Komisi VII Sepakati RUU Konvensi PBB Terkait Perubahan Iklim

Adhitya Himawan, Ummi Hadyah Saleh

Senin, 17 Oktober 2016 | 17:57 WIB
Komisi VII Sepakati RUU Konvensi PBB Terkait Perubahan Iklim
Raker Komisi VII DPR RI di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (17/10/2016). [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh]
Komisi VII DPR Sepakat RUU  Pengesahan Persetujuan Paris Atas Konvensi Kerangka Kerja PBB Mengenai Perubahan Iklim 
 
Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sepakat naskah Rancangan Undang-undang Pengesahan Persetujuan Paris Atas Konvensi Kerangka Kerja Persatuan Bangsa-bangsa mengenai perubahan iklim (Paris Agreement  To The United Nation Framework Convention On Climate Change) dilanjutkan dibahas pada rapat paripurna.
 
Hal diungkapkan Ketua Komisi Gus VII Irawan Pasaribu setelah mendengarkan pendapat akhir mini dari seluruh fraksi dalam rapat kerja dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya di ruang rapat Komisi VII, Gedung DPR, Jakarta, Senin (17/10/2016).
 
"Melalui pendapat akhir mini fraksi komisi VII, bahwa 10 fraksi menyatakan setuju untuk dilanjutkan pada pembicaraan tingkat dua dan disahkan menjadi undang-undang dalam rapat paripurna,"ujar Gus dalam rapat kerja di ruang rapat di Komisi VII, Gedung DPR, Jakarta, Senin (17/10/2016).
 
Oleh karena itu, Komisi VII DPR akan membahas RUU tersebut yang telah disetujui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rapat paripurna.
 
"Komisi VII  DPR menyetujui rancangan undang-undang tentang pengesahan Paris Agreement To The United Nation Framework Convention Change On Climate Change untuk dilanjutkan pada pembicaran tingkat dua di rapat paripurna untuk disahkan menjadi undang-undang,"katanya.
 
Menanggapi hal tersebut Menteri LHK menyampaikan terima kasih kepada pimpinan  DPR.
 
"Kami ucapkan terima kasih dan penghargaan tertinggi kepada pimpinan DPR," jelas Siti.
 
Dalam rapat kerja tersebut, seluruh fraksi sepakat membahas rapat tersebut di rapat paripurna. Anggota DPR Komisi VII Fraksi Gerindra Haryo Puspito mengatakan, RUU tersebut harus mendukung upaya penanggulangan, yang diharapkan dapat menjamin konsep keadilan iklim dan akseleratif dalam pemanfaatan hutan selaras, dengan fungsi ekologis dan ekonomis.

"RUU ini dapat mempermudah Indonesia dalam mengakses sumber pendanaan dan transfer tekonologi perlindungan, memperkuat rencana aksi emisi gas rumah kaca dan dapat berkontribusi menahan laju peningkatan temperatur jauh di bawah dua derajat, untuk mengurangi resiko perubahan iklim serta memperkuat komitmen politikal Indonesia di mata nasional," imbuh Haryo.

Hal yang senada juga diungkapkan anggota DPR Komisi VII Lucky Hakim.
 
"RUU ini memiliki posisi yang penting dalam menjaga bumi dan perubahan iklim dengan menjaga ambang batas kenaikan suhu dibawah 2 persen. Kami menyetujui RUU ini," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bahas Perubahan Iklim, Komisi VII Undang Menteri LHK

Bahas Perubahan Iklim, Komisi VII Undang Menteri LHK

News | Senin, 17 Oktober 2016 | 16:38 WIB

Komisi VII Ingin Jonan dan Arcandra Langsung "Tune In" di ESDM

Komisi VII Ingin Jonan dan Arcandra Langsung "Tune In" di ESDM

Bisnis | Jum'at, 14 Oktober 2016 | 18:46 WIB

Diskusi RUU Perubahan Iklim

Diskusi RUU Perubahan Iklim

DPR | Jum'at, 14 Oktober 2016 | 19:51 WIB

Anggota Komisi VII ini Sebut Jonan Bakal Jadi Bonekanya Arcandra

Anggota Komisi VII ini Sebut Jonan Bakal Jadi Bonekanya Arcandra

Bisnis | Jum'at, 14 Oktober 2016 | 16:14 WIB

Ketua Komisi VII Gagal Paham Jonan Diangkat Jadi Menteri ESDM

Ketua Komisi VII Gagal Paham Jonan Diangkat Jadi Menteri ESDM

Bisnis | Jum'at, 14 Oktober 2016 | 15:41 WIB

Harga Listrik Ditentukan Komponen Harga Bahan Bakar

Harga Listrik Ditentukan Komponen Harga Bahan Bakar

Bisnis | Selasa, 27 September 2016 | 21:55 WIB

Arcandra Koreksi Biaya Blok Masela Jadi 15 Miliar Dolar AS

Arcandra Koreksi Biaya Blok Masela Jadi 15 Miliar Dolar AS

Bisnis | Kamis, 01 September 2016 | 15:50 WIB

Andi Eka Sakya: Prakiraan Cuaca dan Iklim di Era Media Sosial

Andi Eka Sakya: Prakiraan Cuaca dan Iklim di Era Media Sosial

wawancara | Senin, 22 Agustus 2016 | 07:00 WIB

Proyek Listrik 35 Ribu MW Dinilai Masih Sulit Terwujud

Proyek Listrik 35 Ribu MW Dinilai Masih Sulit Terwujud

DPR | Rabu, 17 Agustus 2016 | 14:33 WIB

PKS Desak Jokowi Segera Tunjuk Menteri ESDM Baru

PKS Desak Jokowi Segera Tunjuk Menteri ESDM Baru

Bisnis | Rabu, 17 Agustus 2016 | 10:19 WIB

Terkini

Rumor Naturalisasi Taisei Marukawa Bikin Lawan-lawan Timnas Indonesia Ketar-ketir

Rumor Naturalisasi Taisei Marukawa Bikin Lawan-lawan Timnas Indonesia Ketar-ketir

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Peringatan Dini BMKG, 13 Kecamatan di Jakarta Berpotensi Diterpa Angin Kencang

Peringatan Dini BMKG, 13 Kecamatan di Jakarta Berpotensi Diterpa Angin Kencang

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:58 WIB

Belanja Dini Hari Tumbuh 40,5 Persen, Brand F&B Punya Peluang Menjangkau Konsumen di Luar Jam Sibuk

Belanja Dini Hari Tumbuh 40,5 Persen, Brand F&B Punya Peluang Menjangkau Konsumen di Luar Jam Sibuk

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:58 WIB

Kapal Pengangkut 1,16 Ton Ketamine di Belawan Sudah Dipantau Aparat Sejak Agustus

Kapal Pengangkut 1,16 Ton Ketamine di Belawan Sudah Dipantau Aparat Sejak Agustus

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:56 WIB

AFC Dukung Infantino Kembali Pimpin FIFA, Padahal Sempat Berseteru soal Proyek Rp71,8 Triliun

AFC Dukung Infantino Kembali Pimpin FIFA, Padahal Sempat Berseteru soal Proyek Rp71,8 Triliun

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Prabowo Akui MBG Masih Banyak Kekurangan, Instruksikan Bersih-bersih Total

Prabowo Akui MBG Masih Banyak Kekurangan, Instruksikan Bersih-bersih Total

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:54 WIB

Nobar Film Bapak Paling Jujur, Anies Baswedan Bicara soal Integritas hingga Sentilan Politik

Nobar Film Bapak Paling Jujur, Anies Baswedan Bicara soal Integritas hingga Sentilan Politik

Entertainment | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:53 WIB

WNI Doyan Shopping Bisa Dapat Fasilitas Bebas Pajak Mulai 1 November, Syaratnya Belanja di Jepang

WNI Doyan Shopping Bisa Dapat Fasilitas Bebas Pajak Mulai 1 November, Syaratnya Belanja di Jepang

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:52 WIB

Biaya Nikah Makin Mahal, Mau Sah Harus Wah?

Biaya Nikah Makin Mahal, Mau Sah Harus Wah?

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:50 WIB

Saham PTSN Terbang 24 Persen di Tengah Wacana Bagi-bagi HP Gratis oleh Pemerintah

Saham PTSN Terbang 24 Persen di Tengah Wacana Bagi-bagi HP Gratis oleh Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:49 WIB

×