ACTA: Seharusnya Ahok Cukup Akui Khilaf dan Minta Maaf

Rabu, 14 Desember 2016 | 18:31 WIB
ACTA: Seharusnya Ahok Cukup Akui Khilaf dan Minta Maaf
Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjalani sidang perdana kasus dugaan penistaan agama di PN Jakarta Utara, Selasa (13/12). (AFP/Pool)
Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan seharusnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) cukup meminta maaf kepada umat muslim ketika menyampaikan eksepsi dalam persidangan perdana perkara dugaan penodaan agama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. 
 
"Padahal, kalau mau jujur, diakui saja dia (Ahok) khilaf dan minta maaf," kata Habiburokhman kepada Suara.com, Rabu (14/12/2016). 
 
Habiburokhman menyayangkan kenapa Ahok justru tak menunjukkan rasa menyesal.
 
"Ini kan nggak ada. Tidak ada menampak penyesalan atas yang disampaikan. Bahkan dia menegaskan Al Maidah dipakai untuk memecah belah rakyat," kata pengacara dari Advokat Cinta Tanah Air.
 
Pernyataan Ahok ketika menyinggung lagi soal Al Maidah dalam eksepsi kembali dipolisikan oleh ACTA karena dianggap kembali menodai agama.
 
"Oleh karena itu saya lagi di Bareskrim nih melaporkan beliau. Ya omongan beliau yang bilang Al Maidah dipakai dan diigunakan untik memecah belah rakyat," kata Habiburokhman. 
 
Habiburokhman mengatakan laporan terbarunya sudah diterima Bareskrim Polri.
 
"Kita menganggap ini ada tindak pidana baru. LP-nya sudah diterima," katanya. 

Suara.com - Di Bareskrim, Wakil ketua ACTA Dahlan Pido menyebutkan  ucapan Ahok dalam nota keberatan yang dianggap bermasalah.

"Ucapan Ahok kami persoalkan adalah kalimat - kalimat yang berbunyi 'ada ayat yang sama yang saya begitu kenal digunakan untuk memecah belah rakyat,' dan kalimat 'dari oknum elite yang berlindung di balik ayat suci agama Islam, mereka menggunakan surat Al - Maidah 51,'" katanya.

Dahlan menilai kalimat tersebut sangat menyinggung karena seakan-akan surat Al Maidah 51 bisa digunakan untuk memecah - belah rakyat.

"Untuk itu kami, sangat tersinggung dengan ucapan tersebut karena AI Quran adalah kitab suci umat Islam yang hanya bisa digunakan untuk tujuan-tujuan mulia dan tidak bisa digunakan untuk tujuan yang tidak baik," ujar Dahlan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI