5 Ilmuwan Hebat Indonesia yang Menginspirasi di Tahun 2016

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 28 Desember 2016 | 06:35 WIB
5 Ilmuwan Hebat Indonesia yang Menginspirasi di Tahun 2016
Warsito Purwo Taruno. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)

Suara.com - Sepanjang 2016, Suara.com bertemu dengan ilmuwan lokal yang menunjukan prestasinya di kancah internasional. Mereka sekolah tinggi sampai mendapatkan gelar doktor, bahkan dinobatkan sebagai profesor.

Banyak cerita dari A sampai Z usaha mereka membuat terobosan dan penemuan. Tapi tidak sedikit dari mereka yang kecewa dengan pemerintah karena tidak bisa memerikan fasilitas dan pembiayaan untuk riset.

Bahkan ada juga yang ilmunya tidak terpakai di negeri sendiri, dan harus 'lari' ke negeri orang untuk berkarya. Di balik kekecewaan mereka terhadap kebijakan pemerintah, kelima ilmuwan ini masih cinta dan ingin berbuat sesuatu untuk negaranya.

Siapa saja mereka? Berikut ulasannya:

1. Raymond Tjandrawinata

Tak terelakan, Indonesia merupakan negara kaya sumber daya alam hayati. Catatan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOPM), Indonesia mempunyai lebih dari 30.000 jenis tumbuh-tumbuhan. Sebanyak 7.500 jenis di antaranya termasuk tanaman berkhasiat obat.

Hutan Indonesia menjadi habitat 30.000 dari 40.000 jenis tumbuhan obat di dunia. Sebanyak 90 persen dari tumbuhan obat dunia terdapat di wilayah Asia.

‘Silau’ dengan potensi itu, Raymond Rubianto Tjandrawinata, PhD, MS, MBA, FRSC pulang ke Indonesia setelah belasan tahun sekolah di Amerika Serikat belajar biologi molekuler sampai S3. Di Amerika, Raymond sudah bekerja sebagai peneliti di perusahaan farmasi bergengsi.

Sejak tahun 2000, Profesor kelahiran Bandung 54 tahun lalu ini fokus menciptakan obat baru dengan bahan dasar tanaman herbal, bahkan binatang pun dijadikan obat. Tak heran, Raymond mendapatkan penghargaan bergengsi Habibie Award 2016 untuk bidang ilmu kedokteran dan bioteknologi. Dia dinilai berdedikasi dalam pengembangan obat-obatan Indonesia.

Suara.com menemui Raymond di kantornya di Kawasan Bintaro, Tangerang, Banten. Dia banyak bercerita perjalanan hidupnya sampai kegelisahannya tentang riset obat-obatan herbal.

Raymond menemui banyak tantangan bekerja di industri obat swasta. Mulai dari riset sampai ke penjualan obat. Menurut dia, pemerintah kurang mendukung pengembangan obat-obatan herbal.

Raymond menghabiskan pendidikannya di Amerika Serikat dengan memulai kuliah jurusan fisika dan biologi di University of the Pacific, Stockton. Kemudian dia kuliah master dengan studi Molecular Biology di University of California, Riverside.

Masih di kampus yang sama, Raymond meneruskan kuliah dengan mengambil gelar doktor Philosophy in Biochemistry. Lalu dia mengambil penelitian Postdoctoral di studi Molecular Pharmacology di kampus yang sama.

Saat ini Raymond menjabat sebagai Direktur Pengembangan di PT Dexa Medica. Selain itu Raymond juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif di Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences.

Di juga aktif menjadi pengajar di beberapa kampus. Di antaranya dosen di Fakultas Biotechnology di Universitas Katolik Atma Jaya, Advisory Council Member di Harvard Business Review, Global Board Member of Academic Advisor di American Academy of Financial Management, dan Advisory Council Member di International Management Consultants Board.

Sementara awal kariernya di Amerika Serikat, Raymond pernah menjadi Regional Medical Associate - Northern California SmithKline Beecham Pharmaceuticals.

Sepanjang kariernya sebagai peneliti, dia sudah mendapatkan berbagai penghargaan. Penghargaan pertama yang di dapat tahun 1980-an di kampus. Di antaranya Student Adviser Award di University of the Pacific. Raymond juga pernah mendapatkan penghargaan initernasional dari Jacksonville New York. Di Indonesia, dia mendapatkan penghargaan Future Business Leader Award, Swa Magazine. Terakhir, pekan lalu Raymond mendapat penghargaan Habibie Award 2016.

Raymond pun aktif menerbitkan jurnal ilmiah. Tercatat 100 lebih jurnal ilmiah yang sudah dia terbitkan. Raymond pun memegang 20 hak paten.

Berikut wawancara lengkap suara.com dengan Raymond. Klik di sini

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tjia May On: Fisikawan Partikel dan Nasib Sedih di Indonesia

Tjia May On: Fisikawan Partikel dan Nasib Sedih di Indonesia

wawancara | Senin, 19 Desember 2016 | 07:00 WIB

Hendra Gunawan: Ilmuwan Matematika dengan Penemuan Rumus Mendunia

Hendra Gunawan: Ilmuwan Matematika dengan Penemuan Rumus Mendunia

wawancara | Senin, 28 November 2016 | 07:00 WIB

Djoko Iskandar: Bikin Heboh Dunia karena Penemuan Katak Teraneh

Djoko Iskandar: Bikin Heboh Dunia karena Penemuan Katak Teraneh

wawancara | Senin, 21 November 2016 | 07:00 WIB

Raymond Tjandrawinata: Melihat Potensi Obat Herbal di Indonesia

Raymond Tjandrawinata: Melihat Potensi Obat Herbal di Indonesia

wawancara | Senin, 17 Oktober 2016 | 07:00 WIB

Cara Tepat Ngomong Soal Gaji Saat Interview

Cara Tepat Ngomong Soal Gaji Saat Interview

Lifestyle | Senin, 10 Oktober 2016 | 19:47 WIB

Eni Lestari: TKI Asal Kediri Menembus Tembok Sidang PBB New York

Eni Lestari: TKI Asal Kediri Menembus Tembok Sidang PBB New York

wawancara | Senin, 03 Oktober 2016 | 07:00 WIB

Mona Lohanda: Mengupas Kesalahan Indonesia di Masa Lalu dan Kini

Mona Lohanda: Mengupas Kesalahan Indonesia di Masa Lalu dan Kini

wawancara | Senin, 12 September 2016 | 07:00 WIB

Rino Mukti: Zeolit dari Sekam Padi untuk Penyulingan Minyak Bumi

Rino Mukti: Zeolit dari Sekam Padi untuk Penyulingan Minyak Bumi

wawancara | Senin, 29 Agustus 2016 | 07:00 WIB

Obon Tabroni: Era Buruh "Go Politic" Sudah Dimulai

Obon Tabroni: Era Buruh "Go Politic" Sudah Dimulai

wawancara | Senin, 18 Juli 2016 | 07:00 WIB

Nurul Taufiqu Rochman: Teknologi Nano untuk Masa Depan Indonesia

Nurul Taufiqu Rochman: Teknologi Nano untuk Masa Depan Indonesia

wawancara | Senin, 11 Juli 2016 | 07:00 WIB

Terkini

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:30 WIB

×