5 Hal Ini yang Akan Terjadi Usai Inggris 'Ceraikan' Uni Eropa

Ruben Setiawan

Jum'at, 24 Juni 2016 | 19:02 WIB
5 Hal Ini yang Akan Terjadi Usai Inggris 'Ceraikan' Uni Eropa
Dua perempuan yang mengenakan busana bertema Inggris dan Uni Eropa menjelang referendum. (Reuters)

Suara.com - Tiga tahun setelah Perdana Menteri Inggris menggagas strategi untuk mereformasi Eropa dan mewujudkannya dalam bentuk referendum, rakyat Britania Raya, yang terdiri atas Inggris, Wales, Skotlandia, dan Irlandia Utara, pada Kamis (23/6/2016), telah memilih untuk Brexit, atau keluar dari keanggotaan Uni Eropa. Dengan demikian, dalam beberapa bulan ke depan, para pemimpin Britania dan Eropa akan mulai bernegosiasi tentang keluarnya Inggris dari blok ekonomi Eropa tersebut.

Brexit akan mempengaruhi perekonomian Britania, kebijakan imigrasi, dan banyak hal lainnya. Namun, butuh waktu bertahun-tahun sampai kondisi negara benar-benar stabil. Berikut ini beberapa perubahan penting yang akan terjadi pada Britania usai kemenangan Brexit:

Proses keluarnya Britania dari keanggotaan Uni Eropa akan memakan waktu minimal dua tahun.

Seperti dilansir dari Vox, proses ini membutuhkan waktu sekurang-kurangnya dua tahun sebagaimana diatur dalam Pasal 50 Perjanjian Uni Eropa. Selama kurun waktu tersebut, Britania masih terikat aturan Uni Eropa.

Pasal 50 Perjanjian Uni Eropa mengatur prosedur keluarnya negara anggota dari Uni Eropa. Pasal tersebut mewajibkan negara anggota memberitahu Uni Eropa soal pemutusan keanggotaannya dan mewajibkan Uni Eropa untuk mencoba bernegosiasi dengan negara yang bersangkutan.

Dalam dua tahun, Uni Eropa dan Britania akan merumuskan sebuah perjanjian baru untuk mengganti perjanjian keanggotaan Uni Eropa. Kedua belah pihak masih harus membahas isu-isu seperti tarif perdagangan, imigrasi, dan berbagai regulasi, dari mobil sampai pertanian.

Skenario terbaiknya, Britania mungkin masih akan diizinkan untuk masuk pasar Eropa seperti saat ini. Contohnya Norwegia. Meski bukan anggota Uni Eropa, namun mematuhi aturan Uni Eropa dengan imbalan diperbolehkan masuk pasar Uni Eropa.

Jika tidak ada perjanjian baru yang tidak disepakati, seperti dikutip dari Reuters, Uni Eropa hanya akan meminta Britania menunggu dua tahun sampai waktunya menyampaikan pemberitahuan bahwa mereka keluar dari Uni Eropa. Sampai kesepakatan itu dibuat dan ditandatangani, Britania masih jadi anggota uni Eropa yang sah, meski tidak akan diikutsertakan dalam diskusi-diskusi terkait keluarnya mereka.

Para petinggi Uni Eropa akan menggelar pertemuan

Presiden Dewan Uni Eropa Donald Tusk akan mengepalai sebuah pertemuan tingkat tinggi Uni Eropa pekan depan. Pertemuan tidak akan mengikutsertakan Perdana Menteri Inggris David Cameron. Tusk sudah berbicara dengan 27 anggota Uni Eropa lainnya dan menyatakan bahwa mereka berupaya menjaga keutuhan Uni Eropa.  

Para menteri luar negeri dari enam negara pendiri Uni Eropa, yakni Jerman, Prancis, Italia, Belanda, Belgia, dan Luxemburg akan mengadakan pertemuan reguler di Luxemburg siang ini. Mereka akan kembali berkumpul di Berlin, Jerman, hari Sabtu. Pada Senin, Donald Tusk dan Presiden Prancis Francois Hollande, serta Kanselir Jerman Angela Merkel akan bertemu.

Uni Eropa harus bergerak cepat

Uni Eropa harus segera bersiap menutup celah keuangan yang ditinggalkan Britania, negara dengan perekonomian kelima terkuat di Uni Eropa. Britania memberikan kontribusi sebesar 7 miliar Euro terhadap anggaran tahunan Uni Eropa yang mencapai 145 miliar Euro.

Uni Eropa juga akan mengklarifikasi secepat mungkin status dari perusahaan-perusahaan atau perseorangan yang saat ini masih memanfaatkan hak-hak dagang Uni Eropa, beroperasi, dan tinggal, baik di Britania maupun Uni Eropa.

Uni Eropa harus segera menunjukkan eksistensi mereka sebagai blok yang kuat menyusul keluarnya Britania.

Sejumlah negara lain punya peluang gantikan posisi yang dipegang Britania

Britania akan segera meletakkan posisinya sebagai presiden dewan kementerian Uni Eropa dengan periode jabatan enam bulan pada bulan Juli tahun depan. Tempat Britania sebagai presiden dewan kementerian Uni Eropa dapat digantikan oleh Estonia, Malta, atau Kroasia.

Ancaman disintegrasi

Pada dasarnya, tidak ada perubahan yang terjadi dalam waktu dekat. Rakyat Britania masih menjadi rakyat Uni Eropa dan aktivitas usaha masih akan berjalan seperti biasa.

Namun, pada praktiknya, banyak para pedagang, investor, dan pemangku kebijakan yang akan mengantisipasi keluarnya Britania dari Uni Eropa. Britania juga terancam terpecah belah apabila Skotlandia, yang mendukung tetap dalam Uni Eropa kembali ingin memerdekakan diri dan bergabung dengan Uni Eropa sebagai negara yang berdaulat. (Reuters/Telegraph/Vox)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KASIHAN Thomas Tuchel Kabarnya Dipaksa Keluar Inggris Setelah Dipecat Chelsea

KASIHAN Thomas Tuchel Kabarnya Dipaksa Keluar Inggris Setelah Dipecat Chelsea

Bola | Jum'at, 23 September 2022 | 17:07 WIB

Terkini

55 Ribu Pekerja Terancam PHK, DPR Siapkan Rapat Koordinasi untuk Mitigasi

55 Ribu Pekerja Terancam PHK, DPR Siapkan Rapat Koordinasi untuk Mitigasi

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:41 WIB

Israel Cuek Iran - AS Damai, Lebanon Terus Digempur

Israel Cuek Iran - AS Damai, Lebanon Terus Digempur

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:38 WIB

Nadiem Makarim: Banyak yang Larang Saya Jadi Menteri Jokowi

Nadiem Makarim: Banyak yang Larang Saya Jadi Menteri Jokowi

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:31 WIB

Kejagung 'Banjir' Alat Bukti Korupsi MBG, Upaya Sony Sonjaya Jadi JC Berakhir Sia-sia?

Kejagung 'Banjir' Alat Bukti Korupsi MBG, Upaya Sony Sonjaya Jadi JC Berakhir Sia-sia?

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:27 WIB

UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi

UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:25 WIB

Jaksa Kukuh Sebut Pembelian Chromebook Nadiem Kemahalan

Jaksa Kukuh Sebut Pembelian Chromebook Nadiem Kemahalan

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:20 WIB

Tak Layak Jadi Justice Collaborator! Kejagung: Sony Sonjaya Pelaku Utama Jual Beli Titik SPPG

Tak Layak Jadi Justice Collaborator! Kejagung: Sony Sonjaya Pelaku Utama Jual Beli Titik SPPG

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:15 WIB

Sufmi Dasco Sebut Narasi Indonesia Runtuh Sengaja Digoreng: Padahal Ekonomi Kita Kuat

Sufmi Dasco Sebut Narasi Indonesia Runtuh Sengaja Digoreng: Padahal Ekonomi Kita Kuat

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:12 WIB

Kasus Suap Bea Cukai Rp71 Miliar Masuk Pengadilan, Tiga Pejabat DJBC Segera Disidang

Kasus Suap Bea Cukai Rp71 Miliar Masuk Pengadilan, Tiga Pejabat DJBC Segera Disidang

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:59 WIB

Prabowo Sebut NU Ada di Mana-mana: Kabinet Merah Putih Banyak NU, Tak Pernah Kalah

Prabowo Sebut NU Ada di Mana-mana: Kabinet Merah Putih Banyak NU, Tak Pernah Kalah

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:52 WIB