Lebak, Banten Resmi Tutup Pertambangan Pasir

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 15 Januari 2016 | 02:01 WIB
Lebak, Banten Resmi Tutup Pertambangan Pasir
Ilustrasi tambang pasir. (Shutterstock)

Suara.com - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten akhirnya memutuskan menutup lokasi pertambangan pasir. Penutupan dikarenakan pertambangan menimbulkan kerusakan lingkungan alam di daerah itu.

"Penutupan lokasi pertambangan pasir itu berdasarkan Surat Edaran Bupati Nomor 540/94.C-Distamben/2016," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lebak Alkadri di Lebak, Kamis (14/1/2016).

Pemerintah daerah menutup kegiatan eksploitasi pertambangan pasir golongan C, karena menimbulkan kerusakan lingkungan alam. Para perusahaan pasir melakukan aktivitas pertambangan di lahan-lahan perbukitan di Kecamatan Cimarga.

Akibat kerusakan perbukitan itu kerapkali menimbulkan banjir juga kesulitan air bersih. Bahkan, petani mengeluhkan keberadaan perusahaan pertambangan pasir tersebut. Selain itu juga keberadaan pertambangan pasir menimbulkan kerusakan jalan raya, karena diangkut kendaraan dalam kondisi pasir basah.

"Kami melakukan penutupan perusahaan pertambangan pasir itu baik yang tidak memiliki perizinan, juga yang memiliki perizinan, tetapi tidak memiliki pengolahan limbah," katanya.

Surat Edaran Bupati Nomor 540/94.C-Distamben/2016 tentang penutupan pertambangan pasir baik yang berizin maupun tidak berizin. Apabila perusahaan pertambangan tersebut masih membandel kembali melakukan aktivitas eksploitasi pasir maka akan dikenakan tindakan tegas.

"Kami minta semua perusahaan yang ditutup itu tidak kembali melakukan pertambangan pasir," katanya.

Penutupan lokasi pertambangan pasir tersebut juga melibatkan petugas gabungan terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja, Polres, Distamben, BLH, BPPMPT dan Subdenpom. Mereka bergerak untuk penutupan pertambangan pasir di Blok Pasir Roko, Blok Tapen dan Blok Citeras.

"Kami akan bertindak tegas jika mereka melakukan kegiatan pertambangan pasir setelah adanya penutupan itu," katanya.

Sementara itu, sejumlah warga Kabupaten Lebak mendukung penertiban perusahaan pertambangan pasir karena bisa menimbulkan kerusakan lingkungan juga merusak jalan antarkecamatan.

"Kami mendukung Lebak bebas dari pertambangan pasir karena merusak lingkungan itu," kata Wahid, warga Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Didesak Tangkap Pelaku Teror Wartawan Lumajang

Polisi Didesak Tangkap Pelaku Teror Wartawan Lumajang

News | Senin, 09 November 2015 | 14:14 WIB

Digugat karena Izin Tambang Pasir, Ini kata Gubernur NTB

Digugat karena Izin Tambang Pasir, Ini kata Gubernur NTB

News | Senin, 19 Oktober 2015 | 15:22 WIB

 Tambang Pasir Besi Liar di Malang 'Bau' Korupsi

Tambang Pasir Besi Liar di Malang 'Bau' Korupsi

News | Rabu, 26 Maret 2014 | 08:15 WIB

Terkini

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Bola | Senin, 14 September 2026 | 04:00 WIB

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

×