Array

Jimly: Jangan Percaya Survei Pilkada

Minggu, 18 September 2016 | 11:46 WIB
Jimly: Jangan Percaya Survei Pilkada
Peluncuran buku "Sosok, Kiprah, dan Pemikiran" karya Jimly Asshiddiqie di Jakarta, Sabtu (16/4). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshiddiqie menanggapi adanya fenomena gerakan penolakan calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) oleh Forum Rukun Tetangga dan Rukun Warga seluruh Jakarta. Menurutnya adanya gerakan penolakan Ahok kembali maju di Pilkada DKI Jakarta 2017 oleh Forum RT/RW sangat tidak lazim.

"Kalau ada petahana, selalu ada masalah prioritas aparat. Kok ada Forum RT/RW yang anti Ahok? Ini aneh sekali," kata Jimly saat memberikan sambutan di acara launching Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (18/9/2016).

Dia pun menilai masalah primordial masih menjadi hambatan dan menjadi masalah serius dalam berdemokrasi.

"Semua menonton Pilkada DKI dengan harap-harap cemas. Ada calon yang tidak lazim. Tidak ikut idealitas yang sifatnya konvensional. Ada problem serius. Apakah masyarakat Jakarta sudah sangat rasional untuk memilih atau masih dipengaruhi sifat-sifat primordial?" kata dia.

Dia juga mencontohkan negara-negara yang sudah melewati masalah primordial dalam memilih pemimpinnya.

"Orang banyak bahas, ada Wali Kota Muslim di London. Perspektif founding fathers-nya protestan. Dalam sejarah, tidak ada Presiden Amerika yang bukan protestan, kecuali setelah dua abad, John FK. Butuh dua abad untuk keluar dari kelompok mainstream," kata dia.

Selain itu, dia juga meminta agar masyarakat jangan terlalu percaya dengan hasil survei yang dilakukan terhadap bakal calon gubernur yang maju di Pilkada DKI. Dia sendiri berkaca pada hasil survei yang di Pilkada DKI sebelumnya yang menunjukkan Fauzi Bowo alias Foke unggul namun, pada saat pemilihan berlangsung kalah.

"Jangan percaya pada segala macam survei. Nggak penting itu survei-survei. Nggak pernah Foke turun dari 50 persen survei, ternyata kalah. Incumbant pula. Pemilih rasional dan yakin dengan tugas penyelenggara menjalankan tugas dengan terpercaya. Ketika sudah jadi calon, sama-sama kuat," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI