ICW: Kinerja Jaksa Agung Mengecewakan

Ardi Mandiri

Kamis, 17 November 2016 | 22:36 WIB
ICW: Kinerja Jaksa Agung Mengecewakan
Jaksa Agung HM Prasetyo menghadiri rapat kerja dengan Komisi III DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (6/6). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai kinerja Jaksa Agung HM Prasetyo selama dua tahun memimpin Kejaksaan Agung, mengecewakan diantaranya penanganan dugaan kasus korupsi berbau intervensi politik.

"Selama dua tahun terakhir, HM Prasetyo gagal dalam tiga hal, menjalankan mandat sebagai Jaksa Agung dalam upaya memberantas korupsi di Indonesia, mendorong percepatan reformasi di Kejaksaan, dan menaikkan citra positif pemerintahan Jokowi dimata publik," kata Koordinator Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson F Juntho melalui siaran persnya yang diterima Antara, Kamis.

Ia menambahkan tidak ada prestasi yang menonjol dari seorang Jaksa Agung HM Prasetyo. Kinerja pemberantasan korupsi mengecewakan, tidak optimal bahkan berjalan ditempat, dan dalam penanganan perkara ditengarai muncul intervensi politik yang mengganggu kemandirian institusi kejaksaan.

Bahkan, kata dia, agenda reformasi di Kejaksaan berjalan tanpa arah yang jelas. Selama Prasetyo menjabat, nama baik institusi kejaksaan justru tercoreng dengan sejumlah peristiwa yang memalukan.

"Dua tahun adalah waktu yang cukup bagi Prasetyo menjabat sebagai Jaksa Agung dan tidak ada alasan yang masuk akal bagi Presiden untuk mempertahankannya. Presiden Jokowi sudah seharusnya mengganti HM Prasetyo dengan figur lain yang lebih kredibel dan independen (bukan politisi) sebagai Jaksa Agung," katanya.

KPK, PPATK, Komnas HAM dan instansi lain penting untuk dilibatkan dalam proses penjaringan kandidat Jaksa Agung mendatang.

Presiden juga diharapkan mengutamakan kompetensi dalam menunjuk pimpinan lembaga negara setingkat menteri lainnya (Jaksa Agung atau Kepala PPATK). "Tidak lagi didasarkan pada upaya mengakomodasi kepentingan parpol tertentu," katanya.

Dalam siaran persnya, ICW menyebutkan kasus di Kejagung yang ada intervensi politik diantaranya proses penyelidikan kasus korupsi "Papa Minta Saham" yang melibatkan Setya Novanto, mantan Ketua DPR bahkan dikabarkan telah dihentikan di Kejaksaan.

Penyelidikan rekening gendut kepala daerah, salah satunya Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam, yang berasal dari Partai Amanat Nasional. dihentikan pada September 2015 karena dinilai tidak memiliki bukti yang kuat untuk ditingkatkan ke penyidikan.

"Gagal ditangan Kejaksaan, pada Agustus 2016 akhirnya, Nur Alam ditetapkan sebagai tersangka KPK atas dugaan penerbitan izin tambang sejak tahun 2009 hingga 2014," katanya.

Kasus lainnya yang dihentikan adalah Bupati Bone Bolango, Hamim Pou yang pada bulan Januari resmi menjabat sebagai Ketua DPW Nasdem Gorontalo. Selain itu ada Bupati Halmahera Selatan, Muhammad Kasuba yang berasal dari PKS. Terakhir, SP3 juga diberikan ke Bupati Bantul, Idham Samawi yang berasal dari PDIP.

Dugaan intervensi lainnya adalah menuntut ringan pelaku di Pengadilan. Dalam kasus korupsi yang melibatkan Indriyanto MS alias Yance, mantan Bupati Indramayu dan Anggota DPRD Jawa Barat serta Ketua DPD Golkar yang terjerat perkara korupsi pembebasan lahan Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Indramayu pada tahun 2004 silam.

Meski kerugian Negara yang ditimbulkan sangat fantastis namun tuntutan Jaksa hanya 18 bulan penjara. Begitu juga dengan kasus korupsi yang melibatkan Adik mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yaitu Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

Meski didakwa melakukan korupsi secara bersama-sama dan berkelanjutan dalam proyek pembangunan tiga Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang Selatan pada 2011-2012 yang merugikan keuangan negara Rp9,6 miliar namun Jaksa Penuntut Umum yang berasal dari Kejaksaan Agung hanya menuntut ringan yaitu 18 bulan penjara.

Sejumlah kasus dugaan korupsi di daerah yang melibatkan politisi umumnya juga hanya dituntut ringan yaitu 2 tahun ke bawah. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kasus Munir, Jaksa Agung Didesak Lakukan PK Kepada Muchdi PR

Kasus Munir, Jaksa Agung Didesak Lakukan PK Kepada Muchdi PR

News | Kamis, 27 Oktober 2016 | 14:32 WIB

Gigih Eksekusi Mati, Cara Prasetyo Agar Tak Dicopot Jokowi?

Gigih Eksekusi Mati, Cara Prasetyo Agar Tak Dicopot Jokowi?

News | Kamis, 28 Juli 2016 | 11:08 WIB

Terkini

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Teroris di Enam Provinsi, Termasuk Riau

Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Teroris di Enam Provinsi, Termasuk Riau

Riau | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:49 WIB

Aaliyah Massaid Punya Kebiasaan Bersihkan Wajah Sebelum Bertemu Anak

Aaliyah Massaid Punya Kebiasaan Bersihkan Wajah Sebelum Bertemu Anak

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:44 WIB

×