Jenazah Bandit Ramlan "Porkas" Sudah Bisa Diambil Keluarganya

Siswanto, Adie Prasetyo Nugraha

Jum'at, 30 Desember 2016 | 10:35 WIB
Jenazah Bandit Ramlan "Porkas" Sudah Bisa Diambil Keluarganya
Kepala Bidang Pelayanan Kedokteran kepolisian RS Polri Kramatjati Yusuf Mawadi di RS Polri Kramatjati. [suara.com/Adie Prasetyo Nugraha]
Jenazah otak perampokan dan pembunuhan di rumah mewah milik Dodi Triono, Ramlan Butarbutar alias Porkas, sudah bisa dibawa pulang keluarganya, hari ini. Saat ini jenazah residivis tersebut masih berada di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

"Untuk RS. Polri sudah kita lakukan perawatan jenazah. Peti termasuk aksesoris jenazah udah kita siapkan juga. Kami siap serahkan hari ini pun kita siap," kata Kepala Bidang Pelayanan Kedokteran kepolisian RS Polri Kramatjati Yusuf Mawadi di RS Polri Kramatjati.

Mengenai hasil autopsi terhadap jenazah bandit yang punya ciri-ciri berjalan pincang itu, Yusuf enggan memberikan keterangan kepada wartawan.

Dia hanya memastikan bahwa proses autopsi telah dilakukan sepenuhnya.

"Outopsi sudah dilakukan yang masalah itu hasil. Karena proses otopsi tidak sederhana. Itu memerlukan pemeriksaan patologi dan lain-lain yang butuh waktu. Kedua hasil autopsi tidak untuk dipublikasikan, jadi nanti otopsi kalau sudah selesai tentu kita kan serahkan ke penyidik," kata dia.
 
Ramlan merupakan penjahat kambuhan. Dia menjadi perampok setelah tak lagi bekerja sebagai supir angkutan umum.

Dia punya banyak jejak kejahatan. Sebelum merampok di rumah Dodi Triono, pada tahun 2015, dia dan komplotannya merampok rumah warga Korea di Depok. Daerah operasi bandit ini selain di Depok, juga di Jakarta, Bekasi, Bogor, bahkan sampai Jawa Tengah. 

Sebelum itu, dia melakukan perampokan di berbagai tempat. Sampai akhirnya dia ditembak karena melawan petugas setelah merampok dan membunuh enam orang di rumah Dodi Triono.

Tembakan polisi mengenai pembuluh darah Ramlan sehingga darahnya mengalir deras. Dia tewas kehabisan darah.
 
Ramlan ditangkap bersama anggotanya, Erwin Situmorang, di rumah kontrakan Gang Kalong, RT 6, RW 2, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (28/12/2016). Erwin berhasil ditangkap hidup-hidup setelah ditembak.
 
Setelah itu, polisi kembali menangkap Elfins Bernius Sinaga yang berperan sebagai supir komplotan ketika menjalankan aksi di rumah Dodi. Sinaga ditangkap tanpa perlawanan di rumah Villa Mas Indah, Blok C, Bekasi Utara.

Suara.com -  Sekarang polisi masih memburu Yus Pane yang diduga turut membantu kawanan bandit sadis beraksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Throwback Crime Story: Aksi Brutal Ramlan Cs Pencabut Nyawa di Pulomas

Throwback Crime Story: Aksi Brutal Ramlan Cs Pencabut Nyawa di Pulomas

Video | Selasa, 03 Januari 2023 | 14:00 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×