Ayo, Lakukan Revolusi Mental Sekarang!

Fabiola Febrinastri

Selasa, 06 Desember 2016 | 06:00 WIB
Ayo, Lakukan Revolusi Mental Sekarang!
Jokowi-gerak-jalan-revolusi-mental-220614-adm-7ok

Suara.com - Revolusi Mental adalah gerakan seluruh rakyat Indonesia bersama pemerintah untuk memperbaiki karakter bangsa menjadi Indonesia yang lebih baik. Awalnya, frasa ini merupakan jargon yang diusung presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) sejak masa kampanye Pemilu Presiden 2014.

Banyak permasalahan yang terjadi di negara kita saat ini, mulai dari rakusnya pejabat yang memperkaya diri sendiri, pelanggaran hak asasi manusia (HAM), hingga perilaku sehari-hari masyarakat, seperti tidak mau antre dan kurang peduli terhadap hak orang lain.

Sebenarnya perilaku-perilaku negatif tersebut bisa diubah. Mental dan karakter bisa dibangun. Itulah mengapa revolusi mental bukanlah pilihan, tetapi suatu keharusan yang harus dilakukan, agar bangsa kita bisa berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Kita bisa membuat Indonesia menjadi lebih baik dengan memulai revolusi mental dari diri sendiri, mulai saat ini! Kalau mengacu pada hasil-hasil survei internasional, angka untuk Indonesia cenderung rendah, tetapi dalam hal-hal buruk justru cenderung tinggi.

Contoh, Tranparency International menunjukkan persepsi tentang tingkat korupsi di sektor publik. Adapun dari 177 negara dan dengan skor 177, Indonesia berada di rangking 114 dengan skor 32. Nilai ini berada di bawah Ethiopia, yang berada pada posisi 111.

Tak hanya urusan serius seperti korupsi, masyarakat Indonesia sendiri merasa resah melihat perilaku, sikap, dan mentalitas sebagian masyarakat lainnya yang saling serobot di jalan raya, tak mau antre, atau kurang menghargai orang lain.

Keprihatinan itu melahirkan serangkaian forum group discussion (kelompok diskusi terfokus) di Jakarta, Aceh, dan Papua yang dilakukan oleh Kelompok Kerja Revolusi Mental Rumah Transisi. FGD ini melibatkan 300 budayawan, seniman, perempuan, netizen, kaum muda,  pengusaha, birokrat, tokoh agama/adat, akademisi dan LSM.

Pertemuan-pertemuan mereka melahirkan kesimpulan bahwa bangsa Indonesia memang harus mengubah mentalitasnya secara revolusioner, karena adanya:
1. krisis nilai dan karakter
2. krisis pemerintahan, dimana pemerintah ada, tapi tidak hadir dan masyarakat menjadi objek pembangunan,
3. krisis relasi sosial, berupa gejala intoleransi  

Lalu bagaimana memulainya?
Presiden Jokowi, dalam tulisan “Revolusi Mental” melalui presiden.go.id menyebutkan, revolusi mental harus menjadi sebuah gerakan nasional, usaha kita bersama untuk mengubah nasib Indonesia menjadi bangsa yang benar-benar merdeka, adil dan makmur.

Hal ini dilakukan mulai dari diri kita sendiri, yang dimulai dari lingkungan keluarga dan lingkungan tempat tinggal, serta lingkungan kerja, dan kemudian meluas menjadi lingkungan kota dan negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Puan Maharani Ajak Perguruan Tinggi Jadi Contoh Revolusi Mental

Puan Maharani Ajak Perguruan Tinggi Jadi Contoh Revolusi Mental

News | Senin, 05 Desember 2016 | 11:30 WIB

Warga Sambut Positif "Tanpa Kantung Plastik"

Warga Sambut Positif "Tanpa Kantung Plastik"

News | Senin, 28 November 2016 | 13:00 WIB

Ini Target Jumlah e-Warung Menko Puan sampai Akhir Tahun

Ini Target Jumlah e-Warung Menko Puan sampai Akhir Tahun

News | Sabtu, 29 Oktober 2016 | 08:08 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×