Wacana Penggunaan Radio Komunikasi di MotoGP Tuai Pro Kontra

Rizki Nurmansyah

Selasa, 19 Juli 2016 | 14:33 WIB
Wacana Penggunaan Radio Komunikasi di MotoGP Tuai Pro Kontra
Seorang kru dari tim Repsol Honda tampak sedang memberikan informasi aktual kepada Marc Marquez dari pinggir pit [AFP/Thomas B. Shea]

Suara.com - Wacana penggunaan radio komunikasi seperti di arena Formula 1 pada ajang MotoGP menuai kontroversi. Pro kontra atas penggunaan alat komunikasi yang menghubungkan antara pebalap dan timnya menuai beragam komentar sejumlah pebalap top.

Marc Marquez misalnya, secara tegas menolak penggunaan radio komunikasi. Juara dunia MotoGP dua kali dari tim Respol Honda itu berkilah alat tersebut bisa mengganggu konsentrasi pebalap saat balapan berlangsung.

"Saya tidak setuju," kata Marquez. "Saya tidak bisa membayangkan akan berkomunikasi dengan mekanik saat saya sedang mengendara di tikungan. Ini tidak seperti balap mobil. Dan juga, jika Anda sudah membuat perencanaan yang bagus sebelum lomba dimulai, maka Anda harus siap dengan segala konsekuensinya."

Di lain sisi, pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, memberikan jawaban diplomatis terkait penggunaan radio komunikasi. Menurutnya, ada plus-minus yang bisa didapat atas pemakaian alat itu.

"Di satu sisi penggunaan radio komunikasi akan memudahkan untuk mengontrol situasi dan juga mungkin meningkatkan keamanan. Tapi, ini bukan F1, dan pada akhirnya, saya pikir lebih baik ajang MotoGP tanpa alat itu," jelas Dovizioso.

Sementara itu, pebalap veteran Movistar Yamaha, Valentino Rossi, jadi salah satu rider yang mendukung wacana ini. Menurutnya, hal itu bisa membantu pebalap untuk mendapatkan informasi aktual tentang balapan yang berlangsung.

"Alat itu akan membuat segalanya jadi lebih mudah. Para pebalap akan memiliki lebih banyak informasi yang tidak didapatkan dari papan di pit. Mungkin saat di Assen (Belanda), jika saja alat itu sudah digunakan, maka saya bisa menghindari kesalahan di trek itu," ujar Rossi.

Selama ini, komunikasi antar pebalap dan tim saat lomba berlangsung memang hanya bisa dilakukan lewat sebuah papan yang kerap terlihat berada di seputaran pit masing-masing tim. (GPOne)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tertinggal 48 Poin, Pebalap Ini Tetap "Pede" Pertahankan Gelar

Tertinggal 48 Poin, Pebalap Ini Tetap "Pede" Pertahankan Gelar

News | Selasa, 19 Juli 2016 | 12:44 WIB

Jelang MotoGP Austria, Sejumlah Pebalap Mulai Cemas, Ada Apa?

Jelang MotoGP Austria, Sejumlah Pebalap Mulai Cemas, Ada Apa?

News | Selasa, 19 Juli 2016 | 12:03 WIB

Menang di Sachsenring, Marquez: "Ini Balapan Gila"

Menang di Sachsenring, Marquez: "Ini Balapan Gila"

News | Senin, 18 Juli 2016 | 13:45 WIB

Yamaha Melempem di GP Jerman, Lorenzo: Kami Tak Bisa Bersaing

Yamaha Melempem di GP Jerman, Lorenzo: Kami Tak Bisa Bersaing

News | Senin, 18 Juli 2016 | 13:08 WIB

Terkini

Bermain di Teras Saat Hujan, Bocah 12 Tahun di Gandus Palembang Tewas Tersengat Listrik

Bermain di Teras Saat Hujan, Bocah 12 Tahun di Gandus Palembang Tewas Tersengat Listrik

Sumsel | Selasa, 03 November 2026 | 18:21 WIB

5 Toner Lokal untuk Menyamarkan Pori-pori dan Mengontrol Minyak Berlebih

5 Toner Lokal untuk Menyamarkan Pori-pori dan Mengontrol Minyak Berlebih

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:15 WIB

MA Batalkan Suket SMA Gibran, Ada Apa dengan Syarat Cawapres 2024?

MA Batalkan Suket SMA Gibran, Ada Apa dengan Syarat Cawapres 2024?

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:15 WIB

Pramono Anung Sebut Obligasi Jakarta Belum Direstui Pemerintah Pusat

Pramono Anung Sebut Obligasi Jakarta Belum Direstui Pemerintah Pusat

News | Selasa, 03 November 2026 | 18:14 WIB

BRI Hadirkan Kemudahan Transaksi dan Pengajuan KPR di Tengah Mobilitas Pekerja Dukuh Atas

BRI Hadirkan Kemudahan Transaksi dan Pengajuan KPR di Tengah Mobilitas Pekerja Dukuh Atas

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 18:10 WIB

Fenomena Thrifting: Antara Gaya Hidup dan Ancaman Limbah Tekstil

Fenomena Thrifting: Antara Gaya Hidup dan Ancaman Limbah Tekstil

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:05 WIB

5 Lip Balm Rasa Strawberry untuk Bibir Lembap dan Berwarna

5 Lip Balm Rasa Strawberry untuk Bibir Lembap dan Berwarna

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 18:00 WIB

3 Anime Netflix Terbaru November 2026, Ada Steampunk hingga Fantasi Gelap

3 Anime Netflix Terbaru November 2026, Ada Steampunk hingga Fantasi Gelap

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 18:00 WIB

Gebrakan Bahlil: Ekspor Tambang dan Gas RI Wajib Langsung Tanpa Transit Singapura

Gebrakan Bahlil: Ekspor Tambang dan Gas RI Wajib Langsung Tanpa Transit Singapura

Video | Selasa, 03 November 2026 | 18:00 WIB

Viral Titik Nol Km Jogja Dipasang Kawat Duri, Pemda DIY Merasa Tak Dikabari Polisi

Viral Titik Nol Km Jogja Dipasang Kawat Duri, Pemda DIY Merasa Tak Dikabari Polisi

Jogja | Selasa, 03 November 2026 | 17:55 WIB

×