Partai Ini Siap Tampung Lulung Kalau Keluar PPP

Ardi Mandiri

Minggu, 09 Oktober 2016 | 12:29 WIB
Partai Ini Siap Tampung Lulung Kalau Keluar PPP
Kader PPP Abraham Lunggana alias Lulung [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) siap menampung Abraham Lunggana (Lulung) jika keluar dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Seperti diketahui, Lulung menyatakan kecewa dengan keputusan PPP yang mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat di Pilkada Jakarta 2017.

"Iya kami (PKB) siap terima Pak Haji Lulung kalau dia mau keluar dari PPP. Karena kekecewaannya terhadap DF (Djan Faridz)," ujar Wakil Ketua DPW PKB DKI Jakarta Abdul Azis melalui pesan WhatsApp, Minggu (9/10/2016).

Semula, PKB tak mau mencampuri urusan internal PPP, terutama mengenai keputusan Ketua Umum PPP Djan Faridz yang sudah menyatakan mendukung Ahok-Djarot.

Diketahui, Lulung berseberangan dengan keputusan PPP kubu Djan di Pilkada ini. PKB siap membuka pintu untuk Lulung apabila merasa sudah tidak sejalan dengan keputusan partai.

Meski siap menampung Lulung, anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi PKB ini mengatakan partainya belum melakukan komunikasi dengan Lulung yang saat ini masih menjabat Ketua DPW PPP DKI Jakarta.

"Kan harus tunggu dari Pak Haji Lulung-nya. Tapi intinya PKB sangat terbuka untuk Pak Haji Lulung," ujar Ketua Gerakan Pemuda Ansor DKI Jakarta ini.

Diketahui, pada Jumat (7/10/2016), Ketua Umum PPP Djan Faridz menyatakan mendukung Ahok-Djarot di Pilkada Jakarta 2017. Keputusan ini diambil berdasarkan rapat pleno DPP PPP tanggal 4 Oktober 2016. Keputusan ini juga sesuai Silaturahmi Nasional PPP 6 Oktober 2016, yang dihadiri seluruh pengurus wilayah PPP seluruh Indonesia.

Menanggapi keputusan partainya, Lulung dalam siaran tertulis yang diterima wartawan memastikan tak mau mendukung Ahok-Djarot.

"Sebagai Warga Negara Indonesia saya mempunyai hak politik yang berbeda dengan keputusan partai," ujar Lulung, Jumat (7/10/2016).

Lulung tetap konsisten untuk menentang Ahok. Karenanya, dia enggan mengikuti keputusan partai berlambang ka'bah tersebut. Bahkan, Lulung menganggap dirinya sebagai simbol perlawanan untuk Ahok.

"Sampai hari ini saya masih konsisten sebagai lambang perlawanan terhadap Ahok. Dan selama ini masyarakat Jakarta Indonesia pada umumnya sudah mengetahui bentuk perlawanannya," kata Lulung.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari fraksi PPP ini mengibaratkan politik laiknya warna hitam dan putih. PPP dukung atau tidak mendukung, sikap politik Lulung jelas tidak akan mendukung petahana.

"Menyikapi sikap politik DPP PPP yang mendukung pasangan Ahok dan Djarot di Pilkada DKI Jakarta, maka dengan ini saya menghormati dan menghargai keputusan DPP PPP," ujar dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PPP Kubu Romy: Lulung Tak Dukung Ahok-Djarot

PPP Kubu Romy: Lulung Tak Dukung Ahok-Djarot

News | Minggu, 09 Oktober 2016 | 10:24 WIB

Ahok Stop Dana Bamus, Lulung: 27% Warga Betawi Tak Bayar Pajak

Ahok Stop Dana Bamus, Lulung: 27% Warga Betawi Tak Bayar Pajak

News | Jum'at, 16 September 2016 | 18:15 WIB

Terkini

KPK Sita Rp59 Juta dan Ribuan Valas di Rumah Silmy Karim: Ada USD, Euro, hingga Yen!

KPK Sita Rp59 Juta dan Ribuan Valas di Rumah Silmy Karim: Ada USD, Euro, hingga Yen!

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 15:29 WIB

Pakar Ingatkan Paparan BPA dari Galon Guna Ulang Berkaitan dengan Pubertas Dini Pada Anak

Pakar Ingatkan Paparan BPA dari Galon Guna Ulang Berkaitan dengan Pubertas Dini Pada Anak

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 15:15 WIB

BEM UI: Polisi Hadang Demo Mahasiswa di HI, Bahkan Sempat Larang Kami Salat Jumat!

BEM UI: Polisi Hadang Demo Mahasiswa di HI, Bahkan Sempat Larang Kami Salat Jumat!

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 15:14 WIB

WALHI: PETI di Sumbar Sudah Hancurkan Lebih dari 10 Ribu Hektare Hutan dan Lahan

WALHI: PETI di Sumbar Sudah Hancurkan Lebih dari 10 Ribu Hektare Hutan dan Lahan

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 15:02 WIB

Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!

Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:52 WIB

Gedung DPR RI 'Dibentengi' Beton Meski Titik Utama Demo Mahasiswa di Bundaran HI

Gedung DPR RI 'Dibentengi' Beton Meski Titik Utama Demo Mahasiswa di Bundaran HI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:46 WIB

'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa

'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:45 WIB

DPRD DKI Jakarta Sahkan Perda P4GN

DPRD DKI Jakarta Sahkan Perda P4GN

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:43 WIB

Penumpang KA Jarak Jauh Wajib Tahu! Ada Pengalihan dari Gambir  ke Jatinegara Imbas Demo di Jakarta

Penumpang KA Jarak Jauh Wajib Tahu! Ada Pengalihan dari Gambir ke Jatinegara Imbas Demo di Jakarta

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:24 WIB

Baru Sebulan Pascabencana Mematikan, Izin Tambang Andesit Terbit di Kawasan Hulu Sumbar

Baru Sebulan Pascabencana Mematikan, Izin Tambang Andesit Terbit di Kawasan Hulu Sumbar

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 14:21 WIB