Trump Dituding Ajak Orang Tembak Hillary Clinton

Ruben Setiawan

Rabu, 10 Agustus 2016 | 21:29 WIB
Trump Dituding Ajak Orang Tembak Hillary Clinton
Donald Trump. (Reuters)

Suara.com - Pernyataan capres Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, pada Selasa (9/8/2016), menuai kontroversi. Banyak yang menuding Trump mengajak orang-orang untuk mengambil langkah tertentu apabila Hillary Clinton, rivalnya dari Partai Demokrat, mencabut Amandemen Kedua Amerika Serikat, apabila menjadi presiden kelak.

Sebagai informasi, Amandemen Kedua adalah salah satu konstitusi negara Amerika Serikat. Amandemen Kedua, yang mengatur bahwa setiap warga negara Amerika Serikat berhak memiliki senjata api, memang menjadi salah satu butir konstitusi yang kontroversial dalam dunia perpolitikan modern negeri Abang Sam.

"Hillary ingin menghapus, benar-benar menghapus Amandemen Kedua," kata Trump dalam kampanyenya di Wilmington, North Carolina, Selasa seperti dikutip dari Reuters.

"Omong-omong, jika ia memilih untuk mengambil langkah itu, tak ada hal lain yang bisa Anda lakukan wahai rekan-rekan," kata Trump, lalu melanjutkan, "Para pendukung Amandemen Kedua, mungkin punya solusinya, saya tidak tahu".

Pernyataan Trump memicu kontroversi. Pasalnya, pernyataan tersebut dinilai bisa diinterpretasikan bermacam-macam.

Banyak pihak yang menilai, pernyataan Trump tersebut bisa dianggap sebagai sebuah ajakan untuk menjegal langkah Clinton maju ke pemilihan presiden. Tim kampanye Clinton menyebutnya sebagai pernyataan yang "berbahaya".

"Seseorang yang ingin menjadi presiden Amerika Serikat tidak seharusnya mengajarkan kekerasan dalam bentuk apapun," katanya.

Dalam klarifikasinya, pihak Trump menegaskan bahwa pernyataan Trump sesungguhnya merupakan ajakan kepada para pendukung Amandemen Kedua untuk memberikan suaranya kepada Trump pada pilpres.

"Ini disebut kekuatan penyatuan - para pendukung Amandemen Kedua memiliki semangat dan amat bersatu, yang membuat mereka memiliki kekuatan politik besar," kata pihak Trump dalam sebuah pernyataannya.

Setelah melontarkan pernyataan tersebut, media sosial ikut riuh. Tak sedikit netizen yang menuding Trump secara tidak langsung mengajak orang membunuh Clinton. Hanya dalam tiga jam, kata-kata "Amandemen Kedua" menjadi topik tren di Twitter.

Dalam sebuah wawancara dengan televisi Fox usai kampanye, Trump kembali menegaskan ketakutannya pada kemungkinan Clinton menghapus Amandemen Kedua konstitusi AS tersebut.

"Ini adalah gerakan yang amat kuat, Amandemen Kedua," kata Trump.

"Hillary ingin merebut senjata Anda. Ia ingin membuat Anda tak terlindungi di rumah. Ini adalah gerakan politik yang besar," lanjutnya. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

Kenang Ani Yudhoyono Lewat Novel, SBY: Saya Sudah Move On

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Energi Liar Deus Slidetober 2026 Ditutup Aksi Memukau The Panturas

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:15 WIB

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

Pulihkan Kerugian Korban, Panja DPR Masukkan Kejahatan Investasi Bodong ke RUU Perampasan Aset

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:01 WIB

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Cekcok Transfer Uang Berujung Maut: Pemilik Kafe di Lampung Timur Tikam Pelanggan

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:54 WIB

×