Munarman Beberkan Penyebab Aksi Bela Islam di Sidang Buni Yani

Adhitya Himawan | Dian Rosmala | Suara.com

Kamis, 15 Desember 2016 | 13:13 WIB
Munarman Beberkan Penyebab Aksi Bela Islam di Sidang Buni Yani
Munarman bersaksi dalam persidangan praperadilan Buni Yani, di PN Jakarta Selatan, Kamis (15/12/2016). [Suara.com/Dian Rosmala]

Saat memberikan kesaksian dalam persidangan praperadilan yang diajukan oleh tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik dan penghasutan berbau SARA Buni Yani, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hari ini, Kamis (15/12/2016), koordinator lapangan aksi bela Islam, Munarman membeberkan penyebab dari aksi 4 November dan 2 Desember yang lalu.

Secara tegas Munarman mengatakan bahwa video Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahja Purnama (Ahok) yang diupload Buni Yani di akun facebook miliknya bukanlah pemicu utama aksi ummat Islam. Ia mengatakan, aksi yang dihadiri jutaan ummat Islam seluruh Indonesia kemarin, adalah reaksi ummat atas kesalahan Ahok selama ini.

"Sebagaimana yang kita saksikan, umat Islam sudah berkali-kali melakukan protes pada saat pejabat gubernur dan dilantik," kata Munarman di hadapan hakim tunggal praperadilan Sutiyono.

Munarman melanjutkan, aksi ummat Islam adalah akumulasi dari semua sikap Ahok selama memimipin Jakarta.

"Reaksi penolakan warga Jakarta yang kemudian menjadi reaksi warga negara Indonesia itu lebih disebabkan karena arogansi, karena kekerasan verbal, karena ketidakadilan, karena ketidak berpihakan pembangunan yang dilakukan oleh gubernur DKI," tutur Munarman.

Munarman menambahkan, Aksi bela Islam, dilakukan karena mereka melihat adanya unsur penistaan dan pelecehan terhadap agama Islam.

Terkait video Ahok, kata Munarman, ia tidak menonton lewat video yang diungggah di facebook Buni Yani, melaikan dari salahsatu stasiun televisi.

"Sebenarnya kita lihat itu bisa di chanel, bisa dilihat disaluran tv kabel. Tapi nggak saya sebutkan. Jadi karena ditanyakan aksi umat Islam karena sebab akibat karena menonton atau karena dipicu oleh upload dari saudara Buni Yani, saya bisa katakan dengan tegas tidak ada sama sekali," tutur Munarman.

"Bahwa aksi-aksi itu tidak terkait dengan video yang di upload sama Buni Yani. Karena video itu aslinya sudah di upload lebih dulu. Bahwa aksi di lapangan, itu soal manajemen saja, bagaimana kita mengkonsolidasi massa sebetulnya," Munarman menambahkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Munarman Bantah Aksi Umat Islam karena Video Buni Yani

Munarman Bantah Aksi Umat Islam karena Video Buni Yani

News | Kamis, 15 Desember 2016 | 12:16 WIB

Buni Yani Melawan di Pengadilan, Datangkan Tujuh Ahli

Buni Yani Melawan di Pengadilan, Datangkan Tujuh Ahli

News | Kamis, 15 Desember 2016 | 11:36 WIB

Pengacara Polda Metro Bantah Semua Dalil Hukum Buni Yani

Pengacara Polda Metro Bantah Semua Dalil Hukum Buni Yani

News | Rabu, 14 Desember 2016 | 16:59 WIB

Ini Kerugian Ahok Usai Buni Yani Tulis Status dan Unggah Video

Ini Kerugian Ahok Usai Buni Yani Tulis Status dan Unggah Video

News | Rabu, 14 Desember 2016 | 14:09 WIB

Polda Bantah Tetapkan Buni Yani Jadi TSK Tanpa Gelar Perkara Dulu

Polda Bantah Tetapkan Buni Yani Jadi TSK Tanpa Gelar Perkara Dulu

News | Selasa, 13 Desember 2016 | 15:47 WIB

Pengacara Beberkan Info Penyidik Saat Jadikan Buni Yani TSK

Pengacara Beberkan Info Penyidik Saat Jadikan Buni Yani TSK

News | Selasa, 13 Desember 2016 | 14:56 WIB

Buni Yani Minta Hakim Hukum Penyidik Bayar Biaya Persidangan

Buni Yani Minta Hakim Hukum Penyidik Bayar Biaya Persidangan

News | Selasa, 13 Desember 2016 | 13:57 WIB

Ini Alasan Buni Yani Ajukan Praperadilan

Ini Alasan Buni Yani Ajukan Praperadilan

News | Selasa, 13 Desember 2016 | 13:09 WIB

Rizieq dan Munarman Dipanggil Jadi Saksi Dhani, Ini Kata FPI

Rizieq dan Munarman Dipanggil Jadi Saksi Dhani, Ini Kata FPI

News | Selasa, 22 November 2016 | 17:26 WIB

Bedah Kasus Ahok, Jubir FPI Marah dan Ribut dengan Pengacara

Bedah Kasus Ahok, Jubir FPI Marah dan Ribut dengan Pengacara

News | Selasa, 01 November 2016 | 14:30 WIB

Terkini

Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!

Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi,Turun ke Bawah!

News | Kamis, 16 April 2026 | 22:36 WIB

Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu

Petugas PPSU di Pejaten Barat Tewas Ditabrak Mobil Saat Sedang Menyapu

News | Kamis, 16 April 2026 | 22:15 WIB

Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta

Aksi Kamisan ke-904, Sumarsih: Perjuangan Ini Lahir dari Cinta

News | Kamis, 16 April 2026 | 22:12 WIB

Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar

Bukan Sekadar Pajangan, Andre Rosiade Dedikasikan Penghargaan KWP Awards 2026 untuk Rakyat Sumbar

News | Kamis, 16 April 2026 | 22:00 WIB

Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci

Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:45 WIB

Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten

Sapu Jalan Berujung Maut: Petugas PPSU Tewas Ditabrak Mobil Oleng di Pejaten

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:26 WIB

Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal

Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:20 WIB

DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH

DKI Jakarta Berangkatkan 7.819 Jemaah Haji, Pemprov Siapkan 117 PPIH

News | Kamis, 16 April 2026 | 21:03 WIB

Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah

Tangisan Anak di Serpong Utara Ungkap Penemuan Jasad Wanita Dalam Rumah

News | Kamis, 16 April 2026 | 20:56 WIB

Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang

Aksi Kamisan ke-904 Soroti Militerisasi Sipil: Impunitas Masih Berulang

News | Kamis, 16 April 2026 | 20:41 WIB