Pemerintah Belum Bisa Penuhi Permintaan Soal Bilik Asmara

Adhitya Himawan, Agung Sandy Lesmana

Senin, 11 Juli 2016 | 14:54 WIB
Pemerintah Belum Bisa Penuhi Permintaan Soal Bilik Asmara
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menerima kunjungan kehormatan Menteri Kehakiman Cina, Wu Aiying beserta rombongan, di Gedung Kemenkumham, Jakarta, Jumat (17/6/2016). [Suara.com/Oke Atmaja]

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly mengaku jika pemerintah belum bisa memenuhi pelayanan bilik asmara untuk para narapidana di lembaga pemasyarakatan (LP).

‎"Fasilitas (bilik asmara) belum bisa sekarang, belum memungkinkan," kata Yasonna di kantor Kemenkumham, Jakarta, Senin (11/7/2016).

Menurutnya, alasan pemerintah belum bisa menyediakan bilik asmara untuk para narapidana yang telah memiliki istri karena saat ini pemerintah tengah fokus untuk memperbaiki kapasitas di dalam lapas.

Politikus PDI Perjuangan itu tidak menampik jika di beberapa negara memberikan fasilitas bilik asmara bagi para napi. 


"Di beberapa negara (bilik asmara) itu ada, namanya konjugal visit. Tapi (fasilitas) itu kita belum bisa sekarang. Kita tangani over kapasitas dulu lah," kata dia.

Seperti diketahui, terjadi kericuhan di Lapas Klas II A Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu 9 Juni 2016 lalu. Hal itu disebabkan salah satu narapidana kasus terorisme, ‎Noim Ba'asyir, yang meminta agar petugas lapas membuat bilik asmara. Permintaan itu dilakukan Noim saat istrinya berinisial NH menjenguk ke lapas.

Pasca kericuhan tersebut, petugas lapas dengan dibantu belasan personil Polres Pamekasan, dan Brimob Polda Jatim memindahkan Noim ke Lapas Klas II B Tuban.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Napi Narkoba Asal Turki Kabur dari Lapas Nusakambangan

Napi Narkoba Asal Turki Kabur dari Lapas Nusakambangan

News | Selasa, 05 Juli 2016 | 06:16 WIB

MenkumHAM Klaim Penusuk di Lapas Gorontalo Sudah Ditangkap

MenkumHAM Klaim Penusuk di Lapas Gorontalo Sudah Ditangkap

News | Kamis, 02 Juni 2016 | 17:21 WIB

Lapas Gorontalo Sudah Aman Terkendali, Satu Polisi Kena Tikam

Lapas Gorontalo Sudah Aman Terkendali, Satu Polisi Kena Tikam

News | Rabu, 01 Juni 2016 | 17:49 WIB

Lapas Gorontalo Rusuh dan Diambil Alih Para Narapidana

Lapas Gorontalo Rusuh dan Diambil Alih Para Narapidana

News | Rabu, 01 Juni 2016 | 06:29 WIB

Ratusan Personel Kawal Pemindahan Narapidana Lapas Banceuy

Ratusan Personel Kawal Pemindahan Narapidana Lapas Banceuy

News | Rabu, 27 April 2016 | 23:06 WIB

Sebanyak 55 Napi LP Banceuy Dipindahkan ke Lapas Cirebon

Sebanyak 55 Napi LP Banceuy Dipindahkan ke Lapas Cirebon

News | Rabu, 27 April 2016 | 17:38 WIB

Sebanyak 140 Narapidana Bermasalah Dipindahkan dari Lapas Banceuy

Sebanyak 140 Narapidana Bermasalah Dipindahkan dari Lapas Banceuy

News | Selasa, 26 April 2016 | 22:45 WIB

Menkumham Tunggu Penyidikan Polisi Ungkap Kerusuhan Lapas Banceuy

Menkumham Tunggu Penyidikan Polisi Ungkap Kerusuhan Lapas Banceuy

News | Selasa, 26 April 2016 | 14:44 WIB

Buntut Rusuh, Ratusan Napi Lapas Banceuy Dipindahkan

Buntut Rusuh, Ratusan Napi Lapas Banceuy Dipindahkan

News | Selasa, 26 April 2016 | 14:43 WIB

Rusuh Banceuy, Menkumham "Teleconference" dengan Ratusan Kalapas

Rusuh Banceuy, Menkumham "Teleconference" dengan Ratusan Kalapas

News | Selasa, 26 April 2016 | 14:11 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×