Pohon di Bogor Punya KTP untuk Antisipasi Mendadak Tumbang

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 19 Oktober 2016 | 02:02 WIB
Pohon di Bogor Punya KTP untuk Antisipasi Mendadak Tumbang
Ilustrasi Kebun Raya Bogor. (shutterstock)

Suara.com - Sebanyak 100 pohon yang ada di Kota Bogor, Jawa Barat, diberi Kartu Tanda Pohon (KTP) dalam rangka mengantisipasi kejadian pohon tumbang dengan memberikan labelisasi pohon-pohon yang rawan, berbahaya dan aman.

Kepala Seksi Pemeliharaan Taman, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor Erwin Gunawan di Bogor, Selasa, menyebutkan pemberian KTP pohon telah dilakukan sejak beberapa saat dan hingga 12 Oktober 2016, jumlah pohon ber-KTP mencapai 100 pohon.

"Pohon ber-KTP ini diberi label merah, kuning dan hijau. KTP merah untuk pohon yang kondisinya berbahaya atau mudah tumbang, KTP kuning untuk pohon yang rawan tumbang dan KTP hijau untuk pohon yang masih aman, atau dalam kondisi sehat," katanya.

Ia menjelaskan KTP pohon merupakan program kerja sama antara Pemerintah Kota Bogor dengan Badan Litbang Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangkan mengetahui kondisi pohon dan upaya pemeliharaan agar tidak terjadi peristiwa pohon tumbang yang dapat merugikan masyarakat.

Pohon-pohon yang diberi KTP berada di sejumlah lokasi, terutama di jalan protokol seperti Jalan Kapten Muslihat terdapat enam pohon, Jalan Pemuda ada 31 pohon, Jalan Dadali ada sembilan pohon, Jalan Ahmad Yani terdapat 52, dan dua pohon di Taman Air Mancur.

"Dari pendataan tersebut diperoleh data 26 pohon mendapat KTP merah, 31 pohon KTP kuning dan 43 pohon diberi KTP hijau," katanya.

Dengan adanya KTP pohon itu, masyarakat diimbau untuk mewaspadai adanya pohon ber-KTP merah, terutama saat terjadi hujan disertai angin kencang. Pohon ber-KTP merah berpotensi tumbang karena masuk kategori berbahaya.

"Warna merah menandakan kondisi pohon sudah kritis, rapuh dan keropos. Warna kuning menandakan pohon sedang sakit dan harus mendapat perawatan, sedangkan warna hijau menandakan kondisi pohon sehat dan aman," katanya.

Sejak tahun 2015, Pemerintah Kota Bogor telah merencanakan untuk melaksanakan program KTP pohon dengan menggandeng Badan Litbang Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam melakukan pendataan kondisi pohon. Targetnya ada 300 pohon yang berada di pusat Kota Bogor yang akan dilakukan pendataan KTP.

Pendataan dilakukan secara bertahap. Tahap awal KTP pohon dimulai dari seputaran Kebun Raya dan Istana Bogor, Jl Pajajaran, Jl Ahmad Yani, serta Jl Pemuda karena di lokasi tersebut banyak pohon yang sudah berusia tua.

"Hasil dari KTP pohon akan terhubung dengan data induk di ruang pusat kendali Balai Kota sehingga bisa terus diakses dan diperbaharui datanya," kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto.

Menurut Bima, program KTP pohon untuk mengetahui kondisi pepohonan yang ada di Kota Bogor, apakah sudah keropos, berapa persen tingkat keroposannya, dan berapa usianya.

"Manfaat dari KTP pohon tersebut yakni untuk mengantisipasi pohon tumbang, untuk pelestarian supaya pohon bisa diregenerasi, lalu untuk ilmu pengetahuan dan riset," katanya.

Ia mengharapkan, dengan KTP pohon ini akan diketahui berapa persen kondisi pohon yang sudah keropos, berapa persen yang kondisi usianya di atas 50 tahun dan semua data tersimpan dengan jelas. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pohon Tumbang 'Teror' Warga Sampit Kalimantan Tengah

Pohon Tumbang 'Teror' Warga Sampit Kalimantan Tengah

News | Senin, 17 Oktober 2016 | 02:07 WIB

Penyanderaan Tujuh Penyidik Pegawai KLHK

Penyanderaan Tujuh Penyidik Pegawai KLHK

Foto | Selasa, 06 September 2016 | 18:49 WIB

Hujan Badai di Lebak Bulus Tewaskan Wahyu

Hujan Badai di Lebak Bulus Tewaskan Wahyu

News | Jum'at, 02 September 2016 | 08:39 WIB

Forester Sehat dan Bahagia Melalui "e-Twenty Peduli"

Forester Sehat dan Bahagia Melalui "e-Twenty Peduli"

Press Release | Senin, 22 Agustus 2016 | 15:09 WIB

Kereta Cepat Tabrak Pohon Tumbang, Delapan Orang Luka-luka

Kereta Cepat Tabrak Pohon Tumbang, Delapan Orang Luka-luka

News | Kamis, 18 Agustus 2016 | 04:31 WIB

Penjualan Pohon Pinang Mulai Marak

Penjualan Pohon Pinang Mulai Marak

Foto | Kamis, 04 Agustus 2016 | 16:33 WIB

Presiden Jokowi akan Hadiri Peluncuran Taman Nasional Zamrud

Presiden Jokowi akan Hadiri Peluncuran Taman Nasional Zamrud

News | Senin, 11 Juli 2016 | 11:22 WIB

San Francisco Resmi Larang Penggunaan Gelas Styrofoam

San Francisco Resmi Larang Penggunaan Gelas Styrofoam

News | Minggu, 10 Juli 2016 | 05:01 WIB

Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2016

Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2016

Foto | Sabtu, 11 Juni 2016 | 13:27 WIB

Wow, 26 Juta Kilogram Sampah Terkumpul dari Lima Pantai di Bali

Wow, 26 Juta Kilogram Sampah Terkumpul dari Lima Pantai di Bali

Lifestyle | Senin, 06 Juni 2016 | 09:14 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×