Menag: Toleransi Beragama Dibutuhkan di Indonesia

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 11 Agustus 2016 | 03:04 WIB
Menag: Toleransi Beragama Dibutuhkan di  Indonesia
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menilai toleransi jangan hanya dipahami tetapi juga harus dipraktikkan dan dijadikan sebagai kebutuhan masyarakat yang majemuk.

"Memelihara toleransi sangat diperlukan di dalam negara beragam, di dalam masyarakat majemuk, seperti yang kita miliki sekarang," katanya pada seminar 'Memelihara Toleransi dalam Masyarakat Majemuk' di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, Rabu (10/8/2016).

Tuhan memang menciptakan manusia secara plural sehingga perlu memahami, mempraktikkan, dan menjadikan toleransi sebagai kebutuhan,tanpa mengusik akidah satu keyakinan, kepercayaan, dan agama tertentu.

"Tidak hanya antaragama, di dalam satu agama pun muncul banyak perbedaan. Untuk itu, toleransi perlu dipraktikkan secara bijaksana karena kita memang hidup di dalam masyarakat yang beragam," kata Lukman.

Rektor UKDW Henry Feriadi mengatakan universitas yang dipimpinnya memang bersemangat untuk terus menumbuhkan toleransi tanpa memandang agama, etnis, dan status.

"Sejak awal berdirinya UKDW selalu mengedepankan pluralisme. Mengembangkan teologia yang kontekstual, bukan berbasis pada Eropa, Timur Tengah maupun yang lain," kata Henry.

Koordinator seminar Wahyu Nugroho mengatakan bangsa Indonesia merupakan bangsa yang sangat religius tetapi sekaligus bangsa yang menderita karena kekerasan-kekerasan bernuansa agama.

"Oleh karena itu, seminar bertujuan membangkitkan komitmen di antara kalangan beragama di Indonesia untuk setia pada panggilan kenabiannya menjadi penjaga sekaligus pemelihara toleransi dengan mengedepankan kedamaian yang menjadi sifat hakikinya," katanya.

Menurut dia, Pusat Studi Agama-agama Fakultas Teologi UKDW sebagai penyelenggara seminar ingin mengajak para peserta agar menyadari ada kekuatan politis-sosiologis yang tidak pernah bosan berusaha menghancurkan spirit toleransi masyarakat dengan isu-isu rasial maupun politis.

"Pengenalan terhadap kekuatan-kekuatan tersebut menjadi salah satu modal bagi kita untuk memutus mata rantai intoleransi," kata Wahyu. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×