- PB Percasi menggelar Rakernas ke-46 di Serang pada Sabtu, 24 Oktober 2026, yang dihadiri perwakilan 32 pengprov.
- Rakernas memutuskan sistem prakualifikasi zona untuk PON 2028 serta menetapkan Jakarta sebagai tuan rumah Kejurnas dan Rakernas 2027.
- PB Percasi berencana menggulirkan Liga Catur Nasional pada April 2027 guna membangun ekosistem olahraga yang lebih profesional.
Suara.com - Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) berencana menggulirkan Liga Catur Nasional pada April 2027. Kompetisi ini disiapkan sebagai langkah untuk mendorong perkembangan catur Indonesia sekaligus membangun ekosistem olahraga catur yang lebih profesional.
Rencana tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Percasi ke-46 Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Le Dian, Serang, Sabtu (24/10/2026).
Rakernas tersebut diikuti perwakilan dari 32 dari total 38 Pengurus Provinsi (Pengprov) Percasi. Sejumlah keputusan dan rekomendasi dihasilkan, dengan salah satu fokus utama adalah persiapan cabang olahraga catur menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pandapotan Sinaga selaku pemimpin sidang menyebut Rakernas Percasi 2026 berlangsung kondusif dan menghasilkan sejumlah keputusan penting untuk mendukung persiapan PON serta penyelenggaraan kejuaraan nasional.
“Rakernas kali ini berlangsung sangat kondusif, humanis, dan humoris, serta menghasilkan keputusan penting yang siap dijalankan untuk kepentingan PON dan Kejurnas,” kata Pandapotan Sinaga.
Ia menambahkan, salah satu keputusan penting berkaitan dengan pemerataan kesempatan bagi provinsi untuk berpartisipasi dalam PON 2028 melalui sistem prakualifikasi berbasis zona.
“Salah satu keputusan utamanya adalah pemerataan peserta PON melalui sistem prakualifikasi berbasis zona, agar jangkauannya menyentuh seluruh warga masyarakat Indonesia,” ia menambahkan.
Selain persiapan menuju PON 2028, PB Percasi juga mulai mematangkan rencana penyelenggaraan Liga Catur Nasional. Gagasan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Ketua Umum PB Percasi, Agustiar Sabran.
Sekretaris sidang Rakernas, Nanang Pujalaksana, mengatakan konsep awal kompetisi tersebut telah diperkenalkan kepada para perwakilan Pengprov. PB Percasi juga menerima berbagai masukan untuk menyempurnakan rancangan liga.
“Dalam Rakernas kali ini, pengurus mengintroduksi usulan konsep Liga Catur Nasional kepada Pengprov. Berbagai masukan dan usulan perbaikan diterima,” ucap Nanang Pujalaksana.
Menurut Nanang, regulasi dan berbagai aspek penyelenggaraan kompetisi akan kembali dirumuskan oleh PB Percasi sebelum disosialisasikan kepada para anggota.
Liga Catur Nasional ditargetkan mulai bergulir pada April 2027. Pada tahap awal, kompetisi kemungkinan digelar dalam satu divisi. Namun, PB Percasi berharap format tersebut dapat berkembang menjadi dua tingkatan pada tahun-tahun berikutnya, yakni Liga Pratama dan Liga Utama.
Pandapotan Sinaga menilai kompetisi tersebut dapat menjadi salah satu upaya untuk menjadikan catur sebagai olahraga profesional dengan pengelolaan yang lebih terstruktur.
“Liga Catur ini dirancang untuk membangun catur sebagai olahraga profesional yang dikelola secara profesional. Diharapkan ke depannya akan lahir klub-klub di berbagai daerah sehingga penyebaran catur tidak hanya terpusat di Pulau Jawa,“ ujar Pandapotan Sinaga.
Di luar rencana liga, Rakernas Percasi 2026 juga menetapkan Daerah Khusus Jakarta sebagai tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-52 Tahun 2027. Jakarta sekaligus dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan Rakernas Percasi ke-47 Tahun 2027.