Suara.com - Setidaknya 26 juta kilogram sampah berhasil dikumpulkan lewat program Bali Beach Clean Up (BBCU), di lima pantai utama di Bali dalam sepuluh tahun terakhir.
Salah satu aksi ini dilakukan Minggu (5/6/2016) oleh PT Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) wilayah Bali-Nusa Tenggara dan PT Re-Pal. Aksi pungut sampah dan gerakan kebersihan dari monumen Ground Zero hingga Pantai Kuta dan Legian, Kabupaten Badung, Bali ini merupakan salah satu kegiatan dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh setiap 5 Juni.
"Gerakan kebersihan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat sebagai wujud komitmen CCAI dan Re-Pal dalam menjaga kebersihan dan kelestarian Pulau Bali," kata Indah Triyanti, Public Affairs & Communications CCAI di Denpasar.
Indah menambahkan tujuan untuk melestarikan dan melindungi lingkungan tidak dapat memberikan hasil yang maksimal jika hanya dilakukan oleh satu pihak. Oleh sebab itu, CCAI sangat mengapresiasi peran serta semua pihak, Re-Pal, komunitas pecinta pantai, serta hotel-hotel di sekitar pantai yang bersedia meluangkan waktu membersihkan pantai.
Ia mengharapkan semakin banyak pihak yang terlibat dalam menjaga kelestarian pantai di Pulau Dewata.
Eva Akuina Darby, Marketing Manager dari Re-Pal menambahkan, konsep aksi pungut sampah merupakan kegiatan sosial yang memiliki beberapa nilai, antara lain meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Setelah menyusuri Ground Zero hingga Pantai Kuta dan Legian, aksi pungut sampah berhasil mengumpulkan puluhan kilogram sampah. Aksi bersih-bersih pantai sendiri merupakan kegiatan yang telah rutin dilakukan oleh CCAI sejak tahun 2007. (Antara)