NU Minta Jokowi Bubarkan Ormas Keagamaan Anti Pancasila

Pebriansyah Ariefana, Erick Tanjung

Kamis, 24 November 2016 | 15:40 WIB
NU Minta Jokowi Bubarkan Ormas Keagamaan Anti Pancasila
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj didampingi Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini memberikan keterangan di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (17/11). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj meminta Pemerintah untuk membubarkan organnisasi masyarakat (ormas) yang bertentangan dengan empat pilar bangsa, yakni Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

Hal ini disampaikan Said dalam pembukaan Kongres Muslimat NU XVII yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo di Asrama Haji Pondok Indah, Jakarta Timur, Kamis (24/11/2016).

Pernyataan Said tersebut terkait banyaknya ormas yang memiliki faham bertentangan dengan empat pilar bangsa. Bahkan saat ini organisasi-organisasi itu sudah terang-terangan menyatakan anti Pancasila dan Khebinnekaan.

"Oleh karena itu Bapak Presiden, organisasi yang jelas-jelas bertentangan dengan empat pilar, bubarkan pak, bubarkan saja. (organisasi) Atas nama Islam kek, atas nama Kristen kek, yang bertentangan dengan empat pilar, NU mohon agar pemerintah membubuarkan organisasi itu," kata Said Aqil.

Saat ditemui usai acara pembukaan kongres Muslimat NU, Said menyampaikan seharusnya Pemerintah sejak dulu membubarkan ormas-ormas yang bertentangan dengan empat pilar bangsa tersebut. Namun dia tidak menyebutkan secara gambrang ormas apa saja yang bertentangan dengan empat pilar tersebut, menurutnya Pemerintah punya telah memiliki datanya.

"Pemerintah tahu lah," ujar dia.

Saat ditanya apakah FPI termasuk diantaranya, mengingat gerakan-gerakan ormas ini sering bertentangan dengan keutuhan NKRI dan Kebhinekaan.

"FPI ya tanya dia Pancasila apa tidak," jawab Said.

Menurut dia Ormas yang sesuai dan sejalan dengan empat pilar bangsa adalah organisasi yang lahir sebelum republik berdiri.

"yang jelas ormas yang berjasam yang lahirnya sebelum NKRI adalah Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama, lalu Wasliyah, Syarikat Islam, itu lahirnya sebelum Indonesia merdeka," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

FPI Mangkir dari Panggilan Polisi sebagai Saksi Kasus Dhani

FPI Mangkir dari Panggilan Polisi sebagai Saksi Kasus Dhani

News | Kamis, 24 November 2016 | 12:41 WIB

Jokowi: Jakarta Panas, Tapi Jadi Sejuk karena Muslimat NU Datang

Jokowi: Jakarta Panas, Tapi Jadi Sejuk karena Muslimat NU Datang

News | Kamis, 24 November 2016 | 11:20 WIB

Gus Mus: Salat Jumat di Jalanan Tergolong Bidah Besar

Gus Mus: Salat Jumat di Jalanan Tergolong Bidah Besar

News | Kamis, 24 November 2016 | 07:36 WIB

Setelah Ahok Jadi Tersangka, Rizieq Minta DPR Panggil Jokowi

Setelah Ahok Jadi Tersangka, Rizieq Minta DPR Panggil Jokowi

News | Kamis, 17 November 2016 | 21:04 WIB

Silaturahmi Ormas dan Lembaga Islam

Silaturahmi Ormas dan Lembaga Islam

Foto | Rabu, 16 November 2016 | 17:22 WIB

Ditanya Jika Polisi Hentikan Kasus Ahok, Begini Jawaban Rizieq

Ditanya Jika Polisi Hentikan Kasus Ahok, Begini Jawaban Rizieq

News | Selasa, 15 November 2016 | 19:31 WIB

FPI: Jangan Mau Dibohongi Jokowi

FPI: Jangan Mau Dibohongi Jokowi

News | Selasa, 15 November 2016 | 10:08 WIB

FPI dan HMI Rapat Tertutup, Pers Diusir Saat Dekati Rumah Rizieq

FPI dan HMI Rapat Tertutup, Pers Diusir Saat Dekati Rumah Rizieq

News | Senin, 14 November 2016 | 18:23 WIB

Pengacara yang Dampingi FPI Minta Polisi Jangan Ragu Kasus Ahok

Pengacara yang Dampingi FPI Minta Polisi Jangan Ragu Kasus Ahok

News | Senin, 14 November 2016 | 17:41 WIB

Sekjen FPI Bocorkan Lokasi yang Bakal Didemo 25 November

Sekjen FPI Bocorkan Lokasi yang Bakal Didemo 25 November

News | Senin, 14 November 2016 | 16:16 WIB

Terkini

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

×