Ketua KONI Jatim: PON Jabar Paling Buruk soal "Fairness"

Liberty Jemadu Suara.Com
Rabu, 28 September 2016 | 03:08 WIB
Ketua KONI Jatim: PON Jabar Paling Buruk soal "Fairness"
Pegulat putra Kalsel Agus Setia (tengah) diamankan polisi usai bertanding melawan pegulat Kaltim pada semi final Kelas 54 Kg Putra PON XIX di Arena Saparua Sport Park, Bandung, Jabar, Selasa (27/9) [Antara/Zabur Karuru].

Suara.com - Ketua Umum KONI Jawa Timur Ir.Erlangga Satriagung mengkritisi penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat ini berupa penilaian bahwa "fairness" (kejujuran) PON kali ini paling buruk.

"Indikasinya, bisa dilihat pada hampir semua arena pertandingan, banyak terjadi kericuhan yang diakibatkan oleh buruknya kepemimpinan korps pengadil yang rata-rata berpihak pada tuan rumah," kata Erlangga kepada wartawan di Bandung, Selasa (27/9/2016).

Ia mengemukakan dalam mengajukan protes, mereka yang merasa dirugikan tidak hanya menyampaikannya dalam bentuk nota tertulis, tetapi tidak jarang juga disertai tindakan-tindakan yang kontra produktif seperti membanting meja, bahkan menganiaya wasit ataupun panitia pertandingan.

Erlangga menegaskan bahwa sikap kritis yang disampaikannya ini tidak terkait dengan jauhnya perolehan medali antara tuan rumah Jabar dengan para pesaingnya, khususnya Jatim dan DKI Jakarta.

"Sejak awal kami sudah memperhitungkan bahwa tuan rumah ingin menjadi juara umum dengan mengumpulkan medali sebanyak-banyaknya. Bahkan, Jabar terang-terangan minta kepada daerah pesaingnya untuk merelakan sejumlah medali emas dari sejumlah nomor agar dimenangkan oleh atlet Jabar dan itu telah kami setujui," ujarnya.

Ternyata, kata dia, hal itu belum cukup dan Jabar terus berusaha merebut medali terutama emas dari nomor-nomor tidak terukur yang berimbas pada banjirnya protes karena kontingen yang dirugikan merasa hak-haknya dikebiri.

Menurut dia, tujuan penyelenggaraan PON untuk mencari atlet handal menuju prestasi internasional, akhirnya tidak tercapai.

"Telah terjadi disorientasi PON. Kalau ke depan masih seperti ini, sebaiknya penyelenggaraannya ditinjau kembali," tegas Erlangga yang juga mantan atlet aeromodeling.

Ia menilai tindakan wasit yang merugikan, sangat merusak kehidupan atlet. Terutama bagi mereka yang jauh hari sudah berharap meraih kemenangan atas dasar hasil pertandingan pada pra-PON.

"Betapa hancur harapan mereka setelah dicurangi oleh wasit atau juri hanya karena ingin memenangkan atlet tuan rumah akibat pesanan. Kalau kalah ya memang karena kalah, dan kalau menang yang karena murni kemenangan, bukan karena diatur oleh pihak tertentu," kata dia.

Hingga Selasa pukul 21.30 WIB, Jatim berada di urutan kedua klasemen sementara perolehan medali dengan 123 emas atau lima keping di atas DKI Jakarta. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI