Mahalnya "Harga" Medali Olimpiade

Suwarjono

Minggu, 21 Agustus 2016 | 19:12 WIB
Mahalnya "Harga" Medali Olimpiade
Perenang Australia, Emma McKeon, meraih medali perunggu di nomor 200 meter gaya bebas putri Olimpiade 2016 Rio de Janeiro [Reuters/Dominic Ebenbichler]

Suara.com - Ajang kompetisi olah raga terbesar sedunia, Olimpiade, segera berakhir, namun tim Australia sudah melihat bahwa penampilan mereka di siklus empat tahunan ini jauh di bawah target untuk pantas bercokol di posisi lima besar.

Australia menggelontorkan dana sebanyak 340 juta dolar Australia, setara dengan Rp3,4 triliun (1 dolar = Rp10.000), untuk mempersiapkan atlet-atlet andalan mereka berlaga di Rio de Janeiro, namun sejauh ini medali yang berhasil didulang hanya 27.

Kenyataan ini jauh di bawah target Komite Olimpiade Australia pada Desember lalu, di mana kontingen negeri Kangguru diharapkan bisa berada di posisi lima besar dengan setidaknya 37 medali, termasuk 13 emas.

Bila dihitung dengan dana yang telah dikeluarkan Australia, maka rerata "harga" satu medali di Olimpiade Rio adalah 12,5 juta dolar atau sekitar Rp125 miliar.

Melesetnya target Australia di Olimpiade Rio mulai terkuak dari kegagalan beberapa andalan seperti Anna Meares yang gagal pertahanan gelar di kelas sepeda balap, Dani Samuels yang hanya menempati posisi empat di lempar cakram, dan tim basket putri yang harus kandas di tangan tim Serbia.

Beberapa medali dari cabang renang juga gagal diraih oleh Emily Seebohm, Mitch Larkin, dan Campbell bersaudara.

Prestasi puncak Australia tercatat saat Olimpiade digelar di Sydney tahun 2000, di mana sebagai tuan rumah sukses mengantungi 58 medali dan 16 di antaranya adalah emas. Namun sejak itu performa tim Australia terus menurun, ketika di Athena total medali yang dibawa pulang hanya 49 keping, lantas di Beijing tahun 2008 berkurang menjadi 46 medali saja.

Di Olimpiade London 2012, Australia mendulang 35 medali dan tujuh di antaranya adalah medali emas.

Jika dibandingkan dengan negara-negara lain, investasi Australia di kancah Olimpiade masih terhitung moderat, dengan melihat Inggris menggelontorkan 600 juta dolar untuk persiapan menuju Rio, dengan hasil yang mereka raih hingga hari ke-14 maka harga per medali adalah 10,9 juta dolar (Rp109 miliar).

Lalu Amerika yang bertahta di posisi teratas menghabiskan 1,042 miliar dolar untuk Olimpiade 2012 lalu, yang bila angkanya sama dengan tahun ini, berarti "menebus" dengan 11 juta dolar (Rp110 miliar) untuk tiap keping medali yang mereka raih.

Indonesia Ketika tim Olimpiade 2016 dikukuhkan, sebanyak 28 atlet yang akan diberangkatkan adalah andalan di enam cabang olah raga; bulutangkis, renang, angkat besi, panahan, atletik, dayung, dan balap sepeda.

"Tradisi emas" di cabang bulutangkis membumbungkan asa Indonesia sehingga jumlah atlet yang dikirim untuk berlaga pun tercatat menjadi yang terbanyak, 10 orang.

Angkat besi juga menjadi tumpuan harapan Indonesia di Rio, karena beberapa kali "lifter" pria dan perempuan berhasil menorehkan prestasi di cabang ini, total atlet yang diberangkatkan adalah tujuh.

Hingga berita ini diturunkan, Indonesia mengumpulkan 3 medali, terdiri atas satu emas dari ganda campuran bulutangkis Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, dan masing-masing satu perak dari cabang angkat besi yaitu Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni.

Untuk persiapan berlaga di Rio, durasi pelatihan intensif diperpanjang menjadi tujuh bulan--dari yang hanya empat bulan saat mempersiapkan Olimpiade 2012 di London. Sementara total anggaran yang dikeluarkan pemerintah adalah Rp35 miliar. Uang ini digunakan untuk biaya pelatihan intensif, transportasi pulang-pergi menggunakan penerbangan kelas bisnis ke Brasil, dan uang saku atlet selama berlaga di sana.

Bila dihitung rasio anggaran terhadap medali, maka satu medali yang diraih Indonesia rerata berharga Rp11,7 miliar. Namun angka ini belum termasuk uang bonus yang dijanjikan bakal diberikan kepada atlet yang sukses membawa pulang medali. Pemerintah lewat Kementerian Pemuda dan Olahraga menyiapkan ganjaran ekstra Rp5 miliar untuk emas, Rp2 miliar untuk perak, dan Rp1 miliar buat perunggu.

Bonus dari pihak-pihak lain, seperti PB PABBSI untuk para atlet angkat besi juga akan mengalir, minimal satu unit rumah buat peraih medali Olimpiade.

Dari tahun ke tahun, Indonesia memasang target yang sangat "realistis" di Olimpiade. Hal ini bisa dimaklumi karena secara statistik memang andalan Indonesia masih terbatas di beberapa cabang saja, yakni bulutangkis dan angkat besi.

Tidak ada yang salah dengan fokus itu, tapi dari total 225 juta orang penduduk di Indonesia, tentu potensi yang bisa diasah sangatlah luar biasa.

China dan Amerika dengan populasi besar menunjukkan performa yang bagus di Olimpiade. Kunci suksesnya sebagian terletak di keseriusan pendanaan, dan sebagian lainnya adalah berkat melimpahnya bibit-bibit atlet yang ada di negara mereka.

Seperti dikutip laman News.com.au, Profesor Hans Westerbeek dari Universitas Victoria menyebutkan populasi yang besar sejatinya adalah ladang emas buat perburuan atlet-atlet berkualitas, selain tentu saja ketersediaan sumber daya dana dan riset di cabang-cabang olahraga yang potensial harus terjamin konsistensinya.

Di awal, Indonesia menargetkan "hanya" 3 medali emas. Akan tetapi harapan ini pupus seiring kegagalan atlet-atlet Indonesia berlaga secara cemerlang, termasuk ganda putra peringkat dua dunia Hendra Setiawan/Moh Ahsan yang harus angkat koper sejak babak penyisihan grup.

Dengan realisasi 1 emas dan 2 perak, Indonesia menempati posisi 41 dari total 71 negara yang ambil bagian di Olimpiade Rio. Jelas, Indonesia sangat perlu berbenah. Apalagi melihat negeri jiran Thailand bertengger di urutan 26 dengan koleksi dua emas, dua perak, dan dua perunggu.

Boleh jadi, harga per keping medali Indonesia memang relatif lebih murah daripada Australia, Amerika, dan Inggris. Tapi ini patutnya tidak menjadi "penghiburan" buat prestasi yang masih sangat di bawah potensi. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lee Chong Wei Kembali Gagal Rebut Emas Olimpiade

Lee Chong Wei Kembali Gagal Rebut Emas Olimpiade

News | Minggu, 21 Agustus 2016 | 03:03 WIB

Perolehan Medali Sementara Olimpiade, Indonesia Posisi 42

Perolehan Medali Sementara Olimpiade, Indonesia Posisi 42

News | Sabtu, 20 Agustus 2016 | 14:12 WIB

Persiapan AG di Indonesia, Menko PMK 'Contek' Mess Atlet di Rio?

Persiapan AG di Indonesia, Menko PMK 'Contek' Mess Atlet di Rio?

News | Sabtu, 20 Agustus 2016 | 13:52 WIB

Wah Asyiknya, Para Pahlawan Indonesia di Rio Dapat Bonus Utuh

Wah Asyiknya, Para Pahlawan Indonesia di Rio Dapat Bonus Utuh

News | Jum'at, 19 Agustus 2016 | 19:43 WIB

Bulutangkis Sumbang Emas di Rio, Okto: Ini Kemenangan Kita Semua

Bulutangkis Sumbang Emas di Rio, Okto: Ini Kemenangan Kita Semua

News | Jum'at, 19 Agustus 2016 | 18:08 WIB

Perolehan Medali Sementara Olimpiade, Indonesia Posisi 40

Perolehan Medali Sementara Olimpiade, Indonesia Posisi 40

News | Jum'at, 19 Agustus 2016 | 14:09 WIB

Terkini

Prabowo Sebut PDIP Sehati, Hasto Ungkap Titah Megawati: Kader Pantang Jadi Buzzer Penyerang

Prabowo Sebut PDIP Sehati, Hasto Ungkap Titah Megawati: Kader Pantang Jadi Buzzer Penyerang

News | Senin, 27 Juli 2026 | 08:35 WIB

Drama Teach You a Lesson, Aksi Agen BPHP dalam Menumpas Kejahatan Remaja

Drama Teach You a Lesson, Aksi Agen BPHP dalam Menumpas Kejahatan Remaja

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 08:30 WIB

Siswa Sekolah Rakyat Semarakkan Ajang Jember Fashion Carnaval 2026

Siswa Sekolah Rakyat Semarakkan Ajang Jember Fashion Carnaval 2026

News | Senin, 27 Juli 2026 | 08:29 WIB

Bentrok PSHT vs Ormas Maluku Satu Rasa di Surabaya, 3 Orang Terluka

Bentrok PSHT vs Ormas Maluku Satu Rasa di Surabaya, 3 Orang Terluka

Jatim | Senin, 27 Juli 2026 | 08:25 WIB

Maut di Tikungan Gelap: Perjalanan Terakhir Andre Saputra di Arus Irigasi Batanghari

Maut di Tikungan Gelap: Perjalanan Terakhir Andre Saputra di Arus Irigasi Batanghari

Lampung | Senin, 27 Juli 2026 | 08:13 WIB

Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri

Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri

Bisnis | Senin, 27 Juli 2026 | 08:11 WIB

5 Rekomendasi Lipstik Matte yang Tidak Membuat Bibir Kering Sesuai Review Pengguna

5 Rekomendasi Lipstik Matte yang Tidak Membuat Bibir Kering Sesuai Review Pengguna

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 08:10 WIB

Sarat Diskriminasi, Entourage Bali Ikut Disorot Pemerintah Australia

Sarat Diskriminasi, Entourage Bali Ikut Disorot Pemerintah Australia

News | Senin, 27 Juli 2026 | 08:00 WIB

Karhutla Landa Kawasan Bromo, Empat Hektare Hutan Terbakar

Karhutla Landa Kawasan Bromo, Empat Hektare Hutan Terbakar

Foto | Senin, 27 Juli 2026 | 08:00 WIB

Minat Menabung untuk Haji Meningkat, Tabungan Haji Bank Mega Syariah Melonjak 12 Persen

Minat Menabung untuk Haji Meningkat, Tabungan Haji Bank Mega Syariah Melonjak 12 Persen

Bisnis | Senin, 27 Juli 2026 | 07:50 WIB

×