Parpol Sibuk 'Safari Politik', Demokrat Tak Anggap Itu Penting

Arsito Hidayatullah, Bagus Santosa

Kamis, 24 November 2016 | 12:34 WIB
Parpol Sibuk 'Safari Politik', Demokrat Tak Anggap Itu Penting
Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Syarief Hasan‎. (suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Suara.com - Sejumlah pimpinan partai politik (parpol) melakukan safari politik ke partai lain pascaaksi 4 November. Adapun 'tema' safari politik yang dilakukan partai-partai itu kebanyakan membahas keutuhan bangsa pascaaksi tersebut.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan, mengatakan bahwa dalam‎ waktu dekat ini, partai yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu belum akan melakukan safari politik.

"Nggak ada. Tapi tunggu saja," kata Syarief di DPR, Kamis (24/11/2016).‎‎

Selain safari politik sesama para ketua umum parpol, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga diketahui melakukan pertemuan dengan sejumlah ketua umum parpol. Dalam hal ini, Partai Demokrat sendiri diakui belum mendapat undangan untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi.

"Sampai saat ini belum ada undangan," kata Syarief lagi.

Syarief menerangkan, dirinya sendiri tidak mau berandai-andai dengan safari politik yang dilakukan para elit politik itu. Dia hanya berharap pascasafari politik ini, keutuhan bangsa bisa terjalin dengan baik.

"(Safari politik) Itu bukan yang penting. Yang penting jaga NKRI. Kita jaga utuh. ‎Dan yang penting, setelah safari politik rakyat bisa tenang," ujar anggota Komisi I DPR ini.‎

Diketahui, sejumlah pertemuan elit politik sudah dilakukan belakangan ini. Safari politik ini dimulai dari pertemuan Presiden Jokowi dengan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, di Hambalang, Bogor, sebelum aksi demo 4 November. Setelah itu, satu-persatu sejumlah ketua umum parpol pun melakukan pertemuan.‎

Setelah aksi 4 November itu, Presiden Jokowi sendiri kemudian telah melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, Ketua Umum PPP Romahurmuzziy, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, juga dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Pertemuan digelar di Istana Merdeka, Jalan Merdeka Utara, Jakarta, pada waktu yang berbeda-beda.

Selain itu, Presiden Jokowi juga melakukan pertemuan dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, serta Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dalam acara yang berbeda-beda juga.‎

Mengiringi agenda Presiden itu, pertemuan antara ketua umum parpol pun terjadi. Di antaranya adalah pertemuan Setya Novanto dengan Surya Paloh, Setya Novanto dengan Megawati Soekarnoputri, kemudian Setya Novanto dengan Zulkifli Hasan, juga Zulkifli Hasan dengan Megawati Soekarnoputri.‎

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dana Parpol Diusulkan Naik, Golkar: Terima Kasih KPK

Dana Parpol Diusulkan Naik, Golkar: Terima Kasih KPK

News | Senin, 21 November 2016 | 17:45 WIB

Ruhut Mundur dari DPR, Demokrat Tak Merasa Kehilangan

Ruhut Mundur dari DPR, Demokrat Tak Merasa Kehilangan

News | Kamis, 20 Oktober 2016 | 11:40 WIB

Soal Ruhut, Syarief Hasan: Lebih Bagus Dia Mundur dari Demokrat

Soal Ruhut, Syarief Hasan: Lebih Bagus Dia Mundur dari Demokrat

News | Rabu, 19 Oktober 2016 | 15:52 WIB

Perindo Protes Gagasan Parpol Baru Dilarang Usung Capres-Cawapres

Perindo Protes Gagasan Parpol Baru Dilarang Usung Capres-Cawapres

News | Minggu, 09 Oktober 2016 | 01:23 WIB

Terkini

MMA IMPACT Indonesia 2026 Dorong Pemasar Ciptakan Nilai Bisnis

MMA IMPACT Indonesia 2026 Dorong Pemasar Ciptakan Nilai Bisnis

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 17:05 WIB

Bolehkah Bayi di Bawah 1 Tahun Diberi Biskuit Marie Regal? Ini Aturan dan Batasan Usianya

Bolehkah Bayi di Bawah 1 Tahun Diberi Biskuit Marie Regal? Ini Aturan dan Batasan Usianya

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Scam Juga Menjerat Anak Umur 8 Tahun, Begini Modusnya

Scam Juga Menjerat Anak Umur 8 Tahun, Begini Modusnya

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Progres Tol Semarang-Demak Tembus 79 Persen, Ditarget Beroperasi Saat Nataru 2027

Progres Tol Semarang-Demak Tembus 79 Persen, Ditarget Beroperasi Saat Nataru 2027

Foto | Selasa, 27 Oktober 2026 | 17:00 WIB

IHSG Ambruk Lagi ke Level 5.200, Ini Penyebabnya

IHSG Ambruk Lagi ke Level 5.200, Ini Penyebabnya

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:54 WIB

Sentuhan Warna Baru Honda Genio Hadirkan Kesan Lebih Retro

Sentuhan Warna Baru Honda Genio Hadirkan Kesan Lebih Retro

Otomotif | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Jangan Cuma Dilestarikan, Wakil Ketua DPRD Jateng Sebut Budaya Lokal Butuh Inovasi Agar Mendunia

Jangan Cuma Dilestarikan, Wakil Ketua DPRD Jateng Sebut Budaya Lokal Butuh Inovasi Agar Mendunia

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:49 WIB

Melankolis! RIIZE Ungkap Kegalauan dan Kerinduan Mendalam di Lagu Insomnia

Melankolis! RIIZE Ungkap Kegalauan dan Kerinduan Mendalam di Lagu Insomnia

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Arti Mimpi Menyetir Mobil Sendiri Padahal Tidak Bisa Menyetir Menurut Primbon, Pertanda Apa?

Arti Mimpi Menyetir Mobil Sendiri Padahal Tidak Bisa Menyetir Menurut Primbon, Pertanda Apa?

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Korupsi Lampu Jalan Palembang Rp3,07 Miliar, 2 Tersangka Ditahan usai Pekerjaan Diduga Fiktif

Korupsi Lampu Jalan Palembang Rp3,07 Miliar, 2 Tersangka Ditahan usai Pekerjaan Diduga Fiktif

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 16:44 WIB

×