Vaksinasi Ulang Bisa Cegah Penyakit Difteri, Pertusis dan Tetanus

Suwarjono, Ummi Hadyah Saleh

Selasa, 19 Juli 2016 | 19:14 WIB
Vaksinasi Ulang Bisa Cegah Penyakit Difteri, Pertusis dan Tetanus
Suasana ricuh dalam pertemuan Manajemen Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Sayang Bunda dengan keluarga korban vaksin palsu. [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Ikatan Dokter Anak Indonesia menegaskan vaksinasi ulang kepada anak-anak yang diduga menerima vaksin palsu merupakan vaksin program imunisasi nasional produksi PT Bio Farma.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia Aman Bhakti Pulungan mengatakan vaksin yang diberikan untuk mencegah penyakit difteri, pertusis dan tetanus dan tidak menyebabkan masalah apapun.

"Vaksin yang diberikan bisa mencegah penyakit difteri, pertusis dan tetanus. Vaksin ini sama efektifnya dengan vaksin impor. Pemberian vaksin berlebih tidak menyebabkan masalah apapun," ujar Aman dalam jumpa pers di Kantor Kesehatan, Jakarta, Selasa (19/7/2016).

Kata Aman, pemberian vaksin ulang yakni vaksin DPT (Difteri, Pertusis, tetanus) diberikan secara bertahap.

Adapun usia kurang dari satu tahun diberikan imunisasi tiga kali dengan interval satu bulan. Sementara usia 1 sampai 7 tahun diberikan dosis pertama sampai hari H, dosis kedua yakni dua bulan setelah dosis pertama dan dosis ketiga yakni enam bulan setelah dosis kedua.

"Lalu diberikan lagi usia 7 sampai 18 tahun yakni dosis pertama, lalu dosis kedua dua bulan setelah dosis pertama, dosis ketiga enam bulan setelah dosis kedua dan dosis penguatan diberikan 12 bulan setelah dosis ketiga,"ucapnya.

Tidak hanya itu jika setelah divaksin terjadi demam, bisa diberikan parasetamol 10 mg/kgBB/kali setiap 6 sampai 8 jam.

"Bila membutuhkan konsultasi atau bantuan lebih dapat menghubungi hotline resmi Kementerian Kesehatan," kata Aman.

Lebih lanjut Aman menuturkan, untuk meyakinkan orangtua yang ingin melakukan vaksin ulang, bisa mendatangi fasilitas layanan kesehatan masyarakat seperti Rumah Sakit dan Puskemas

"Silahkan saya datang pada tempar yang disediakan, puskesmas ataupun dan lain-lainya,"ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Jaga Ketat Rumah Sakit dan Klinik Pemberi Vaksin Palsu

Polisi Jaga Ketat Rumah Sakit dan Klinik Pemberi Vaksin Palsu

News | Selasa, 19 Juli 2016 | 16:45 WIB

Teror Vaksin Palsu, Politisi Nasdem: Dokter Bukan Malaikat

Teror Vaksin Palsu, Politisi Nasdem: Dokter Bukan Malaikat

News | Selasa, 19 Juli 2016 | 16:11 WIB

DPR akan Bentuk Tim Pengawasan Dewan Terkait Kasus Vaksin Palsu

DPR akan Bentuk Tim Pengawasan Dewan Terkait Kasus Vaksin Palsu

News | Selasa, 19 Juli 2016 | 16:10 WIB

Vaksin Palsu Tak Punya Efek Samping

Vaksin Palsu Tak Punya Efek Samping

Foto | Selasa, 19 Juli 2016 | 15:33 WIB

Menkes Janjikan Vaksi Ulang Berkualitas Baik

Menkes Janjikan Vaksi Ulang Berkualitas Baik

News | Selasa, 19 Juli 2016 | 15:30 WIB

RS Harapan Bunda Dinilai Paling Bandel Soal Vaksin Palsu

RS Harapan Bunda Dinilai Paling Bandel Soal Vaksin Palsu

News | Selasa, 19 Juli 2016 | 14:59 WIB

Menkes: Vaksin Palsu Tak Berdampak Efek Samping Kesehatan

Menkes: Vaksin Palsu Tak Berdampak Efek Samping Kesehatan

News | Selasa, 19 Juli 2016 | 14:58 WIB

Sejumlah Orang Tua Korban Vaksin Palsu Lapor Ke Pimpinan DPR

Sejumlah Orang Tua Korban Vaksin Palsu Lapor Ke Pimpinan DPR

News | Selasa, 19 Juli 2016 | 14:31 WIB

Terkini

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Cara Cari Restoran Terdekat untuk Pesan Makanan Online, Jangan Cuma Lihat Rating

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 00:09 WIB

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Pengendara Harap Bersiap, Dishub Bogor Terapkan Pengalihan Arus di Sukaraja Besok

Bogor | Selasa, 22 September 2026 | 23:29 WIB

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

vivo X500 Series Sudah Meluncur di China, Kapan Masuk Indonesia? Ini Jawaban vivo

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:19 WIB

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 23:02 WIB

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Janjian Balap Liar via WhatsApp, 4 Pemuda Diamankan Polres Cianjur

Jabar | Selasa, 22 September 2026 | 23:01 WIB

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

AI Mulai Masuk Bisnis Pelajar, 6.125 Siswa Dibekali Keterampilan Wirausaha Digital

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 23:00 WIB

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Teknologi Warna yang Berubah Saat Kena Matahari

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 22:45 WIB

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 22:40 WIB

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

BMKG Sebut Hujan Turun Berangsur Guyur Area Karhutla hingga Bulan Oktober

Video | Selasa, 22 September 2026 | 22:10 WIB

×