Suara.com - Kepolisian Resort (Polres) Minahasa Selatan menutup salah satu lubang tambak rakyat yang berada di Kecamatan Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara.
"Alasan penutupan ini, karena di lokasi tersebut terjadi tindakan perkelahian dan penganiayaan sampai ada korban meninggal. Makanya ditutup untuk dilakukan penyelidikan," kata Kepala Polres Minahasa Selatan AKBP Arya Perdana di Ratahan, Minggu.
Tindakan kriminal tersebut menjadi perhatian serius dari pihak Polres Minahasa Selata karena berada di kawasan pertambangan rakyat.
"Makanya kita turunkan tim khusus untuk melakukan penutupan lokasi tambang ini, dan langsung dipasang garis polisi," ujar Perdana.
Selain itu, kata Perdana, pihaknya menyiagakan petugas untuk melakukan penjagaan di lokasi tambang yang bermasalah tersebut.
"Kita tetap siagakan petugas untuk menjaga stabilitas keamanan dan cipta kondisi, khususnya di daerah tersebut," katanya.
Perdana pun memintakan kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kondisi keamanan dan ketertiban, serta tidak terpancing isu-isu provokasi.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Minahasa Selatan AKP Ali Taher mengungkapkan, pihaknya saat ini telah menangkap terduga pelaku penganiyaan di lokasi tambang yang berjumlah tujuh orang. (Antara)
Muncul Korban Meninggal, Tambang Rakyat Minahasa Ditutup
Tomi Tresnady Suara.Com
Minggu, 10 Juli 2016 | 00:03 WIB
BERITA TERKAIT
Polda Jambi Amankan 2,5 Kg Emas Hasil Tambang Liar
28 Mei 2016 | 04:07 WIB WIBREKOMENDASI
TERKINI