Ramadhan Diuber-uber Debt Collector, Ruhut: Nyalon Harus Berduit

Siswanto, Dian Rosmala

Rabu, 20 Juli 2016 | 19:11 WIB
Ramadhan Diuber-uber Debt Collector, Ruhut: Nyalon Harus Berduit
Ruhut Sitompul [suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul menyindir kasus koleganya di Partai Demokrat Ramadhan Pohan.

Ramadhan yang menjabat Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat dijemput paksa petugas Ditreskrimum Polda Sumatera Utara dari rumahnya di Jakarta, Selasa (19/7/2016), dan ditetapkan menjadi tersangka dalam perkara kasus dugaan penipuan uang sebesar Rp24 miliar, yang dipinjamnya dari para simpatisan, saat mencalonkan diri jadi wali kota Medan, tahun 2015.

Menurut Ruhut kandidat kepala daerah seharusnya mempersiapkan modal uang dulu sebelum maju ke bursa pilkada. Jangan mengharapkan bantuan dana dari orang lain, katanya.

"Saya mohonlah, kalau mau jadi bupati, wali kota, gubernur, kita harus mandiri, kocek harus ada. Jangan harapkan orang-orang yang mau membantu, membantu itu pasti ada udang di balik bakso. Itu faktanya," kata Ruhut di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/7/2016).

Ruhut mengaku dulu pernah dihubungi Ramadhan setelah Ramadhan kalah dalam pemilihan wali kota Medan. Ketika itu, Ramadhan cerita bahwa dia dikejar debt collector lantaran tidak bisa mengembalikan sejumlah uang yang dikeluarkan oleh tim suksesnya.

"Jadi Ramadhan itu setahun yang lalu, setelah pengumuman pilkada dia kalah, satu minggu kemudian dia cari saya. Dia bilang, bang aku ini diuber-uber debt collector bang," kata Ruhut.

Menurut Ruhut saat itu Ramadhan merasa tidak utang kepada siapapun. Ketika itu, katanya, tim sukses Ramadhanlah yang menawarkan memberikan bantuan secara ikhlas.

"Aku juga heran bang, aku nggak ada hutang, itu, kan tim sukses saya, mereka memang ikhlas mau membantu, saya nggak pinjam. Kok giliran kalah dia meminta uangnya kembali, gimana ceritanya bang," tutur Ruhut.

"Ada nggak bukti otentik, nggak ada bang. Oke nanti aku coba hubungi, aku kasih pengertian," Ruhut melanjutkan.

Setelah itu, Ruhut tidak tahu kalau Ramadhan ternyata dilaporkan ke polisi.

"Tapi saya nggak tahu kalau orang yang dilaporkan itu, lapor ke polisi. Apalagi aku baru dengar, jujur saja, kemarin itu dia hubungi aku. Tapi aku lagi kasih ceramah di Bandung, aku nggak dengar," kata Ruhut.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Nurhayati Assegaf mengatakan sudah mendapatkan penjelasan dari Ramadhan.

Nurhayati mengatakan Ramadhan membantah terlibat kasus penipuan.

"Ramadhan Pohan katakan itu berkaitan ketika nyalon jadi wali kota. Tapi beliau sama sekali tak tersangkut masalah tersebut. Itu klarifikasi yang kami dapatkan dari Ramadhan Pohan," kata Nurhayati di DPR.

Nurhayati menambahkan Ramadhan juga membantah menerima uang sebesar Rp4,5 miliar dari hasil penipuan, seperti yang dituduhkan oleh LHH Sianipar pada Maret 2016. Ramadhan juga membantah menerima uang hasil penipuan sebesar Rp10,8 miliar yang diadukan seorang perempuan bernama LH br Simanjuntak. Perempuan ini merupakan ibu dari LHH Sianipar.

"Nggak terima yang dituduhkan. Tidak ada utang piutang, tim sukses menerima. Ramadhan tak tahu. Itu klarifikasi Ramadhan sendiri," kata Nurhayati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sapi Kurban Presiden Prabowo: Berisik di Elite Tapi Justru Untungkan Alit

Sapi Kurban Presiden Prabowo: Berisik di Elite Tapi Justru Untungkan Alit

Opini | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:12 WIB

Prabowo Subianto Dipuji Setinggi Langit, Begini Kata Ramadhan Pohan

Prabowo Subianto Dipuji Setinggi Langit, Begini Kata Ramadhan Pohan

News | Senin, 21 Juli 2025 | 22:51 WIB

Terkini

7 Ide Lomba 17 Agustus Lucu untuk Bapak-bapak dan Ibu-ibu

7 Ide Lomba 17 Agustus Lucu untuk Bapak-bapak dan Ibu-ibu

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 20:01 WIB

Narasi 'Antek Asing' Disebut Warisan Hendropriyono, Dipakai Untuk Delegitimasi Kritik Publik

Narasi 'Antek Asing' Disebut Warisan Hendropriyono, Dipakai Untuk Delegitimasi Kritik Publik

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Provinsi Riau

Wamendagri Wiyagus Dorong Percepatan Desa dan Kelurahan Siaga TBC di Provinsi Riau

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:46 WIB

Momen Akrab Prabowo dan PM Anutin, Antar Sampai Tangga Pesawat

Momen Akrab Prabowo dan PM Anutin, Antar Sampai Tangga Pesawat

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara

Menyaksikan Lahirnya Sebuah Peradaban dari Buku Bara di Atas Demak Bintara

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:40 WIB

War Tiket Upacara 17 Agustus di Istana Daftar di Mana? Ini Link dan Syarat yang Dibutuhkan

War Tiket Upacara 17 Agustus di Istana Daftar di Mana? Ini Link dan Syarat yang Dibutuhkan

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:35 WIB

Bukan Akar Masalah! Pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG Tak Perbaiki Program MBG

Bukan Akar Masalah! Pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG Tak Perbaiki Program MBG

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:32 WIB

Aguan Lapor, Laba PANI Melejit 484% Jadi Rp1,7 Triliun

Aguan Lapor, Laba PANI Melejit 484% Jadi Rp1,7 Triliun

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Benarkah Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat?

Benarkah Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat?

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Ogah Terima Materi, Sumarsih Tagih Janji Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 1998

Ogah Terima Materi, Sumarsih Tagih Janji Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 1998

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 19:21 WIB

×