alexametrics

Ini Isi Telegram Rahasia Mabes Polri

Dythia Novianty | Welly Hidayat
Ini Isi Telegram Rahasia Mabes Polri
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar. [Suara.com/Welly Hidayat]

Polri melarang anggotanya menggunakan medsos secara berebihan.

Suara.com - Mabes Polri menerbitkan telegram rahasia (TR) terkait larangan Anggota Polri berlebihan menggunakan media sosial. Apalagi, sampai memamerkan kemewahan di medsos.

"TR, soal tidak boleh bermewah-mewahan di media sosial, sudah kita keluarkan Minggu lalu," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (24/8/2016).

Menurut Boy, larangan tersebut karena sudah banyak anggota yang pamer kemewahan di medsos. Maka itu, perlu dilakukan aturan dan pembatasan.

"Kami perhatikan, saat ini dalam penggunaan medsos banyak sekali tampilan tidak pantas yang dilakukan oleh personil kepolisian tidak mencerminkan aparat negara. Tidak mencerminkan abdi negara," ujarnya.

Dia menambahkan, perilaku menunjukkan kemewahan di medsos jelas melanggar kode etik kedisiplinan Polri. Parahnya, ada banyak anggota polisi yang mengekspos kegiatan di luar batas kewajaran.

Penggunaan untuk mengunggah, ungkapnya, foto-foto yang merendahkan martabat kepolisian, apalagi yang berkaitan dengan ujaran kebencian, karena bisa menjadi permasalahan hukum dan dapat menimbulkan antipati masyarakat terhadap Polri.

"Ini sangat tidak boleh. Berkaitan masalah disiplin dan kode etik profesi. Jadi telegram itu mengingatkan personil untuk tidak menggunakan medsos‎," ujar Boy.