DPR Nilai Langkah Sri Mulyani Pangkas Anggaran Sudah Realistis

Tomi Tresnady | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Sabtu, 06 Agustus 2016 | 12:57 WIB
DPR Nilai Langkah Sri Mulyani Pangkas Anggaran Sudah Realistis
Diskusi 'Perubahan atas APBN Perubahan' di Menteng, Jakarta, Sabtu (6/8/2016) dihadiri Anggota DPR Eka Sastra, Ekonom Faisal Basri, Wakil Ketum Kadin Yugi Prayanto, Peneliti INDEF Berly Martawardaya. [suara.com/Ummi]

Anggota Badan Anggaran DPR RI, Eka Sastra menilai, kebijakan Presiden Joko Widodo yang akan kembali memangkas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-Perubahan (APBN-P 2016)  dinilai realistis dalam melemahnya pertumbuhan ekonomi.

Hal ini disampaikan Eka dalam diskusi yang bertajuk "Perubahan atas APBN Perubahan" di Gado-gado Boplo, Jalan Gereja Theresia No. 41, Menteng, Jakarta, Sabtu (6/8/2016).

"Saya melihat ini angka yang sangat postif, lebih kredibel dan merupakan sebuah langkah yang lebih realistis di tengah situasi perlambatan ekonomi yang terjadi hari ini," ujar Eka dalam diskusi.

Eka juga menuturkan, dalam pembahasan anggaran di Banggar terjadi perdebatan antara pemerintah dan DPR terkait target dana repatriasi dari program pengampunan pajak atau tax amnesty yang tidak realistis.

"Proyeksi penerimaan dari tax amnesty yang ditargetkan oleh pemerintah sekitar Rp165t triliun antara Bank Indonesia sendiri dalam beberapa kesempatan. Yang paling realistis dicapai adalah Rp50 triliun," kata Eka.

"Nah, dalam perdebatan tersebut, memang sudah kita sampaikan bahwa apabila terjadi perubahan yang signifikan, itu akan mempengaruhi fungsi target penerimaan kita termasuk bisa terjadinya pelebaran defisit," sambungnya.

Oleh sebab itu, pihaknya mendukung Jokowi untuk memangkas anggaran agar target pertumbuhan dan penerimaan negara tidak akan melesat jauh.

"Kita bisa lihat bahwa ada beberapa target yang meleset sehingga mau tidak mau Menkeu baru menurunkan target penerimaan perpajakan yang kemudian terkompensasi dengan pemotongan anggaran baik di kementerian lenbaga atau transfer daerah," ungkapnya.

Pemerintah melalui Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo untuk memangkas beberapa anggaran didalam APBNP-P 2016. Hal tersebut guna menjaga kredibilitas fiskal Indonesia sehingga kondisi perekonomian bisa lebih baik lagi.

Salah satu pos anggaran yang akan di potong adalah anggaran kementerian/lembaga yang akan dipangkas Rp65 triliun dan dana transfer daerah Rp68,8 triliun atau total pemangkasan sebesar Rp133 triliun.

Dalam diskusi hadir pula Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional Arif Budimanta, Ekonom Senior Faisal Basri, Wakil Ketua Umum KADIN Yugi Prayanto dan Peneliti INDEF Berly Martawardaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ketua DPR Dukung Menkeu, Pangkas APBNP 133 T Untungkan Negara

Ketua DPR Dukung Menkeu, Pangkas APBNP 133 T Untungkan Negara

DPR | Jum'at, 05 Agustus 2016 | 16:28 WIB

Sri Mulyani Dipanggil ke Istana, Apa yang Dibahas Bersama Jokowi?

Sri Mulyani Dipanggil ke Istana, Apa yang Dibahas Bersama Jokowi?

Bisnis | Jum'at, 05 Agustus 2016 | 12:54 WIB

Sri Mulyani Potong APBNP 2016, DPR Yakini Tak Ganggu APBN 2017

Sri Mulyani Potong APBNP 2016, DPR Yakini Tak Ganggu APBN 2017

Bisnis | Kamis, 04 Agustus 2016 | 17:23 WIB

Enggartiasto Tak Masalah Bila Sri Mulyani Pangkas Anggaran

Enggartiasto Tak Masalah Bila Sri Mulyani Pangkas Anggaran

Bisnis | Kamis, 04 Agustus 2016 | 17:17 WIB

BI Ingatkan Pemangkasan Belanja Negara Harus Cermat

BI Ingatkan Pemangkasan Belanja Negara Harus Cermat

Bisnis | Kamis, 04 Agustus 2016 | 07:00 WIB

Presiden KSPI Tak Yakin Sri Mulyani Dongkrak Perekonomian

Presiden KSPI Tak Yakin Sri Mulyani Dongkrak Perekonomian

Bisnis | Selasa, 02 Agustus 2016 | 12:29 WIB

Peringatan Serius Menkeu Buat yang Sembunyikan Duit Hindari Pajak

Peringatan Serius Menkeu Buat yang Sembunyikan Duit Hindari Pajak

Bisnis | Senin, 01 Agustus 2016 | 19:13 WIB

Menkeu Sri Mulyani Sosialisasi Tax Amnesty di Mabes Polri

Menkeu Sri Mulyani Sosialisasi Tax Amnesty di Mabes Polri

Bisnis | Jum'at, 29 Juli 2016 | 17:31 WIB

Rachmat Gobel Nilai Tim Ekonomi Presiden Jokowi Solid

Rachmat Gobel Nilai Tim Ekonomi Presiden Jokowi Solid

News | Kamis, 28 Juli 2016 | 23:33 WIB

Drajat: Visi Sri Mulyani Berbeda Tajam dengan Jokowi

Drajat: Visi Sri Mulyani Berbeda Tajam dengan Jokowi

News | Kamis, 28 Juli 2016 | 19:52 WIB

Terkini

DPR Desak Transparansi Serangan di Lebanon: Jangan Sampai Kematian Prajurit TNI Tanpa Kejelasan

DPR Desak Transparansi Serangan di Lebanon: Jangan Sampai Kematian Prajurit TNI Tanpa Kejelasan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 17:01 WIB

Saluran Limbah Teras Malioboro Meledak, Tiga Wisatawan Asal Bengkalan Terluka

Saluran Limbah Teras Malioboro Meledak, Tiga Wisatawan Asal Bengkalan Terluka

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:52 WIB

Donald Trump Secara Terbuka Isyaratkan Ingin Ambil Minyak Iran dan Rebut Pulau Kharg

Donald Trump Secara Terbuka Isyaratkan Ingin Ambil Minyak Iran dan Rebut Pulau Kharg

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:45 WIB

Kejagung Hormati Sikap DPR, Tegaskan Proses Hukum Amsal Sitepu Tetap Berjalan

Kejagung Hormati Sikap DPR, Tegaskan Proses Hukum Amsal Sitepu Tetap Berjalan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:42 WIB

Komnas HAM Nilai Kasus Andri Yunus Penuhi Unsur Pelanggaran HAM, Tapi Tunggu Keputusan Internal

Komnas HAM Nilai Kasus Andri Yunus Penuhi Unsur Pelanggaran HAM, Tapi Tunggu Keputusan Internal

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:35 WIB

'Brownis Jaksa' Jadi Sorotan, Kejagung Bantah Intimidasi Amsal Sitepu: Itu Program Humanis

'Brownis Jaksa' Jadi Sorotan, Kejagung Bantah Intimidasi Amsal Sitepu: Itu Program Humanis

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:29 WIB

Dinyatakan Hilang Misterius, Pak Tam Ditemukan di Mekkah

Dinyatakan Hilang Misterius, Pak Tam Ditemukan di Mekkah

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:11 WIB

Tutup Pintu Damai, Pelapor Ijazah Palsu Jokowi Minta Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Ditahan

Tutup Pintu Damai, Pelapor Ijazah Palsu Jokowi Minta Roy Suryo dan Dokter Tifa Segera Ditahan

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:09 WIB

Iran Terapkan Rezim Navigasi Baru di Selat Hormuz, Kapal Wajib Bayar Tarif Transit

Iran Terapkan Rezim Navigasi Baru di Selat Hormuz, Kapal Wajib Bayar Tarif Transit

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:07 WIB

Kasus Teror Air Keras Andrie Yunus: Komnas HAM Incar Keterangan TNI Usai Periksa Polda

Kasus Teror Air Keras Andrie Yunus: Komnas HAM Incar Keterangan TNI Usai Periksa Polda

News | Senin, 30 Maret 2026 | 16:02 WIB