Array

Kominfo Dorong Komunitas Beri Pendidikan 'Anti Hoax'

Jum'at, 13 Januari 2017 | 14:15 WIB
Kominfo Dorong Komunitas Beri Pendidikan 'Anti Hoax'
Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Rudiantara. [Gerakan Nasional 1000 Startup Digital]

Suara.com - Pemerintah fokus menggunakan sosialisasi literasi dan konsultasi publik untuk menangani penyebaran hoax di media sosial. Literasi ini dilakukan untuk masyarakat dengan melibatkan nitezen di semua lapisan dan komunitas.

"Literasi itu yang paling baik melibatkan masyarakat semua netizen dan komunitas apapun. Sebab itu menjadi (penanganan) pertama kalau ada apa-apa di dunia maya dari sisi konten, misalnya kalau ada hoax harus napis, itu lebih cepat karena pemerintah tidak akan bisa melihat semua di dunia maya. Pemerintah kan tidak masuk ke dunia privat, publik iya," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (13/1/2017).

Dia menjelaskan, program literasi dan edukasi kepada masyarakat lebih utama ketimbang pembatasan akses publik di dunia maya. Hal ini telah diatur dalam undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) yang baru direvisi.

"Di undang-undang revisi yang baru juga ada, artinya substansinya pada literasi, edukasi dan pembatasan akses atau pemutusan akses. Karena kalau fokus pada pembatasan akses, kita akan seperti menyembuhkan orang sakit, kasih obat. Lebih baik kita membuat orang sehat, diberi asupan 4 sehat 5 sempurna, itu literasi dan edukasi," ujar dia.

Dia menambahkan, program literasi dan edukasi masyarakat melalui berbagai komunitas tidak dibatasi waktu. Pemerintah akan turun langsung ke masyarakat untuk menyosialisasikan hal tersebut.

"Nanti hari Minggu saya ke Lombok mengajak masyarakat di sana, komunitas disana, sekalian sosialisasi revisi undang-undang (ITE). Jadi membuat masyarakat lebih bisa memanfaatkan media sosial untuk hal positif. Misalnya ibu-ibu, dari pada istilahnya bergunjing, gosip ria, kan di Islam yang pertama harus pastikan informasi itu benar, kalau tidak benar jadinya fitnah. Fitnah itu berdosa. Sedangkan kalau benar dikirim tidak ada manfaatnya bergunjing gibah, tidak mendapat pahala walaupun tidak berdosa," terang dia.

"Dari pada itu yang bisa bikin kue pakai media sosial seperti facebook, saya bisa bikin kue ini siapa mau beli, saya bisa jahit siapa mau pesan. Caranya bagaimana memanfaatkan konten lebih baik," lanjut dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI