Pakar Ingatkan Bahaya Konsumsi Ikan dari Perairan Tercemar Sampah Muara Baru

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:21 WIB
Pakar Ingatkan Bahaya Konsumsi Ikan dari Perairan Tercemar Sampah Muara Baru
Sampah di kawasan Muara Baru, Jakarta, Jumat (16/1/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]
Baca 10 detik
  • Epidemiolog Dr. Dicky Budiman menyoroti ancaman kesehatan serius dari konsumsi ikan perairan tercemar Muara Baru.
  • Ikan di perairan tercemar Muara Baru berisiko bioakumulasi merkuri, timbal, dan kadmium berbahaya.
  • Konsumsi ikan tercemar dapat mengganggu sistem saraf, berdampak pada janin, serta merusak ginjal manusia.

Suara.com - Konsumsi ikan dari perairan tercemar sampah di kawasan Muara Baru berpotensi menimbulkan ancaman kesehatan serius. Hal ini diungkapkan epidemiolog dan pakar keamanan kesehatan dr. Dicky Budiman yang menyoroti risiko bioakumulasi logam berat pada ikan.

“Ikan yang hidup di perairan tercemar ini berpotensi mengalami bioakumulasi dan bio-magnifikasi zat berbahaya,” kata dr. Dicky dalam pernyataannya, Sabtu (17/1/2026).

Ia menjelaskan, semakin tinggi posisi ikan dalam rantai makanan, semakin besar pula akumulasi zat berbahaya di dalam tubuh ikan tersebut. Artinya semakin tinggi posisi ikan dalam rantai makanan, semakin tinggi pula kadar kontaminan di dalam tubuhnya.

Salah satu zat berbahaya yang paling dikhawatirkan ialah merkuri. Paparan merkuri melalui konsumsi ikan disebut dapat berdampak serius pada sistem saraf manusia.

“Merkuri ini dari ikan yang dikonsumsi akan mengganggu sistem saraf. Kalau pada anak itu menurunkan kecerdasan, kalau pada ibu hamil ini akan ada risiko pada ibu hamil dan janinnya,” jelasnya.

Selain merkuri, dr. Dicky juga menyebut timbal dan kadmium sebagai ancaman lain yang mengintai.

“Timbal dan kadmium dari ikan ini akan mengganggu kesehatan ginjal, bisa menyebabkan anemia maupun gangguan pertumbuhan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa isu sampah di Muara Baru tak bisa dilepaskan dari persoalan keamanan pangan laut yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.

Sebelumnya, media sosial dibuat heboh dengan rekaman video yang memperlihatkan hamparan sampah masif di area Tanggul Pantai Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara.

Baca Juga: Harapan di Padang Sampah

Tumpukan limbah tersebut tampak begitu padat hingga menyerupai daratan atau karpet raksasa yang membentang di atas permukaan air. Tumpukan sampah didominasi dengan limbah rumah tangga, plastik, styrofoam, potongan kayu, hingga puing-puing bangunan.

Lokasi yang kini menjadi sorotan publik itu merupakan area kolam air yang terbentuk akibat proyek pembangunan National Capital Integrated Coastal Development (NCICD).

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI