Suporter Sepakbola Serang Polisi, Tiru "Budaya" Luar Negeri?

Arsito Hidayatullah, Agung Sandy Lesmana

Kamis, 30 Juni 2016 | 06:12 WIB
Suporter Sepakbola Serang Polisi, Tiru "Budaya" Luar Negeri?
Seorang suporter Persija Jakarta mengejar petugas kepolisian ketika terlibat kericuhan pada laga TSC 2016 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (24/6/2016). [Antara/Wahyu Putro A]

Suara.com - Kepala Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hendy F Kurniawan menilai banyak faktor yang memicu kerusuhan suporter The Jakmania hingga berujung kepada penyerangan terhadap anggota kepolisian. Hal ini disampaikan Hendy menanggapi adanya tato bertuliskan All Cops Are Bastards (ACAB) di lengan kanan salah satu tersangka berinisial J alias Oboi (28).

Menurutnya, kecenderungan para suporter The Jakmania menyerang anggota polisi disebabkan adanya pengadopsian budaya kekerasan kelompok suporter tim sepakbola di negara barat yang menggunakan simbol ACAB. Diketahui kelompok suporter di luar negeri yang menggunakan simbol ACAB sangat anti polisi.

"Kalau dari sementara keterangan saksi dan tersangka, simbol ACAB ini. Awalnya hanya sebagai jati diri atau kelompok tertentu, yang menunjukkan bahwa main iseng-iseng, tapi di tahapan berikutnya, di Jakmania, ini ada beberapa kejadian yang dijadikan acuan mereka, menambah kebencian terhadap polisi," kata Hendy di Polda Metro Jaya, Rabu (29/6/2016) malam.

Dikatakan Hendy, faktor lain yang memicu kerusuhan sejumlah suporter The Jakmania juga dilatarbelakangi kalahnya Persija Jakarta 0-1 dengan Sriwijaya FC di babak pertama.

"Nah dengan Persija kalah, kemudian mereka ini menuangkan kekecewaan, ada komunitas mereka Jakmania menuangkan kekecewaan terhadap siapa yang ada di situ," kata dia.

Dia juga meminta kasus penyerangan anggota polisi yang dilakukan suporter The Jakmania ini harus bisa menjadi pelajaran banyak pihak terutama para orangtua dan pihak sekolah untuk lebih peka mengawasi anak-anak. Pasalnya, kata dia, kebanyakan suporter kebanggaan Ibu Kota Jakarta tersebut didominasi remaja tanggung.

"Yang sudah dibenci adalah polisi, ini sebenarnya titik kerawanan, karena yang prilaku ini ada yang masih dibawah umur, 15 tahun. Ini harusnya bukan hanya tanggungjawab polisi, tapi lingkungan orangtua, pihak sekolah harus sama-sama peduli, ini kan generasi kita," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Sebut Tersangka Penyerangan Brigadir Hanafi Bisa Bertambah

Polisi Sebut Tersangka Penyerangan Brigadir Hanafi Bisa Bertambah

News | Kamis, 30 Juni 2016 | 02:05 WIB

Polisi Lacak Pembakar Motor dalam Rusuh Suporter Persija

Polisi Lacak Pembakar Motor dalam Rusuh Suporter Persija

News | Rabu, 29 Juni 2016 | 02:38 WIB

Propam Polda Metro Masih Selidiki Tewasnya Suporter Persija

Propam Polda Metro Masih Selidiki Tewasnya Suporter Persija

News | Senin, 16 Mei 2016 | 13:29 WIB

Suporter Persija Meninggal, Menpora: Turut Berbela Sungkawa

Suporter Persija Meninggal, Menpora: Turut Berbela Sungkawa

Bola | Senin, 16 Mei 2016 | 03:58 WIB

Terkini

Ada Kanye West hingga JRF, Pramono Anung: Ekonomi Jakarta Sedang Baik-baik Saja

Ada Kanye West hingga JRF, Pramono Anung: Ekonomi Jakarta Sedang Baik-baik Saja

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:25 WIB

Ledakan Keras Terdengar di Arab Saudi saat Bandara internasional Riyadh Baru Dibuka

Ledakan Keras Terdengar di Arab Saudi saat Bandara internasional Riyadh Baru Dibuka

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Ketika Udara Bersih Harus Dibeli Mahal, Haruskah Hak Bernapas Dirampas?

Ketika Udara Bersih Harus Dibeli Mahal, Haruskah Hak Bernapas Dirampas?

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:15 WIB

2 Remaja Hanyut Saat Mandi di Sungai Tadukan Deli Serdang Ditemukan Tewas

2 Remaja Hanyut Saat Mandi di Sungai Tadukan Deli Serdang Ditemukan Tewas

Sumut | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:12 WIB

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

UMKM Binaan Pertamina Hadirkan Manfaat Nyata, dari Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan Masyarakat

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Pastikan Kebutuhan Energi Masyarakat Terjaga, Pertamina Perkuat Pasokan dan Distribusi BBM

Pastikan Kebutuhan Energi Masyarakat Terjaga, Pertamina Perkuat Pasokan dan Distribusi BBM

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Imam Besar Masjidil Haram Syekh Al-Sudais Kecam Serangan Houthi Ke Mekkah Dekat Kabah

Imam Besar Masjidil Haram Syekh Al-Sudais Kecam Serangan Houthi Ke Mekkah Dekat Kabah

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Dorong Dekarbonisasi Regional, Pertamina Hulu Energi Siap Jadi Hub CCS di Asia

Dorong Dekarbonisasi Regional, Pertamina Hulu Energi Siap Jadi Hub CCS di Asia

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:01 WIB

Drama To My Beloved Thief, Ketika Jiwa Seorang Pangeran Masuk ke dalam Jiwa Pencuri

Drama To My Beloved Thief, Ketika Jiwa Seorang Pangeran Masuk ke dalam Jiwa Pencuri

Your Say | Minggu, 25 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V, Dorong Lahirnya Bintang Sepak Bola dari Daerah

Ketua DPD RI Buka BLISPI Youth Cup V, Dorong Lahirnya Bintang Sepak Bola dari Daerah

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 13:53 WIB

×