Kapolri Utus Jenderal Bintang Tiga Urus Kasus FPI di Bandung

Pebriansyah Ariefana, Agung Sandy Lesmana

Rabu, 18 Januari 2017 | 13:08 WIB
Kapolri Utus Jenderal Bintang Tiga Urus Kasus FPI di Bandung
Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin saat menjadi pembicara di Gedung PTIK, Jakarta, Selasa (17/1). Kapolri Jenderal Tito Karnavian [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengaku telah mengutus Inspektur Pengawas Umum Polri, Komisaris Jenderal Dwi Priyatno agar menerjunkan tim untuk menyelidiki insiden kericuhan antara FPI dan anggota Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia.

Insiden tersebut terjadi usai pimpinan FPI Rizieq Shihab diperiksa terkait kasus dugaan dugaan penghinaan terhadap Pancasila dan Bung Karno di Polda Jawa Barat, Kota Bandung, Kamis (12/1/2017) lalu.

"Saya sudah meminta irwasum untuk menurunkan tim disana dan melihat permasalahan secara objektif masalahnya tapi jangan dulu memberikan judgement siapa salah dan benar. Yang jelas kita tidak inginkan peristiwa kekerasan terjadi," kata Tito di Polda Metro Jaya, Rabu (18/1/2017).

Tito juga menyindir Rizieq ketika diperiksa yang telah memobilisasi massa ke Polda Jabar. Sebab, dia menilai adanya pengendalian massa tersebut bisa mengganggu proses penyelidikan kasus yang tengah ditangani polisi.

"Dan sebetulnya saya berharap kalau ada pemanggilan tolong lah jangan ada mobilisasi massa. Karena kalau ada mobilisasi massa akan terbentuk psikologi massa. Psikologi massa berbeda dengan psikologi individu. Kalau psikologi individu bersifat rasional dan logis. Tapi kalau psikologi massa itu kadang kadang irasional. Kita susah mengendalikan massa," kata Tito.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu juga menilai adanya pengerahan massa bisa menyulut massa yang kontra untuk bergerak. Maka, dia menyarankan para pihak yang diperiksa terkait kasus yang dilaporkan anak kandung mantan Presiden Soekarno, Sukmawati Soekarnoputeri di Polda Jabar tak mengerahkan massa.

"Kalau ada pengerahan massa akan menimbulkan pengerahan massa yang lain karena isu isu biasa ada yang pro dan kontra. Apalagi ini isunya pancasila sensitif karena ideologi negera. Pasti ada pro dan kontra. Oleh karena itu untuk menghindari itu jangan dipancing pengerahan massa. Bisa timbul pengerahan massa yang lain. Kalau sudah ada massa dan massa muncul pengendalian akan sulit," kata Tito.

Sebelumnya, Rizieq menceritakan kronologis terjadinya bentrokan antara massa FPI dam GMBI ketika dirinya diperiksa di Polda Jabar. Rizieq menceritakan peristiwa tersebut usai bertemu anggota Komisi III DPR RI, Selasa (17/1/2017) kemarin.

Dia mengaku polisi melarang laskas FPI masuk ke Polda Jabar. Namun, kata dia, massa GMBI dibebaskan berkeliaran di kantor polisi tersebut. Dia juga mengataka anggota GMBI ada yang membawa bambu, balok, dan senjata tajam. "Kami punya rekamannya," kata Rizieq.

baca juga

Rizieq juga menyebut sikap Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Anton Charliyan terhadap laskar berbeda dengan anggota GMBI. Rizieq tidak mengerti dengan pernyataan Kapolda yang tidak tahu kehadiran GMBI dan barang yang mereka bawa.

"Padahal, Kapolda Jawa Barat adalah pembina ormas tersebut. Ketua pembina itu bisa saja menggerakkan dan membubarkan, tapi itu tidak dilakukan Kapolda Jabar," ujarnya.

Rizieq menuding anggota GMBI memprovokasi laskar di sekitar Polda Jawa Barat, tetapi tidak diladeni.

"Sebab, mereka datang bukan untuk menyerang Polda, tapi untuk menunjukkan solidaritas dan mengetahui perkembangan pemeriksaan saya," tambah dia.

Setelah hari itu Rizieq selesai menjalan pemeriksaan sebagai saksi terlapor, dia dan laskar meninggalkan Polda Jawa Barat. Rizieq mengatakan setelah itu, ternyata anggota GMBI sweeping terhadap laskar FPI yang belum pulang. Puncaknya, saat Rizieq mampir ke rumah makan Ampera.

"Setelah kami makan selesai, maka kami beranjak meninggalkan rumah makan, ternyata mereka men-sweeping. Ternyata, setelah satu dua menit kami meninggalkan lokasi, ada laskar yang dikeroyok. Tangannya patah dan kemarin baru dioperasi," kata dia.

Tak sampai di situ, kata Rizieq. Ketika mobil yang mengangkut rombongannya masuk jalan tol untuk menuju ke Jakarta, Rizieq menerima banyak laporan terjadi sweeping dan penganiayaan terhadap laskar.

"Dan saat itu kami minta FPI Bandung segera kembali untuk menyelamatkan saudara-saudara yang terluka untuk dibawa ke RS Islam," katanya.

"Dan kami tekankan, sweeping ini adalah fakta, penganiayaan ini fakta dan terjadi di depan polisi. Tanpa tidak ada yang diperiksa dan ditahan," Rizieq menambahkan. Rizieq berharap Komisi III menindaklanjutinya terkait peristiwa pertikaian massa FPI dan GMBI yang diduga dibiarkan oleh Kapolda Irjen Anton Charliyan

"Karena itu kami mengadukanya ke Komisi III sebagai mitra dari kepolisian," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kapolri Utus Irwasum Usut Insiden Bentrokan FPI dan GMBI

Kapolri Utus Irwasum Usut Insiden Bentrokan FPI dan GMBI

News | Rabu, 18 Januari 2017 | 13:06 WIB

Wiranto Tegaskan Indonesia Bukan Negara Ormas

Wiranto Tegaskan Indonesia Bukan Negara Ormas

News | Selasa, 17 Januari 2017 | 21:40 WIB

Rizieq Adukan Iriawan ke DPR, Polda: Biarin, Kasus Tetap Lanjut

Rizieq Adukan Iriawan ke DPR, Polda: Biarin, Kasus Tetap Lanjut

News | Selasa, 17 Januari 2017 | 19:46 WIB

Detik-detik Rizieq Diperiksa, Saksi Ahli Dipanggil Satu Per Satu

Detik-detik Rizieq Diperiksa, Saksi Ahli Dipanggil Satu Per Satu

News | Selasa, 17 Januari 2017 | 19:10 WIB

Surya Paloh Galau, Aksi Pemaksaan di Jalanan Jadi Tren

Surya Paloh Galau, Aksi Pemaksaan di Jalanan Jadi Tren

News | Selasa, 17 Januari 2017 | 19:00 WIB

Rizieq Diperiksa Senin Depan, Kapolda Tak Takut Laskar FPI Turun

Rizieq Diperiksa Senin Depan, Kapolda Tak Takut Laskar FPI Turun

News | Selasa, 17 Januari 2017 | 19:15 WIB

Rizieq Desak Kapolda Metro Dicopot, Iriawan: Siapa Dia? Enak Saja

Rizieq Desak Kapolda Metro Dicopot, Iriawan: Siapa Dia? Enak Saja

News | Selasa, 17 Januari 2017 | 19:30 WIB

Disebut Otak Hansip, Kapolda Metro ke Rizieq: Mulutmu Harimaumu

Disebut Otak Hansip, Kapolda Metro ke Rizieq: Mulutmu Harimaumu

News | Selasa, 17 Januari 2017 | 19:20 WIB

Twitter FPI Diblokir, Rizieq: Ini Pengebirian Kebebasan Pers

Twitter FPI Diblokir, Rizieq: Ini Pengebirian Kebebasan Pers

News | Selasa, 17 Januari 2017 | 17:01 WIB

Habib Rizieq Merasa Ada Gerakan Siluman Serang FPI

Habib Rizieq Merasa Ada Gerakan Siluman Serang FPI

News | Selasa, 17 Januari 2017 | 16:51 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×