- Ketua Umum AMPG Said Aldi Al Idrus menyatakan kader Golkar agresif bergerak turun ke masyarakat .
- Survei IPO pada Oktober 2026 menunjukkan elektabilitas Partai Golkar berada di posisi ketiga dengan perolehan sebesar 10,7 persen.
- Partai Golkar menargetkan peningkatan perolehan kursi DPR RI pada Pemilu 2029 mendatang.
Suara.com - Partai Golkar mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029. Di tengah hasil survei yang menempatkan elektabilitasnya di posisi tiga besar, partai berlambang pohon beringin itu membidik peningkatan perolehan kursi DPR RI dari 102 kursi yang dimiliki saat ini.
Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Said Aldi Al Idrus mengatakan, kader Golkar semakin agresif bergerak di berbagai tingkatan, mulai dari kabupaten/kota hingga pusat.
Konsolidasi tersebut dilakukan dengan mendorong kader dan organisasi sayap partai aktif bertemu dan membantu masyarakat, tanpa menunggu momentum pemilu.
"Kalau kita melihat kondisi sekarang, kader-kader Partai Golkar memang semakin agresif bergerak, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga DPP. Seluruh organisasi yang mendirikan dan didirikan Partai Golkar, termasuk organisasi sayap, semuanya bergerak," kata Said kepada wartawan, Senin (26/10/2026).
Menurut Said, gerak aktif kader tidak terlepas dari arahan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Ia menyebut Bahlil terus meminta kader, organisasi sayap, hingga anggota legislatif turun langsung ke tengah masyarakat dan mengutamakan kerja nyata.
"Ini sesuai dengan arahan Ketua Umum Partai Golkar, Bapak Bahlil Lahadalia, bahwa kader-kader Golkar harus terus bergerak dan jangan menunggu pemilu," ujarnya.
Said menilai, pendekatan tersebut menjadi salah satu faktor yang menjaga elektabilitas Golkar di tengah dinamika politik nasional. Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang dirilis Sabtu (24/10/2026), misalnya, mencatat elektabilitas Golkar sebesar 10,7 persen atau berada di posisi ketiga.
Golkar berada di bawah Partai Gerindra yang memperoleh 23,1 persen dan PDI Perjuangan sebesar 11,6 persen. Survei tersebut dilakukan pada 12–21 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden dan margin of error sekitar 2,9 persen.
Posisi serupa terlihat dalam survei Voxpol Center yang dirilis Kamis (22/10/2026). Golkar kembali menempati peringkat ketiga dengan elektabilitas 11,7 persen, di bawah Gerindra sebesar 21,1 persen dan PDI Perjuangan 16,1 persen.
Meski berada di tiga besar, Said mengingatkan kader agar tidak cepat berpuas diri. Hasil survei tersebut, menurutnya, harus menjadi dorongan untuk memperkuat konsolidasi dan meningkatkan kerja partai menjelang Pemilu 2029.
Ia mencontohkan kegiatan sosial yang dijalankan AMPG, termasuk membantu korban banjir bandang di Aceh Tamiang, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. AMPG juga menyalurkan ribuan paket bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.
"Ini merupakan arahan Ketua Umum bahwa kita harus bekerja untuk masyarakat," katanya.
Selain kegiatan sosial, Said menyebut Golkar juga berupaya memperkuat regenerasi kader melalui Akademi AMPG. Program tersebut menjadi wadah bagi kader muda untuk belajar dari para senior partai.
"Di sana para senior Partai Golkar memberikan ilmu kepada kader-kader muda. Semua anak muda Partai Golkar berpartisipasi untuk membantu masyarakat, bukan semata-mata untuk menaikkan elektabilitas," ungkapnya.
Said menegaskan, target Golkar tidak berhenti pada mempertahankan elektabilitas dua digit atau posisi tiga besar dalam survei. Di bawah kepemimpinan Bahlil, Golkar ingin meningkatkan jumlah kursi DPR RI pada Pemilu 2029 dari perolehan saat ini sebanyak 102 kursi.
"Di bawah kepemimpinan Bapak Bahlil Lahadalia, kita ingin meningkatkan jumlah kursi di DPR. Jadi, hasil survei ini menjadi motivasi kita semua dan insyaallah kita akan terus bergerak," pungkasnya.