebook Kembali Digelar, Nadiem Ngaku ke Hakim Baru Jalani Operasi Keempat

Sidang Korupsi Chromebook Kembali Digelar, Nadiem Ngaku ke Hakim Baru Jalani Operasi Keempat

News | Senin, 30 Maret 2026 | 14:03 WIB

Cak Imin Sentil Jaksa soal Kasus Korupsi Videografer Amsal: Nilai Kreativitas Rp0, Sama Saja Dibunuh

Cak Imin Sentil Jaksa soal Kasus Korupsi Videografer Amsal: Nilai Kreativitas Rp0, Sama Saja Dibunuh

News | Senin, 30 Maret 2026 | 13:48 WIB

Intip Wanita Pemandu Kereta Odong-odong di Toilet, ABG 18 Tahun Ditangkap

Intip Wanita Pemandu Kereta Odong-odong di Toilet, ABG 18 Tahun Ditangkap

News | Senin, 30 Maret 2026 | 13:44 WIB

Rudal Iran Hantam Fasilitas Kimia Israel, Ancaman Gas Beracun Picu Kepanikan

Rudal Iran Hantam Fasilitas Kimia Israel, Ancaman Gas Beracun Picu Kepanikan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 13:36 WIB