Diberi Vaksin Ulang, Ini Keraguan Orangtua Korban Vaksin Palsu

Ruben Setiawan, Ummi Hadyah Saleh

Senin, 18 Juli 2016 | 12:17 WIB
Diberi Vaksin Ulang, Ini Keraguan Orangtua Korban Vaksin Palsu
Posko pengaduan vaksin palsu di RSIA Sayang Bunda, Pondok Ungu, Bekasi. (Suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Suara.com - Puluhan orangtua korban vaksin palsu ragu vaksinasi ulang di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Sayang Bunda, menjamin kesehatan anak-anak mereka. RSIA Sayang Bunda merupakan satu dari 14 rumah sakit yang menerima vaksin abal-abal dari oknum pemalsu vaksin.

Dwi Yuliani (30), salah satu orangtua korban vaksin palsu, mempertanyakan apakah kesehatan anaknya bisa terjamin dengan dilakukannya vaksin ulang.

"Saya setuju divaksin ulang, tapi saya ragu dan saya khawatir. Kalau disuntik ulang efeknya ada nggak nanti?" ujar Dwi di RSIA Sayang Bunda, Jalan Pondok Ungu Permai Sektor V blok A1 no 26-27, Bekasi, Senin (18/7/2016)

Tak hanya itu, ibu dua anak ini pun mempertanyakan kesehatan putranya di masa yang akan datang jika mendapatakan vaksin ulang.

"Apakah vaksin ulang sudah kelar gitu aja. Kalau suatu saat vaksin palsu timbul penyakit gimana, saya tetap khawatir," kata Dwi.

Hal yang sama diungkapkan Gatot (40) orangtua yang anaknya diduga mendapatkan vaksin palsu. Dirinya juga mempertanyakan dampak kesehatan putranya yang telah mendapatkan vaksin palsu.

"Saya minta kejelasan kepada Rumah Sakit ini, vaksin palsu yang sudah masuk dampaknya ada nggak buat kesehatan anak saya," jelas Gatot.

Ia juga khawatir, pengulangan pemberian vaksin tidak bisa menjamin kesehatan putranya.

"Saya khawatir ke depannya gimana kalau sudah di vaksin ulang. Dampaknya nanti gimana," ungkapnya.

Sebelumnya, Bareskrim Mabes Polri telah menambah tiga tersangka baru. Total ada 23 tersangka yang diduga terlibat peredaran vaksin palsu yang saat ini menjadi persoalan besar pemerintah. Di antara 23 tersangka itu, ada tiga dokter berinisial I , AR dan H.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Mabes Polri, Brigadir Jenderal Agung Setya mengatakan, salah satu dokter yang ditetapkan tersangka  berinisial H yang merupakan mantan direktur Rumah Sakit Sayang Bunda, Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat.

"Semalam, Kamis (14/7/2016), kami tetapkan kembali tersangka berprofesi dokter, salah satunya dokter H, mantan dari Direktur RS. Sayang Bunda di Bekasi, pada tahun 2012," kata Agung di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (15/7/2016).

Agung menjelaskan sistem kerja antara dokter H, produsen vaksin palsu berinisial A, distributor berinisial T, dan toko Azka Medika sebagai distributor.

"Dokter H awal memesan vaksin dari toko Azka Medika. Dari awal pengungkapan dari toko Azka Medika banyak vaksin di sana. Kami tahu distribusi Aska Medika ke dokter H. Dokter H cukup banyak memesan dan mengizinkan juga sales dari Azka Medika," terang Agung.

Lanjut Agung, untuk dokter berinisial I dan AR masih didalami perannya. Sedangkan dokter H mengedarkan vaksin palsu dari tahun 2010.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×