Migrasi Pertamax ke Pertalite: Efek Domino di Baik Kenaikan BBM yang Mengintai

Muhamad Yasir, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:49 WIB
Migrasi Pertamax ke Pertalite: Efek Domino di Baik Kenaikan BBM yang Mengintai
Ilustrasi-Migrasi Pertamax ke Pertalite: Efek Domino di Baik Kenaikan BBM yang Mengintai
baca 10 detik
  • Pemerintah menaikkan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter guna mengurangi beban kompensasi pada anggaran negara.
  • Kenaikan harga memicu migrasi konsumen ke Pertalite yang lebih murah, sehingga membebani anggaran subsidi BBM pemerintah secara nasional.
  • Lonjakan permintaan Pertalite berpotensi menyebabkan kelangkaan bahan bakar bersubsidi dan memicu keresahan sosial di sejumlah wilayah SPBU.

Suara.com - Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter bukan sekadar perubahan angka di papan SPBU. Dalam hitungan jam, kebijakan itu mulai mengubah kebiasaan jutaan pengguna kendaraan.

Di sejumlah SPBU, antrean Pertalite tampak semakin padat. Sementara di jalur Pertamax, suasananya jauh lebih lengang.

Bagi banyak orang, terutama mahasiswa, pekerja, dan pengemudi ojek online, lonjakan harga hingga Rp3.950 per liter membuat pilihan bahan bakar kini lebih ditentukan isi dompet ketimbang preferensi kendaraan.

"Saya biasanya ngisi Pertamax, tapi kalau naiknya segini ya mikir-mikir, apalagi gaji nggak ikut naik," kata Ian, pekerja swasta di Yogyakarta.

Pemandangan serupa terlihat di SPBU 34.15417 Jalan Siliwangi, Pamulang, Tangerang Selatan. Antrean sepeda motor mengular di dispenser Pertalite. Sebagian besar pengantre adalah mahasiswa dan pengemudi ojol yang berburu bahan bakar lebih murah.

Fenomena itu menjadi gambaran awal dampak kenaikan BBM nonsubsidi. Ketika harga melonjak, sebagian konsumen tak butuh waktu lama untuk berpindah pilihan.

Mengapa Pemerintah Membiarkan Pertamax Naik Tajam?

Pengamat Ekonomi Energi Fahmy Radhi menilai kenaikan harga Pertamax menunjukkan pemerintah mulai realistis menghadapi tekanan fiskal yang kian berat.

Selama tiga bulan terakhir, harga Pertamax ditahan. Namun kenaikan harga minyak dan biaya energi membuat ruang pemerintah untuk mempertahankan harga semakin sempit.

baca juga

"Setelah ditahan selama 3 bulan, Pemerintah akhirnya menaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Penaikan ini mengindikasikan bahwa Pemerintah mulai realistis untuk mengurangi beban pengeluaran APBN untuk bayar kompensasi," kata Fahmy.

Logikanya sederhana. Ketika harga BBM nonsubsidi dinaikkan, beban kompensasi yang harus ditanggung negara berkurang. APBN pun bisa bernapas lebih lega.

Namun persoalannya tidak sesederhana itu.

Di lapangan, kenaikan harga justru membuka persoalan baru: semakin banyak konsumen mulai melirik Pertalite.

Dengan harga Pertamax Rp16.250 per liter dan Pertalite Rp10.000 per liter, selisih keduanya kini mencapai Rp6.250 per liter.

Angka itu terdengar kecil jika dihitung sekali isi. Tetapi dalam sebulan, dampaknya terasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banyak Protes Pertamax Naik, Jubir Bahlil Ajak Rakyat Bergandeng Tangan

Banyak Protes Pertamax Naik, Jubir Bahlil Ajak Rakyat Bergandeng Tangan

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:53 WIB

Kenaikan Pertamax Wajib Diiringi Perbaikan Layanan dan Mutu!

Kenaikan Pertamax Wajib Diiringi Perbaikan Layanan dan Mutu!

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:25 WIB

Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh Belum Turun ke Jalan Meski Harga Pertamax Melonjak

Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh Belum Turun ke Jalan Meski Harga Pertamax Melonjak

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:25 WIB

Terkini

IHSG Masih Betah di Zona Merah ke Level 5.200 Rabu Pagi

IHSG Masih Betah di Zona Merah ke Level 5.200 Rabu Pagi

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:16 WIB

Mendagri & Menkeu Pastikan Ketersediaan Anggaran Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera

Mendagri & Menkeu Pastikan Ketersediaan Anggaran Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:14 WIB

Brent Tertahan di 113 Dolar AS, Konflik Timur Tengah Bayangi Pasar Minyak

Brent Tertahan di 113 Dolar AS, Konflik Timur Tengah Bayangi Pasar Minyak

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:14 WIB

Hadapi Banyak Tantangan, Gus Ipul Kumpulkan Kepala Sekolah Rakyat se-Indonesia

Hadapi Banyak Tantangan, Gus Ipul Kumpulkan Kepala Sekolah Rakyat se-Indonesia

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:12 WIB

Tujuh Rumah di Menteng Ludes Terbakar, Puluhan Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

Tujuh Rumah di Menteng Ludes Terbakar, Puluhan Warga Mengungsi ke Lahan Kosong

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:11 WIB

4 Sekolah Rakyat Raih Penghargaan Mandaya Awards 2026

4 Sekolah Rakyat Raih Penghargaan Mandaya Awards 2026

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:06 WIB

HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan & Kemandirian Bangsa

HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan & Kemandirian Bangsa

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:06 WIB

KSPI Imbau Aksi 28 Oktober Berlangsung Damai, Tanpa Kekerasan dan Kerusuhan

KSPI Imbau Aksi 28 Oktober Berlangsung Damai, Tanpa Kekerasan dan Kerusuhan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:05 WIB

Review Tenzing: Kisah Nyata Perjuangan Pendaki Korban Diskriminasi Everest

Review Tenzing: Kisah Nyata Perjuangan Pendaki Korban Diskriminasi Everest

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Suahasil Siapkan Insentif Rp 1 Triliun ke Pemda Jika Kinerja Memuaskan

Suahasil Siapkan Insentif Rp 1 Triliun ke Pemda Jika Kinerja Memuaskan

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:55 WIB

×