KNKT Investigasi KM Zahro Express Maut sampai Pabriknya

Siswanto | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Senin, 02 Januari 2017 | 16:03 WIB
KNKT Investigasi KM Zahro Express Maut sampai Pabriknya
Petugas gabungan saat mengevakuasi KM Zahro Express dan korban yang terbakar di dalamnya, di dermaga Muara Angke, Jakarta, Minggu (1/1/2017). [Antara/M Agung Rajasa]

Suara.com - Komisi Nasional Keselamatan Transportasi masih mendalami penyebab terbakarnya Kapal Motor Zahro Express di Kepulauan Seribu.

"Kami sedang mengumpulkan data faktual dari lapangan, termasuk wawancara dengan kru, penumpang sudah kemarin, wawancara dengan krunya," ujar Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono, Senin (2/1/2016).

Kapal Motor Zahro Express terbakar di Muara Angke pada Minggu (1/1/2017). Akibatnya 23 orang meninggal dunia, 17 orang luka-luka, 17 orang hilang. Sebanyak 194 penumpang selamat.

Tiga investigator KNKT yang dipimpin Aldrin Dalimunthe akan mengecek lokasi pembuatan Zahro Express. Tim ingin mempelajari apakah pembuatan kapal tersebut memenuhi standar atau tidak.

"Kita juga ingin melihat tempat pembuatan kapal, galangannya, ada gambar-gambar yang ada di sana yang terpasang. Soal alat keselamatannya apa saja, bagaimana dipasangnya, kita dalam tahap pengumpulan data di lapangan," kata dia.

Jumlah penumpang yang diangkut Zahro Express tidak melebihi kapasitas yang telah ditentukan. Kapal memiliki kapasitas 285 orang, sedangkan ketika kecelakaan terjadi, jumlah penumpang tercatat 238 orang.

Namun, sebelumnya beredar kabar jumlah pelampung yang tersedia di kapal hanya 100 buah.

Menanggapi kabar tersebut, Soerjanto mengatakan menurut informasi yang dia terima dari syahbandar menyebutkan jumlah pelampung sudah sesuai kapasitas kapal.

"Kalau pelampungnya menurut informasi dari syahbandar, kita juga melihat kapal yang di Muara Angke, pelampung pada umumnya mereka sesuai dengan kapasitas. Tapi mungkin karena kemarin terjadi kepanikan dan pelampung itu kan disimpan di beberapa tempat, karena apinya cepat membesar sehingga para penumpang untuk menuju ke tempat pelampung mungkin nggak ada aksesnya tertutup oleh apinya atau gimana," kata Soerjanto.

Kapal wisata Zahro terbakar setelah 15 menit bertolak dari Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban Kapal Zahro Express yang terbakar di Kepulauan Seribu. Kebakaran tersebut diduga akibat kelalaian.

"Kami sampaikan permintaan maaf, karena kejadian itu ada satu kelalaian," kata Budi Karya ketika mengunjungi korban di Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (2/1/2016). Budi Karya didampingi pelaksana tugas Gubernur Jakarta Sumarsono‎.

Budi Karya berharap keluarga penumpang yang ditinggalkan tabah.

"Kami sekali lagi menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga keluarga yang ditinggal tabah," ujar dia.

Budi Karya memastikan Jasa Raharja akan memberikan uang santunan kepada keluarga korban.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto

Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 22:52 WIB

Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes

Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 22:21 WIB

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:45 WIB

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:31 WIB

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:26 WIB

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:20 WIB

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16 WIB

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:13 WIB

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

33 Tahun Kasus Marsinah Stagnan, Aktivis: Keadilan Tidak Bisa Digantikan Seremoni Gelar Pahlawan!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB

Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!

Daftar Harga Kambing Kurban 2026 Terbaru Mulai Rp1 Jutaan, Cek Rekomendasinya di Sini!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:42 WIB