Pemerintah akan Salurkan Bansos Secara Non Tunai

Adhitya Himawan | Suara.com

Selasa, 07 Juni 2016 | 09:04 WIB
Pemerintah akan Salurkan Bansos Secara Non Tunai
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat termasuk mereka yang berada di bawah garis kemiskinan, yang salah satu caranya adalah lewat bantuan sosial (bansos).

Untuk 2016, lebih dari Rp35 triliun dianggarkan untuk bansos, jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2015 yang mencapai Rp25 triliun lebih.

Namun selama ini bansos dinilai masih belum begitu dirasakan manfaatnya, tidak efektif dan terkadang tidak tepat sasaran. Hal itu disebabkan penyalurannya yang masih dilakukan secara tunai sehingga warga penerima bansos harus mengantri lama.

Menurut Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, penyaluran bansos secara nontunai merupakan arahan langsung Presiden Joko Widodo.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, dalam penyaluran bantuan sosial selama ini masih banyak kendala antara lain penerima perlu waktu dan biaya karena jarak dan lokasi penerima susah dijangkau.

"Kalau kita bayar secara tunai akan makan waktu dan biaya. Juga ada stigma orang miskin itu kalau kita salurkan di kantor Pos ada ribuan orang antri seolah-olah kita negara miskin," ujar Agus.

Dia juga mencontohkan, untuk Program Indonesia Pintar (PIP), pelajar harus kehilangan waktu setengah hari untuk terima bantuan. Di samping itu penerimaan bansos secara tunai memicu perilaku konsumtif karena uang bantuan akan langsung habis dibelanjakan.

Dilihat dari sisi pemerintah, jika disalurkan secara tunai setiap tahun perlu lelang yang membutuhkan proses dan biaya. Dia menyebutkan, tahun lalu biaya untuk penyaluran bantuan menghabiskan Rp9.000-Rp11.000 untuk satu penerima.

Selain itu jika bantuan disalurkan tunai rawan terjadi kebocoran, juga tidak memenuhi azas tepat waktu dan tepat sasaran.

Menurut Agus, saat ini telah tersedia lebih dari 80.000 layanan keuangan di seluruh Indonesia sehingga penyaluran secara nontunai lewat Layanan Keuangan Digital (LKD) bisa direalisasikan.

Satu kartu Sedikitnya ada lima program bansos yang akan disalurkan secara nontunai setelah adanya nota kesepahaman pemerintah dengan Bank Indonesia.

Bansos tersebut yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) yang menjangkau enam juta keluarga sangat miskin dan Program Simpanan Keluarga Sejahtera sebanyak 18,3 juta keluarga serta beras sejahtera (rastra) bagi 15,5 juta keluarga. Ketiga program tersebut dibawah koordinator Kementerian Sosial.

Bantuan lain yaitu PIP yang menjangkau 19,2 juta anak sekolah di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bantuan desa sebanyak 74.752 desa dibawah Kementerian Pembangunan Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengatakan ke depan pemerintah mendorong penyaluran bansos dengan mengintegrasikan bantuan melalui satu kartu.

Lebih lanjut Puan mengatakan agar ke depan kartu-kartu penanda bantuan sosial yang disiapkan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat itu tidak menjadi beban karena banyaknya kartu.

Selama ini masing-masing bantuan sosial dari pemerintah memiliki kartu penanda tersendiri sehingga terlalu banyak kartu yang dimiliki oleh satu orang.

"Saya sudah lama berbicara dengan Gubernur BI bagaimana bila nantinya, kita harus sepakat, pada Januari 2017 semua kartu harus sudah mulai terintegrasi," kata Puan.

Lalu penggunaannya harus didukung sistem keuangan yang baik dengan satu sistem kombo dimana satu kartu bisa untuk mencairkan berbagai bantuan dan dapat terhubung dengan semua bank yang ada.

Puan mengingatkan bahwa bantuan sosial, sepenuhnya untuk kebutuhan masyarakat. Jadi bila bantuan hanya membebani masyarakat, tentu bukan dinamakan bantuan sosial.

Karena itu, menurut dia, banyak kendala yang harus diselesaikan secara sinergi antara lembaga keuangan dengan pemerintah terkait bantuan dan perlindungan sosial.

Uji coba Mensos Khofifah Indar Parawansa mengatakan penyaluran bantuan sosial dalam bentuk nontunai lewat Layanan Keuangan Digital (LKD) akan diuji coba pada 26 Juni 2016.

Dia menjelaskan, uji coba penyaluran bansos secara nontunai tersebut untuk Program Keluarga Harapan (PKH) maupun program subsidi pangan melalui beras sejahtera (rastra).

Lebih lanjut dia mengatakan uji coba juga akan dilaksanakan di 74 kabupaten dan kota termasuk di Banjarmasin dan Palembang.

"Agen-agennya sudah diidentifikasi. Jadi ada tiga bank yang sudah selesai di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dan sudah MoU dengan Bank Indonesia," katanya.

Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengatakan, sebagai tahap awal uji coba penyaluran bansos nontunai akan menyasar sebanyak 612.816 peserta PKH.

Selama ini bantuan PKH disalurkan secara tunai lewat PT Pos Indonesia sehingga penerima bantuan harus lama antri. Untuk LKD Kementerian Sosial akan bekerja sama dengan tiga bank yaitu BNI, BRI dan Bank Mandiri.

Harry mengatakan tahun depan target penyaluran bantuan melalui LKD akan diperluas sampai satu juta KSM.

Secara proporsional melihat kondisi wilayah Indonesia yang terdiri atas kepulauan, selama ini masih ada daerah yang sulit dijangkau layanan perbankan untuk mendukung LKD.

"Secara proporsional dengan kondisi Indonesia bisa mencapai 35 persen saja atau sepertiga dari penerima PKH itu sudah sangat bagus," kata dia.

Sementara untuk daerah yang sulit dilayani perbankan, menurut dia masih tetap digunakan alternatif layanan keuangan tunai.

Gemar menabung Mensos Khofifah mengatakan penyaluran bantuan sosial dengan format nontunai mengajak warga untuk gemar menabung.

Bansos nontunai juga diharapkan dapat melahirkan kebiasaan menabung dalam masyarakat karena nantinya akan mengarah dalam bentuk tabungan.

Penerima bansos bisa saja tidak mengambil seluruh bantuannya, tapi mencairkan sesuai kebutuhan sehingga sisanya bisa ditabung.

Hal ini juga dalam upaya mendukung Nawacita bahwa 50 persen masyarakat Indonesia harus terlayani dengan layanan keuangan formal.

"Kami yakin perubahan penyaluran secara nontunai akan memenuhi azas tepat sasaran, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, tepat administrasi dan tepat kualitas," tambah Gubernur BI Agus Martowardojo. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cair! Bantuan Pasca-Bencana di Aceh Timur Tembus Rp 100 Miliar, Ini Rinciannya

Cair! Bantuan Pasca-Bencana di Aceh Timur Tembus Rp 100 Miliar, Ini Rinciannya

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 09:54 WIB

Pangkas Rantai Distribusi, Zulhas Gandeng Koperasi Desa Merah Putih Salurkan Bansos

Pangkas Rantai Distribusi, Zulhas Gandeng Koperasi Desa Merah Putih Salurkan Bansos

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2026 | 17:49 WIB

Kemensos dan PT Pos Targetkan Penyaluran Bansos Bencana Sumatra Tuntas Sebelum Lebaran

Kemensos dan PT Pos Targetkan Penyaluran Bansos Bencana Sumatra Tuntas Sebelum Lebaran

News | Jum'at, 06 Maret 2026 | 10:23 WIB

Warga Bisa Cek dan Perbaiki Data Bantuan Sosial Sendiri? Ini Cara Ampuh Lewat Aplikasi Cek Bansos!

Warga Bisa Cek dan Perbaiki Data Bantuan Sosial Sendiri? Ini Cara Ampuh Lewat Aplikasi Cek Bansos!

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 09:49 WIB

Takut Bansos Dicabut, Warga Enggan Laporkan Kematian Keluarga

Takut Bansos Dicabut, Warga Enggan Laporkan Kematian Keluarga

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 15:58 WIB

Bansos Beras Tak Sampai Titik Akhir, KPK Bongkar Borok Distribusi yang Diduga Tak Sesuai Kontrak

Bansos Beras Tak Sampai Titik Akhir, KPK Bongkar Borok Distribusi yang Diduga Tak Sesuai Kontrak

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 10:53 WIB

Kemensos Salurkan Bansos Rp2,56 Triliun untuk Korban Bencana di Pulau Sumatra

Kemensos Salurkan Bansos Rp2,56 Triliun untuk Korban Bencana di Pulau Sumatra

News | Selasa, 24 Februari 2026 | 05:06 WIB

Bansos PKH dan Sembako Sudah Cair di Bulan Ramadan

Bansos PKH dan Sembako Sudah Cair di Bulan Ramadan

News | Sabtu, 21 Februari 2026 | 14:01 WIB

Pemerintah Mulai Groundcheck Data BPJS PBI, Gus Ipul Minta Tak Ada Orang Titipan

Pemerintah Mulai Groundcheck Data BPJS PBI, Gus Ipul Minta Tak Ada Orang Titipan

News | Kamis, 19 Februari 2026 | 15:02 WIB

1,7 Juta KPM Daerah Bencana Sumatra Terima Bansos

1,7 Juta KPM Daerah Bencana Sumatra Terima Bansos

News | Rabu, 18 Februari 2026 | 19:09 WIB

Terkini

BBM Stabil Tapi WFH Digalakkan? Pakar UGM Minta Pemerintah Jujur Soal Kebijakan Kontroversial Ini

BBM Stabil Tapi WFH Digalakkan? Pakar UGM Minta Pemerintah Jujur Soal Kebijakan Kontroversial Ini

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 09:52 WIB

Media Arab Telanjangi Kasus Mohammad Bagher Ghalibaf: Berkali-kali Gagal Jadi Presiden Iran

Media Arab Telanjangi Kasus Mohammad Bagher Ghalibaf: Berkali-kali Gagal Jadi Presiden Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 09:41 WIB

Kecelakaan Beruntun di Tol Andara: Fortuner Terbalik, Penumpang LCGC Dilarikan ke RS

Kecelakaan Beruntun di Tol Andara: Fortuner Terbalik, Penumpang LCGC Dilarikan ke RS

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 08:52 WIB

Libur Lebaran Usai, Sistem Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku Hari Ini

Libur Lebaran Usai, Sistem Ganjil Genap Jakarta Kembali Berlaku Hari Ini

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 08:09 WIB

Pengemudi Fortuner Mabuk Tabrak Beruntun Sejumlah Motor di PIK, Dua Orang Tewas

Pengemudi Fortuner Mabuk Tabrak Beruntun Sejumlah Motor di PIK, Dua Orang Tewas

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:59 WIB

Anjlok 51 Persen! Ini Dua Alasan Utama Penurunan Drastis Pemudik di Terminal Kalideres

Anjlok 51 Persen! Ini Dua Alasan Utama Penurunan Drastis Pemudik di Terminal Kalideres

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:25 WIB

Ada Ketegangan Geopolitik, Dubes Arab Saudi Pastikan Haji 2026 Aman

Ada Ketegangan Geopolitik, Dubes Arab Saudi Pastikan Haji 2026 Aman

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:16 WIB

Menhub dan Seskab Sidak Dini Hari di Pulo Gebang, Ini Kata Mereka Soal Arus Balik Lebaran!

Menhub dan Seskab Sidak Dini Hari di Pulo Gebang, Ini Kata Mereka Soal Arus Balik Lebaran!

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 07:05 WIB

Penilaian Donald Trump ke Mohammad Bagher Ghalibaf: Dia Pilihan Menarik untuk Iran

Penilaian Donald Trump ke Mohammad Bagher Ghalibaf: Dia Pilihan Menarik untuk Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:57 WIB

Jejak Hitam Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua DPR Jagoan Donald Trump Pimpin Iran

Jejak Hitam Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua DPR Jagoan Donald Trump Pimpin Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 06:39 WIB