Habib Rizieq: Presiden Menghina Agama Islam!

Madinah | Nikolaus Tolen | Suara.com

Sabtu, 05 November 2016 | 18:28 WIB
Habib Rizieq: Presiden Menghina Agama Islam!
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab memenuhi panggilan Bareskrim Polri di Jakarta, Kamis (3/11). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) sangat kecewa dengan sikap Presiden Joko Widodo karena tak menghiraukan aspirasi para ulama dan umat Islam yang ingin menyampaikan aspirasinya dalam aksi damai 4 November kemarin. Menurut Pembina GNPF-MUI Habib Rizieq Syihab apa yang dilakukan oleh Jokowi dianggap tak menghormati para ulama yang datang.

"Kalau Jokowi ada agenda lain, maka kemarin tidak ada agenda yang lebih penting dibanding menyelesaikan kasus penistaan agama. Jadi presiden tidak menghormati ulama," kata Rizieq di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Sabtu (5/11/2016).

Sikap ini, menurut Imam besar Front Pembela Islam tersebut Jokowi tak responsif dalam kasus penistaan agama. Malah, dia menyebut sikap Jokowi dinilai telah menghina Agama Islam.

"Presiden tidak cepat tanggap menyelesaikan kasus penistaan agama, dia sudah menghina agama Islam," katanya.

Tidak hanya itu, Rizieq juga menyesalkan sikap mantan Wali Kota Solo ini yang pada awal konferensi persnya tengah malam kemarin menyanjung aksi yang begitu damai, namun berbalik mengkritik karena berubah ricuh.

Menueurt Rizieq, pemicu kekacauan pada demo 4 November adalah Jokowi sendiri. Kata dia, provokator utamanya adalah Jokowi sendiri yang memilih menghindar dari massa.

"Apa yang disampaikan presiden berpura-pura terima kasih kepada ulama aksi damai, kemudian mengkritik habis-habisan, chaos, penyebab chaos itu presiden. Kalau kita mencari provokator utama, itu presiden, dia bertanggung jawab atas pembantaian semalam. Karena presiden tidak mau menemui delegasi," kata Rizieq.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Tuntut FPI Bertanggung Jawab, Munarman: Tangkap Saya!

Polisi Tuntut FPI Bertanggung Jawab, Munarman: Tangkap Saya!

News | Sabtu, 05 November 2016 | 17:56 WIB

Rizieq Tuding Polri dan TNI Lakukan Pembunuhan Massal

Rizieq Tuding Polri dan TNI Lakukan Pembunuhan Massal

News | Sabtu, 05 November 2016 | 17:49 WIB

Demo Disebut Aksi Terorisme, Rizieq: Sidney Jones Pengadu Domba

Demo Disebut Aksi Terorisme, Rizieq: Sidney Jones Pengadu Domba

News | Jum'at, 04 November 2016 | 05:41 WIB

Rizieq Shihab Tak Mau Rusuh, Tapi Aparat Diminta Tak Kasar

Rizieq Shihab Tak Mau Rusuh, Tapi Aparat Diminta Tak Kasar

News | Kamis, 03 November 2016 | 22:11 WIB

Terkini

Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil

Jenguk 72 Siswa di Jaktim yang Keracunan Makanan, Pramono: Kondisinya Mulai Stabil

News | Sabtu, 04 April 2026 | 12:53 WIB

Tragis! Niat Cari Makan, Karyawan Laundry Tewas Tersambar KRL di Pancoran

Tragis! Niat Cari Makan, Karyawan Laundry Tewas Tersambar KRL di Pancoran

News | Sabtu, 04 April 2026 | 11:42 WIB

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Said Abdullah Desak PBB Seret Israel ke Mahkamah Pidana Internasional

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Said Abdullah Desak PBB Seret Israel ke Mahkamah Pidana Internasional

News | Sabtu, 04 April 2026 | 11:02 WIB

Perkuat Hak Saksi dan Korban, Komisi XIII DPR dan Pemerintah Mulai Bahas RUU PSDK dengan 491 DIM

Perkuat Hak Saksi dan Korban, Komisi XIII DPR dan Pemerintah Mulai Bahas RUU PSDK dengan 491 DIM

News | Sabtu, 04 April 2026 | 10:40 WIB

Halmahera Tengah Membara, Wagub Malut dan Petinggi TNI-Polri Turun Tangan Redam Bentrok Antarwarga

Halmahera Tengah Membara, Wagub Malut dan Petinggi TNI-Polri Turun Tangan Redam Bentrok Antarwarga

News | Sabtu, 04 April 2026 | 08:15 WIB

Tragedi Maut di Proyek TB Simatupang: Niat Menolong Berujung Petaka, 4 Pekerja Tewas

Tragedi Maut di Proyek TB Simatupang: Niat Menolong Berujung Petaka, 4 Pekerja Tewas

News | Sabtu, 04 April 2026 | 07:46 WIB

Plt Ketum PPAD Komaruddin: Purnawirawan TNI AD Harus Jadi Perekat Persatuan, Tak Mudah Terprovokasi

Plt Ketum PPAD Komaruddin: Purnawirawan TNI AD Harus Jadi Perekat Persatuan, Tak Mudah Terprovokasi

News | Sabtu, 04 April 2026 | 07:28 WIB

KPK Wanti-wanti Investasi Rp6,74 Triliun di Kawasan Industri, Ini Titik Rawan yang Disorot

KPK Wanti-wanti Investasi Rp6,74 Triliun di Kawasan Industri, Ini Titik Rawan yang Disorot

News | Sabtu, 04 April 2026 | 07:11 WIB

BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya

BPKP Tegaskan Kerugian Rp1,5 T Kasus Korupsi Chromebook Nyata, Ini Penjelasannya

News | Jum'at, 03 April 2026 | 23:40 WIB

Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI

Tiba Besok di Halim, Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon Bakal Disambut Upacara Nasional Pimpinan TNI

News | Jum'at, 03 April 2026 | 22:18 WIB