Sandera Warga, Pemuda Stres Ditembak Mati di Samarinda

Suwarjono

Kamis, 04 Agustus 2016 | 19:47 WIB
Sandera Warga, Pemuda Stres Ditembak Mati di Samarinda
polisi

Suara.com - Kepolisian Sektor Kota Samarinda Utara, Kalimantan Timur, menembak mati seorang pria yang diduga stres dan menyandera warga.

Kapolsekta Samarinda Utara Komisaris Polisi Erick Budi Santoso, kepada wartawan, di Samarinda, Kamis, menyatakan polisi terpaksa melumpuhkan pria diduga stres tersebut karena sudah mengancam dan membahayakan keselamatan warga.

"Tindakan tegas itu merupakan upaya terakhir karena pria itu sudah mengancam dan membahayakan jiwa warga dan polisi," tegas Erick Budi Santoso.

Aksi nekat pria diduga stres bernama Syahruni (30) itu berlangsung di Perumahan Lampake Permai, Kecamatan Samarinda Utara, pada Kamis pagi mulai sekitar pukul 10.00 Wita dan berakhir sekitar pukul 15.00 Wita.

"Pelaku menyandera seorang pemilik warung dan kami sudah berupaya membujuk namun ia terus mengamuk dan mengejar warga menggunakan dua senjata tajam jenis parang. Kami juga mencoba melibatkan keluarga untuk membujuknya, tetapi upaya tersebut tidak berhasil, sehingga terpaksa kami melumpuhkan dengan menembak kakinya menggunakan peluru karet," ujarnya.

Walaupun sudah ditembak dua kali di bagian paha menggunakan peluru karet, namun Syahruni terus mengamuk dan mengejar warga serta petugas kepolisin yang berada di lokasi.

Bahkan, pria yang sembilan tahun menjalani perawatan di rumah sakit jiwa itu kembali mencari sandera dengan mendobrak sebuah rumah yang di dalamnya terdapat sejumlah anak.

"Dua tembakan menggunakan peluru karet yang diarahkan ke pahanya, ternyata tidak membuat Syahruni tumbang. Bahkan, ia terus mengamuk dan mencoba mendrobrak pintu rumah warga lainnya untuk menyandera satu keluarga sehingga terpaksa kami lumpuhkan menggunakan peluru tajam," tuturnya.

"Tujuannya hanya melumpuhkan namun karena ia terus berontak sehingga kehabisan darah dan akhirnya meninggal dalam perjalanan saat menuju rumah sakit. Dari keterangan pihak keluarga, dia baru dua minggu keluar setelah sembilan tahun menjalani perawatan di rumah sakit jiwa," kata Erick.

Sebelum menyandera warga, pria diduga stres itu sempat menganiaya dan menyeret ibu kandungnya.

"Tindakan tegas yang kami ambil sudah sesuai prosedur karena pelaku mengancam dan membahayakan keselamatan orang lain. Bahkan, anggota kami nyaris dibacok saat mencoba menenangkannya. Tidak ada warga dan personel kepolisian yang terluka pada peristiwa itu," ujar Erick Budi Santoso. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

4 Kebiasaan Ini Bisa 'Merusak' Kesehatan Anda

4 Kebiasaan Ini Bisa 'Merusak' Kesehatan Anda

Health | Sabtu, 02 April 2016 | 07:41 WIB

Dokter Lie Dharmawan, 'Dokter Gila' Pendiri Rumah Sakit Apung

Dokter Lie Dharmawan, 'Dokter Gila' Pendiri Rumah Sakit Apung

wawancara | Senin, 16 November 2015 | 06:46 WIB

11 Hal Ini Hanya Dirasakan Para Sophaholic

11 Hal Ini Hanya Dirasakan Para Sophaholic

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2015 | 07:27 WIB

Gila, Seorang Ibu Coba 'Memakan' Bayinya yang Baru Lahir

Gila, Seorang Ibu Coba 'Memakan' Bayinya yang Baru Lahir

News | Jum'at, 05 Desember 2014 | 13:57 WIB

Kakek "Gila" Ikutkan Bayi 10 Bulan Tantangan Ice Bucket Challenge

Kakek "Gila" Ikutkan Bayi 10 Bulan Tantangan Ice Bucket Challenge

News | Sabtu, 13 September 2014 | 12:07 WIB

 Dukungan Keluarga Sangat Penting bagi Caleg Gagal

Dukungan Keluarga Sangat Penting bagi Caleg Gagal

Health | Rabu, 09 April 2014 | 14:26 WIB

Terkini

4 Shio yang Makin Beruntung Setelah 29 Agustus 2026, Rencana Lebih Mudah Terwujud

4 Shio yang Makin Beruntung Setelah 29 Agustus 2026, Rencana Lebih Mudah Terwujud

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:45 WIB

Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?

Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:09 WIB

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran

Jogja | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger

Bola | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League

Jawa Tengah | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU

Jatim | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum

Jabar | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×