Sebab Munculnya Gas Misterius di Kota Balikpapan Terungkap

Siswanto | Suara.com

Jum'at, 10 Juni 2016 | 13:47 WIB
Sebab Munculnya Gas Misterius di Kota Balikpapan Terungkap
Semburan gas di Komplek Bethany, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, pada Kamis (9/6/2016) pukul 11.00 Wita. [BNPB]

Krisis air yang melanda Kota Balikpapan menyebabkan masyarakat banyak yang melakukan pengeboran sumur air tanah dalam.

Empat pekerja menggali sumur bor di Komplek Bethany, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, pada Kamis (9/6/2016) pukul 11.00 Wita.

Saat melakukan pengeboran pada kedalaman 64 meter tiba-tiba gas menyembur bersama lumpur setinggi 35 meter. Semburan berlangsung hingga pukul 16.08 Wita. 

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Akibat semburan gas dan lumpur satu bangunan gereja dan satu unit asrama gereja terkena lumpur," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan tertulis kepada Suara.com, Jumat (10/6/2016).

BPBD Kota Balikpapan dibantu oleh TNI dan Polri melakukan evakuasi dan pengamanan TKP. 

Pertamina dan PT. Total melakukan pemantauan secara periodik (per jam). Distamben Provinsi Kalimamtam Timur melakukan penelitian terhadap kandungan semburan (H2S: 0 persen, CH4: 0 persen dan O2: 20.9 persen) dan dinyatakan masih dibatas ambang normal.

"Tidak ada gas beracun. Gas dan lumpur aman terhadap lingkunan. Untuk menjaga maka BPBD Kota Balikpapan mendirikan posko pengawasan bersama dgn TNI, Polri, Pertamina dan PT. Total," katanya.

Sutopo mengatakan kejadian semburan gas dan lumpur pada saat ada pengeboran sumur oleh masyarakat di Balikpapan ini bukan kejadian yang pertama. Sebelumnya pernah terjadi juga. Termasuk di Samarinda dan daerah lain di Kalimantan Timur.

Hal ini disebabkan adanya lapisan kedap air (impermeable) yang berada di atas air dalam sistem akuifer airtanah. Air yang tidak bisa keluar, lantas terperangkap dalam sedimen dan tidak dapat mengalami pembatuan (litifikasi).

Saat ada terjadi getaran dan sesuatu yang menembus lapisan endapan maka terjadi kontak antara lapisan dan benda yang berada di permukaan. Adanya tekanan lapisan sedimen tinggi maka dorongan untuk melepaskan tercipta dan akhirnya muncul semburan lumpur di permukaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

La Nina akan Menguat, Banjir Longsor Diprediksi Meningkat

La Nina akan Menguat, Banjir Longsor Diprediksi Meningkat

News | Rabu, 08 Juni 2016 | 13:56 WIB

BNPB: Banyak Rumah Belum Dibangun Tahan Gempa

BNPB: Banyak Rumah Belum Dibangun Tahan Gempa

News | Rabu, 08 Juni 2016 | 07:23 WIB

Banjir Rob Melanda di Sejumlah Daerah, Tak Cuma di Jakarta

Banjir Rob Melanda di Sejumlah Daerah, Tak Cuma di Jakarta

News | Selasa, 07 Juni 2016 | 16:48 WIB

Indonesia-Fiji Kerjasama Penanggulangan Bencana Topan Winston

Indonesia-Fiji Kerjasama Penanggulangan Bencana Topan Winston

News | Selasa, 07 Juni 2016 | 11:17 WIB

Terkini

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:25 WIB

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:21 WIB

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:15 WIB

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:08 WIB

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:02 WIB

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 22:00 WIB

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:55 WIB

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:49 WIB

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:30 WIB

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 21:15 WIB