Misteri Hilangnya PK-THT di Langit Sulawesi: Bawa 10 Orang, GM Bandara Pastikan Ini

Andi Ahmad S Suara.Com
Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:41 WIB
Misteri Hilangnya PK-THT di Langit Sulawesi: Bawa 10 Orang, GM Bandara Pastikan Ini
Didug lokasi jatuhnya pesawat PK-THT milik Indonesia Air Transport. [Ist]
Baca 10 detik
  • Pesawat Indonesia Air Transport rute Yogyakarta-Makassar hilang kontak di Kabupaten Maros pada Sabtu (17/1/2026). Pesawat jenis ATR 42-500 ini membawa sepuluh orang, yang terdiri dari tujuh kru dan tiga orang penumpang.

  • Pihak Bandara Adisutjipto menegaskan seluruh proses keberangkatan telah dilakukan sesuai SOP yang ketat. Semua tahapan, mulai pemeriksaan keamanan hingga layak terbang, dipastikan aman sebelum pesawat lepas landas pukul 08.08 WIB.

  • Tim Basarnas kini memfokuskan pencarian di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Maros. Lokasi tersebut merupakan titik terakhir hilangnya kontak radar pesawat, dan kini dijadikan posko darurat pengendalian operasi pencarian.

Suara.com - Dunia penerbangan Tanah Air kembali dikejutkan oleh kabar duka pada akhir pekan ini. Sebuah pesawat jenis ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak di sekitar wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026).

Pesawat dengan nomor registrasi PK-THT tersebut diketahui sedang melakukan penerbangan rute Yogyakarta menuju Makassar.

Kabar ini tentu mengejutkan publik, terutama keluarga penumpang dan kru. Di tengah spekulasi yang bermunculan, pihak manajemen Bandara Adisutjipto Yogyakarta sebagai bandara asal keberangkatan langsung memberikan klarifikasi penting terkait kondisi pra-penerbangan.

Mereka memastikan bahwa seluruh proses keberangkatan pesawat tersebut telah berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat.

General Manager Bandara Adisutjipto, Wibowo Cahyono Soekadi, menegaskan bahwa tidak ada pelanggaran atau kejanggalan dalam proses keberangkatan pesawat. Mulai dari pemeriksaan penumpang, kargo, hingga kelayakan terbang, semuanya telah melewati skrining ketat.

"Sudah kita lakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku di bandara. Kemudian di ruang tunggu, setelah itu boarding menuju ke Makassar," ujar Wibowo Cahyono Soekadi, dilansir dari Antara.

Wibowo merinci bahwa pesawat lepas landas dari landasan pacu Bandara Adisutjipto Yogyakarta tepat pada pukul 08.08 WIB. Sebelum take-off, seluruh tahapan keamanan dipastikan aman.

"Semua prosedur dari keberangkatan sampai pemeriksaan di X-ray, di Security Check Point (SCP)-nya, sudah kita lakukan," ujar dia menambahkan. Pernyataan ini sekaligus menepis dugaan awal adanya kelalaian prosedur di bandara keberangkatan.

Berdasarkan data manifest penerbangan, pesawat buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 tersebut tidak dalam kondisi penuh penumpang. Wibowo menjelaskan bahwa pesawat tersebut mengangkut total 10 orang di dalamnya.

Baca Juga: Bawa 11 Orang, Pesawat ATR 42 IAT yang Hilang Kontak di Maros Masih Dicari

"Krunya tujuh, penumpangnya tiga," ucap dia.

Pesawat tersebut dikemudikan oleh Pilot in Command, Capt. Andy Dahananto. Hingga saat ini, nasib kesepuluh orang yang berada di dalam burung besi tersebut masih belum diketahui secara pasti, sementara doa dan harapan terus mengalir dari masyarakat Indonesia di media sosial.

Kementerian Perhubungan yang menerima laporan hilangnya kontak pesawat ini langsung berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Titik fokus pencarian saat ini diarahkan ke medan yang cukup menantang, yakni di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, tepatnya di sekitar Desa Leang-leang, Kabupaten Maros.

Lokasi ini dipilih berdasarkan data terakhir posisi pesawat sebelum hilang dari radar. Desa Leang-leang kini dijadikan sebagai Posko Basarnas untuk mengendalikan operasi pencarian dan pertolongan.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI