Travel yang Berangkatkan Haji 177 WNI Berpaspor Filipina Ilegal

Adhitya Himawan | Nikolaus Tolen | Suara.com

Selasa, 23 Agustus 2016 | 14:29 WIB
Travel yang Berangkatkan Haji 177 WNI Berpaspor Filipina Ilegal
Gedung Kementerian Agama di Kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (12/3/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Inspektur Jenderal Kementerian Agama Muhammad Jasin mengatakan bahwa travel dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji yang memberangkatkan 177 Warga Negara Indonesia dan menggunakan paspor Filipina adalah ilegal. Kata dia, sampai saat ini terdapat 693 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah dan 269 Penyelenggara Ibadah Haji Khusus yang terdaftar di Kementerian Agama.

"Kami memastikan travel dan KBIH ilegal. Maka semuanya tidak bisa dikategorikan sebagai PPIU dan PHIK," kata M Jasin dalam konferensi pers di Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Selasa (23/8/2016). 

Jasin menambahkan karena dikategorikan ilegal, maka hal tersebut sudah masuk dalam ranah pidana umum. Karenanya, ia menyerahkan hal ini kepada penegak hukum untuk melakukan penindakan. Kementerian Agama, kata dia, hanya berwenang untuk menertibkan pelanggaran yang dilakukan oleh PPIU dan PIHK yang berizin sesuai dengan aturan yang berlaku. 

"Jika penyelenggara itu ilegal kami akan berikan sanksi berupa pencabutan izin," katanya.

Sebelumnya, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal menuturkan tim KBRI Manila dibantu oleh dua orang tim Kemlu pusat telah mengidentifikasi WNI yang saat ini ditahan di Imigrasi Camp Bagong Diwa Bicutan, Manila, Filipina.

"Diketahui bahwa terdapat 177 WNI terdiri dari 100 perempuan dan 77 laki-laki," kata  Iqbal Minggu (21/8/2016)

Untuk mendapatkan kepastian hukum terhadap status kewarganegaraan 177 orang yang mayoritas berasal dari Sulawesi Selatan itu, Kemlu melakukan pengecekan data melalui Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian.

Selain memastikan bahwa kondisi ratusan WNI secara umum baik, KBRI Manila juga memasok kebutuhan logistik harian para WNI, seperti makanan, minuman, obat-obatan, pakaian dan perlengkapan sanitasi. Pihak KBRI juga telah membentuk tim piket agar mereka bisa memantau keadaan seluruh 177 WNI di detensi imigrasi dan bersiaga selama 24 jam untuk merespons setiap perkembangan yang membutuhkan penanganan secara cepat.

Sebanyak 177 WNI ditangkap imigrasi Bandara Internasional Manila karena menggunakan paspor Filipina, Sabtu (20/8/2016). Peristiwa tersebut terbongkar ketika imigrasi Filipina mencari dua warga Filipina yang diduga bertindak sebagai pendamping untuk sekelompok orang Indonesia yang ingin berangkat ke Mekkah pada 17 dan 18 Agustus.

Komisaris Badan Imigrasi Filipina Jaime Morente mengatakan mereka malah bertemu dengan 177 warga Indonesia yang sudah bersiap untuk terbang ke Madinah. Jamaah haji asal Indonesia berpaspor Filipina itu akhirnya ditahan karena saat diperiksa oleh pihak keimigrasian Filipina, mereka tidak dapat berbicara dengan dialek lokal seperti Tagalog, Maranao, Cebuano, atau Maguindanao. Mereka hanya bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sebanyak 27.620 Jamaah Haji Indonesia Mulai Padati Kota Mekkah

Sebanyak 27.620 Jamaah Haji Indonesia Mulai Padati Kota Mekkah

News | Selasa, 23 Agustus 2016 | 07:14 WIB

DPR Minta Kemlu Pastikan 177 WNI Calon Haji di Filipina Selamat

DPR Minta Kemlu Pastikan 177 WNI Calon Haji di Filipina Selamat

News | Senin, 22 Agustus 2016 | 13:25 WIB

Sebanyak 21.568 Jamaah Haji Indonesia Telah Tiba di Mekkah

Sebanyak 21.568 Jamaah Haji Indonesia Telah Tiba di Mekkah

News | Senin, 22 Agustus 2016 | 06:41 WIB

Calon Jemaah Haji Tertangkap, WNI Diimbau Gunakan Jalur Resmi

Calon Jemaah Haji Tertangkap, WNI Diimbau Gunakan Jalur Resmi

News | Minggu, 21 Agustus 2016 | 06:45 WIB

Sepuluh Jamaah Haji RI Meninggal, 8 Terkena Kardiovaskular

Sepuluh Jamaah Haji RI Meninggal, 8 Terkena Kardiovaskular

News | Kamis, 18 Agustus 2016 | 15:01 WIB

Satu Calhaj Aceh Meninggal di Madinah

Satu Calhaj Aceh Meninggal di Madinah

News | Minggu, 14 Agustus 2016 | 04:46 WIB

Ratusan Jamaah Calhaj Batal Berangkat Karena Visa Belum Jadi

Ratusan Jamaah Calhaj Batal Berangkat Karena Visa Belum Jadi

News | Kamis, 11 Agustus 2016 | 10:10 WIB

Calon Jamaah dengan Kondisi Ini Dilarang Pergi Haji

Calon Jamaah dengan Kondisi Ini Dilarang Pergi Haji

News | Rabu, 10 Agustus 2016 | 13:06 WIB

Puluhan Ribu Jamaah Calon Haji Belum Terima Visa

Puluhan Ribu Jamaah Calon Haji Belum Terima Visa

News | Selasa, 09 Agustus 2016 | 09:22 WIB

Menag Minta Jamaah Haji Jaga Nama Indonesia

Menag Minta Jamaah Haji Jaga Nama Indonesia

News | Selasa, 09 Agustus 2016 | 08:33 WIB

Terkini

Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO

Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:07 WIB

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB