PM Baru Inggris Tak Ragu Bunuh Ratusan Ribu Orang dengan Nuklir

Ruben Setiawan

Selasa, 19 Juli 2016 | 09:43 WIB
PM Baru Inggris Tak Ragu Bunuh Ratusan Ribu Orang dengan Nuklir

Suara.com - Perdana Menteri Inggris yang baru, Theresa May, langsung jadi sorotan lantaran memberikan komentar mengejutkan dalam sesi debat di Parlemen Inggris, Senin (18/7/2016) waktu setempat. May mengatakan, dirinya tidak akan ragu untuk memerintahkan sebuah serangan nuklir yang menewaskan ratusan ribu orang apabila memang dirasa perlu.

Komentar itu muncul dalam debat parlemen membahas rencana pembaruan program senjata nuklir Trident yang dimiliki Inggris. Adalah anggota parlemen dari Scottish National Party, George Kerevan, yang membuka isu ini dengan pertanyaan: "Apakah Anda siap untuk mengotorisasi sebuah serangan nuklir yang bisa membunuh ratusan ribu orang, termasuk perempuan dan anak-anak?"

"Ya," jawab May singkat dan padat.

May juga mengatakan kepada dewan bahwa penutupan program senjata nuklir bakal menjadi suatu kesalahan besar. May juga menuduh mereka yang menentang sistem rudal nuklir Trident sebagai orang-orang yang memihak musuh Inggris.

May berbeda dengan para perdana menteri sebelumnya yang cenderung menghindar memberikan jawaban terhadap pertanyaan semacam itu. Mantan Menlu Inggris Sir Geoffrey Howe mengatakan, itu merupakan jenis pertanyaan yang seharusnya tak dijawab secara gamblang oleh seorang perdana menteri.

Namun, tampaknya hal itu memang strategi May karena sudah tahu bahwa Ketua Partai Buruh Jeremy Corbyn akan menentang hal tersebut. Tanpa ditanya, Corbyn langsung berkomentar, "Saya tidak akan membuat keputusan yang akan membunuh jutaan orang tak berdosa".

"Saya tidak percaya bahwa ancaman pembunuhan massal menjadi pembenaran untuk menjalin relasi internasional," ujar Corbyn.

Debat di Parlemen digelar untuk menyepakai pembelanjaan anggaran sebesar 30 miliar Poundsterling untuk memperbarui empat kapal selam Trident yang dilengkapi dengan rudal berhulu ledak nuklir. Selama 24 jam, selalu ada satu kapal selam yang berpatroli di laut.

Trident dibeli dari Amerika Serikat oleh Perdana Menteri Margaret Thatcher pada tahun 1989. Tujuan pembelian Trident merupakan upaya mempertahankan diri dari kemungkinan ancaman yang muncul pascadibubarkannya Pakta Warsawa, sebuah aliansi negara-negara di blok Eropa Timur, saingan NATO.

Sejatinya Partai Buruh punya kebijakan untuk mendukung upaya untuk mempertahankan Trident sebagai senjata Inggris. Namun, di Ketua Partai Buruh Jeremy Corbyn, secara konsisten menentang kebijakan tersebut.

Ia mengatakan, dirinya akan memberikan suara untuk menentang pembaruan Trident. Namun, saat berbicara, ia selalu mendapat interupsi dari anggota parlemen dari Partai Buruh lainnya yang mengatakan seharusnya Corbyn mendukung kebijakan partai ketimbang mengajukan pendapatnya sendiri. (Independent)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC

Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:22 WIB

Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI

Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI

Sport | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS

Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09 WIB

Tiket Pesawat Jakarta-Yogyakarta Rp890 Ribuan! Ini Daftar Promo untuk Liburan Hemat

Tiket Pesawat Jakarta-Yogyakarta Rp890 Ribuan! Ini Daftar Promo untuk Liburan Hemat

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:08 WIB

Perang Timur Tengah Belum Goyahkan Ekspor RI, BPS Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masih Ngebut

Perang Timur Tengah Belum Goyahkan Ekspor RI, BPS Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masih Ngebut

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Bukan Sekadar Tempat Transit, Wajah Baru Lounge Bandara Ini Setara Hotel Berbintang

Bukan Sekadar Tempat Transit, Wajah Baru Lounge Bandara Ini Setara Hotel Berbintang

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:53 WIB

Bahlil Beri Tugas Baru Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG, Targetkan Pasokan Nasional Lebih Terjamin

Bahlil Beri Tugas Baru Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG, Targetkan Pasokan Nasional Lebih Terjamin

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan

Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan

Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:26 WIB

×