Polisi SP3 Kasus Penyerangan Brutal Tiga Polisi di Tangerang

Arsito Hidayatullah, Welly Hidayat

Sabtu, 22 Oktober 2016 | 19:46 WIB
Polisi SP3 Kasus Penyerangan Brutal Tiga Polisi di Tangerang
Lokasi penyerangan brutal dengan senjata tajam terhadap anggota kepolisian di Cikokol, Tangerang, Banten, Kamis (20/10). (Antara)

Suara.com - Penyidik Polda Metro Jaya telah menghentikan penyidikan kasus penyerangan tiga anggota Polri saat bertugas di Pos Lantas Jalan Perintis Kemerdekaan, kawasan Sekolah Pendidikan Yuppentek, Cikokol, Tangerang, pada Kamis (20/10/2016) lalu. Hal itu dikarenakan tersangka Sultan Azianzah sudah meninggal dunia.

"Pelakunya kan sudah meninggal, jadi kasusnya sudah di-SP3 demi hukum ya. Sudah dihentikan," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Awi Setiyono, Sabtu (22/10/2016).

Namun, Awi menjelaskan, walau penyidikan kasus penyerangan secara brutal kepada tiga polisi tersebut telah berhenti, tapi untuk mengungkap kelompok jaringan teroris tetap akan dilakukan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri.

"Soal penyerangannya, ya dihentikan. Untuk terorisnya, ditangani Densus 88 dan Mabes Polri. Soal jaringan mereka yang ungkap," ujar mantan Humas Polda Jawa Timur itu.

Diketahui pada Kamis (20/10) pagi lalu, tiga anggota polisi menjadi korban penusukan seorang pemuda di Pos Lantas Jalan Perintis Kemerdekaan, Cikokol, Tangerang. Ketiga anggota polisi tersebut adalah Kompol Efendi yang merupakan Kapolsek Tangerang Kota, dengan luka tusuk di torak jantung dan kemudian dirujuk ke RS Siloam.

Berikutnya ada Iptu Bambang Haryadi selaku Kanit Dalmas Polres Metro Tangerang Kota, dengan luka dada di kiri dan punggung kiri dan dibawa ke RSUD Tangerang. Selain itu ada Bripka Sukardi sebagai anggota Satlantas Polsek Benteng Tangerang, dengan luka di punggung kanan dan lengan kanan dan dibawa ke RSUD Tangerang.

Kronologis peristiwa tersebut, awalnya petugas polisi yang sedang mengatur lalu lintas tiba-tiba saja diserang pelaku dengan brutal menggunakan senjata tajam berbentuk golok, sembari melempar sumbu yang menyerupai bahan peledak. Setelah ada polisi yang terluka, anggota polisi lainnya kemudian melumpuhkan pelaku dengan menembak tiga kali di bagian paha.

Hanya saja kemudian, setelah sempat mendapat perawatan darurat, pelaku yang diketahui bernama Sultan Azianzah, tewas dalam perjalanan saat hendak dibawa ke RS Polri Said Sukanto.

"Pelaku penusukan polisi di Tangerang meninggal dunia dalam perjalanan ke RS Polri karena kehabisan darah," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul, Kamis lalu. Jenazah Sultan sendiri sudah dimakamkan pada Jumat (21/10) dini hari, di Kecamatan Tigaraksa, Tangerang, Banten.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kakak Si Brutal dari Sepatan Pernah Lapor ke Badan Terorisme

Kakak Si Brutal dari Sepatan Pernah Lapor ke Badan Terorisme

News | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 15:24 WIB

Ini Kondisi Terakhir Tiga Polisi Korban Penyerangan Sultan

Ini Kondisi Terakhir Tiga Polisi Korban Penyerangan Sultan

News | Jum'at, 21 Oktober 2016 | 12:57 WIB

Sultan Azianzah, Si Brutal dari Sepatan, Akhirnya Tewas

Sultan Azianzah, Si Brutal dari Sepatan, Akhirnya Tewas

News | Kamis, 20 Oktober 2016 | 18:38 WIB

Misteri Stiker ISIS di TKP Penyerangan Brutal Anggota Polisi

Misteri Stiker ISIS di TKP Penyerangan Brutal Anggota Polisi

News | Kamis, 20 Oktober 2016 | 16:55 WIB

Terkini

Purbaya Buktikan RI Masih Dipercaya Dunia, Aliran Modal Asing Masuk Tembus Rp 140,6 Triliun

Purbaya Buktikan RI Masih Dipercaya Dunia, Aliran Modal Asing Masuk Tembus Rp 140,6 Triliun

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 14:11 WIB

Anak Pengungsi Gempa NTT Jadi Korban Kekerasan Seksual di Tenda Pengungsian

Anak Pengungsi Gempa NTT Jadi Korban Kekerasan Seksual di Tenda Pengungsian

News | Rabu, 02 September 2026 | 14:10 WIB

Misteri Pria Gondrong Tewas di Gardu PLN LRT Pancoran, Ada Gergaji Besi dan Karung Putih

Misteri Pria Gondrong Tewas di Gardu PLN LRT Pancoran, Ada Gergaji Besi dan Karung Putih

News | Rabu, 02 September 2026 | 14:08 WIB

Astaga! 518 Rekening ASN Pemkot Sukabumi Diduga Terindikasi Judol, Inpektorat Turun Tangan

Astaga! 518 Rekening ASN Pemkot Sukabumi Diduga Terindikasi Judol, Inpektorat Turun Tangan

Jabar | Rabu, 02 September 2026 | 14:05 WIB

Sunscreen Anessa vs Biore UV untuk Olahraga Outdoor, Mana yang Lebih Unggul?

Sunscreen Anessa vs Biore UV untuk Olahraga Outdoor, Mana yang Lebih Unggul?

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 14:05 WIB

Pemerintah Bakal Reaktivasi Sumur Tua dan Pacu Lifting Minyak 612 Ribu Barel per Hari

Pemerintah Bakal Reaktivasi Sumur Tua dan Pacu Lifting Minyak 612 Ribu Barel per Hari

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 14:04 WIB

Karhutla Kaltim, Legislator: Jangan Paksa Anak ke Sekolah saat Udara Buruk

Karhutla Kaltim, Legislator: Jangan Paksa Anak ke Sekolah saat Udara Buruk

Kaltim | Rabu, 02 September 2026 | 14:00 WIB

Viral! Ditanya Baik-baik Soal Lapangan Pekerjaan, Gubenur Bali Wayan Koster: Diam Kamu

Viral! Ditanya Baik-baik Soal Lapangan Pekerjaan, Gubenur Bali Wayan Koster: Diam Kamu

Entertainment | Rabu, 02 September 2026 | 14:00 WIB

Novel Demi Konten: Ketika Jumlah Follower Jadi Tolak Ukur Kebahagiaan

Novel Demi Konten: Ketika Jumlah Follower Jadi Tolak Ukur Kebahagiaan

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 14:00 WIB

Saatnya Ganti Provider: Ketika Timeline Ramai-Ramai Bahas XL

Saatnya Ganti Provider: Ketika Timeline Ramai-Ramai Bahas XL

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 13:58 WIB

×