Romo Magnis Sayangkan Isu SARA Muncul di Pilkada DKI

Siswanto, Nikolaus Tolen

Senin, 10 Oktober 2016 | 20:40 WIB
Romo Magnis Sayangkan Isu SARA Muncul di Pilkada DKI
Budayawan, Permerhati Sosial, Franz Magnis Suseno. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)

Guru besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Franz Magnis Suseno mengatakan kontestasi politik Indonesia dalam pemilu umum, baik pemilihan eksekutif maupun legislatif, cukup baik. Namun, dia sangat menyayangkan adanya pihak yang mengangkat isu SARA.

"(Pemilihan) di Indonesia sebenarnya cukup baik, tapi isu SARA itu selalu hadir di dalamnya," kata Magnis di Universitas Paramadina, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (10/10/2016).

Situasi politik yang kian memanas membuat para calon menggunakan isu SARA dalam kampanye. Oleh karena itu, dia meminta agar masyarakat terus mewaspadai dan menolak isu yang sangat sensitif tersebut.

"Kita harus terus menerus mewaspadai isu ini, karena panasnya kampanye pemilihan entah itu untuk pimpinan, entah untuk DPR, DPRD. Itu tentu godaan buat politisi untuk memakai perasaaan primordial dan itu harus kita tolak," katanya.

Menurut Magnis isu SARA tidak hanya terjadi di Indonesia. Tetapi juga terjadi di berbagai belahan dunia.

"Tapi di banyak negara yang melihat keagamaan dan  suku masih penting. Isu Sara masih dipakai dalam argumentasi dan selalu dengan ancaman besar. Karena itu tidak rasional sebetulnya, jadi kalau pakai SARA rasanya mau menyingkirkan yang lain, bukan sekedar menang," katanya.

Di negara yang kebudayaannya sudah dianggap sekuler, isu tersebut sudah tidak laku, walaupun kadang muncul.

"Tergantung dari kebudayaan. Di negara yang sekular, agama tidak punya daya politik lagi, jadi orang tidak peduli, misalnya di Jerman, pemimpin dari Protestan, Katolik, atau tidak, orang tidak akan menanyakan. Memang, secara tidak langsung SARA juga muncul, misalnya di Jerman ada partai hijau dan dipimpin oleh orang Jerman keturunan Turki dan orang muslim sekarang tidak apa-apa dan diterima," kata Magnis.

Ketua Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Demokrat Dede Yusuf menyebut isu SARA merupakan strategi politik, tetapi sebenarnya tidak efektif. 

"Bagaimanapun dari hasil Pilkada di beberapa daerah, isu SARA itu sebetulnya tidak efektif. Karena isu korupsi lebih efektif," kata Dede.

Meski tidak efektif, kata dia, bisa tetap menimbulkan kebencian kolektif masyarakat. Dalam posisi ini, dia berharap supaya hukum ditegakkan terhadap siapa saja yang menjadi provokator.

"Tetapi tadi saya katakan, jika itu memancing kebencian orang lain dalam jumlah yang besar, tentu hukum harus bertindak. Karena kita adalah negara hukum. Hukum itu harus bertindak dan harus benar-benar ada peneguranlah," tutur Dede.

Dede mengimbau para kepala daerah tidak ikut-ikutan menyinggung isu yang bukan domainnya, terutama soal agama.

"Sebaiknya, sebagaimana kata Mendagri,  sebaiknya pemimpin, gubernur, bupati, apapun, tidak boleh masuk kepada koridor yang bukan menjadi domain pemerintah daerah, karena kalau agama itu kan domainnya pemerintah pusat," ujar Dede.

"Kita ikuti aturan itu saja, ikuti aturan itu, ikuti undang-undang, maka tidak akan ada masalah," Dede menambahkan.

Dede juga mengimbau kepada para kandidat jangan menggunakan isu SARA untuk menjatuhkan lawan politik.

"Poin utamanya tentu kita berpikir agar semuanya berpikiran dingin. Melaksanakan, istilahnya mencari simpati dan empati daripada masyarakat dengan cara yang baik dan benar dan tidak menggunakan cara-cara yang jelek," kata Dede. (Dian Rosmala)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dedi Mulyadi Akui Marketnya Makin Luas Gara-Gara Sering Ngonten, Mau Nyapres?

Dedi Mulyadi Akui Marketnya Makin Luas Gara-Gara Sering Ngonten, Mau Nyapres?

Entertainment | Selasa, 05 Agustus 2025 | 21:36 WIB

Jatuh Bangun Nasib Ridwan Kamil: Gagal di Jakarta, Kini Terseret Isu Korupsi dan Perselingkuhan

Jatuh Bangun Nasib Ridwan Kamil: Gagal di Jakarta, Kini Terseret Isu Korupsi dan Perselingkuhan

Lifestyle | Kamis, 27 Maret 2025 | 16:36 WIB

Tim RIDO Laporkan KPU ke DKPP dan Minta Pemungutan Suara Ulang, Anies: No Comment!

Tim RIDO Laporkan KPU ke DKPP dan Minta Pemungutan Suara Ulang, Anies: No Comment!

Kotak Suara | Sabtu, 07 Desember 2024 | 19:27 WIB

Pilkada DKI: El Rumi Pilih Dharma-Kun, Soroti Masalah Kabel Listrik

Pilkada DKI: El Rumi Pilih Dharma-Kun, Soroti Masalah Kabel Listrik

Video | Rabu, 27 November 2024 | 16:00 WIB

Cak Lontong 'Ronda' Amankan Suara Pramono-Rano di Masa Tenang Pilkada

Cak Lontong 'Ronda' Amankan Suara Pramono-Rano di Masa Tenang Pilkada

Kotak Suara | Minggu, 24 November 2024 | 16:10 WIB

Masa Tenang Pilkada DKI: Bawaslu Incar Pelaku Politik Uang Hingga Gang-gang Sempit!

Masa Tenang Pilkada DKI: Bawaslu Incar Pelaku Politik Uang Hingga Gang-gang Sempit!

Kotak Suara | Minggu, 24 November 2024 | 14:47 WIB

Endorse Prabowo ke RK Masih Abu-abu, Ini 'Daerah Kekuasaan' Anies-Ahok buat Menangkan Pramono di Jakarta

Endorse Prabowo ke RK Masih Abu-abu, Ini 'Daerah Kekuasaan' Anies-Ahok buat Menangkan Pramono di Jakarta

Kotak Suara | Minggu, 17 November 2024 | 14:46 WIB

Pj Gubernur Teguh Pastikan Komitmen Sukseskan Pilkada Damai dan Tertib

Pj Gubernur Teguh Pastikan Komitmen Sukseskan Pilkada Damai dan Tertib

Foto | Kamis, 14 November 2024 | 12:58 WIB

Makan Masakan Padang Bareng Prabowo, Ridwan Kamil Dapat Wejangan Khusus Pilkada DKI

Makan Masakan Padang Bareng Prabowo, Ridwan Kamil Dapat Wejangan Khusus Pilkada DKI

Kotak Suara | Kamis, 31 Oktober 2024 | 22:25 WIB

Pengalaman 10 Tahun Jadi Anak Buah Jokowi, Pramono Nyatakan Siap Diserang di Debat Kedua Malam Ini

Pengalaman 10 Tahun Jadi Anak Buah Jokowi, Pramono Nyatakan Siap Diserang di Debat Kedua Malam Ini

Kotak Suara | Minggu, 27 Oktober 2024 | 18:57 WIB

Terkini

Syahravi Bantah Langgar Hak Cipta Lagu Fariz RM, Tunjukkan Video Dipuji Sang Musisi

Syahravi Bantah Langgar Hak Cipta Lagu Fariz RM, Tunjukkan Video Dipuji Sang Musisi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:58 WIB

Balita Tewas Terperosok Lubang Proyek di Manggarai, Pramono: Jika Ingin Menuntut, Kami Persilakan

Balita Tewas Terperosok Lubang Proyek di Manggarai, Pramono: Jika Ingin Menuntut, Kami Persilakan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:57 WIB

Cegah Stunting Dimulai dari Deteksi Dini Anemia, Puskesmas Didorong Perkuat Skrining Ibu dan Anak

Cegah Stunting Dimulai dari Deteksi Dini Anemia, Puskesmas Didorong Perkuat Skrining Ibu dan Anak

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:53 WIB

Balita Tewas Terjatuh ke Lubang Galian di Manggarai, DPRD Desak Standar Pengamanan Diperketat

Balita Tewas Terjatuh ke Lubang Galian di Manggarai, DPRD Desak Standar Pengamanan Diperketat

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:48 WIB

KPK Perpanjang Masa Penahanan Pejabat BPK Titin Rita Lestari

KPK Perpanjang Masa Penahanan Pejabat BPK Titin Rita Lestari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:44 WIB

Demi Jakarta Bebas Polusi, 100 Mikrotrans Listrik Siap Mengaspal 2027

Demi Jakarta Bebas Polusi, 100 Mikrotrans Listrik Siap Mengaspal 2027

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:39 WIB

Pecahkan Mitos 80 Tahun, Bobby Nasution Bangun Sipiongot yang Dulu Jadi Bahan Anekdot Miring

Pecahkan Mitos 80 Tahun, Bobby Nasution Bangun Sipiongot yang Dulu Jadi Bahan Anekdot Miring

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:38 WIB

Target 2027: Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru Demi Evakuasi Warga dari Zona Bencana

Target 2027: Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru Demi Evakuasi Warga dari Zona Bencana

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:36 WIB

Danantara Minta KPK Kawal Ketat Proyek Hilirisasi, Pastikan BUMN Bersih

Danantara Minta KPK Kawal Ketat Proyek Hilirisasi, Pastikan BUMN Bersih

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:31 WIB

5 Peserta Tewas, Mengapa Latsarmil Tetap Lanjut? Istana: Manajer Koperasi Harus Segera Kerja

5 Peserta Tewas, Mengapa Latsarmil Tetap Lanjut? Istana: Manajer Koperasi Harus Segera Kerja

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:24 WIB

×