Ini Kekurangan Ahok Menurut PDIP

Madinah, Ummi Hadyah Saleh

Kamis, 19 Januari 2017 | 22:16 WIB
Ini Kekurangan Ahok Menurut PDIP
Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. [Suara.com/Dwi Bowo Raharjo]

Suara.com - Tim pemenangan pasangan nomor urut dua calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyambut baik hasil survei Poltracking Indonesia dalam hal performa calon gubernur dalam debat pada 13 Januari 2017 yang diadakan Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta.

Hasil survei tersebut, Ahok mendapatkan peringkat pertama di bidang penguasaan masalah sebesar 41.13 persen dibanding Anies Baswedan yang mendapat 19.50 persen dan Agus Harimurti Yudhoyono yang mendapat 16.75 persen.

Dari segi cara berkomunikasi, Anies mendapatkan perolehan tertinggi sebesar 31.88 persen dibanding Ahok 23.88 persen dan Agus mendapatkan 23.75 persen.

"Disitu kelihatan komunikasi pasangan nomor tiga menang santun kita hormati. Tapi, dalam soal menguasai masalah dan program nomor dua unggul sekali penguasaan masalah 41 persen nomor dua. Digabung saja berdua (Agus dan Anies) masih kalah, kalau bicara penguasaan masalah, "ujar Maruarar di Hotel Oria, Jakarta Pusat, Kamis (19/1/2017).

Menurut Maruarar, terkait program kerja Ahok unggul sebesar 34.13 persen dan Agus mendapatkan 20.38 persen serta Anies 22.13 persen. Apalagi, kata dia, Ahok dan Djarot  memiliki latar belakang yang telah teruji dan berpengalaman.

"Kalau bicara penguasaan masalah, program kerja 34 persen tinggi sekali. Rakyatnya nggak sabar menunggu yang ngerti masalah, bagaimana ngatasin macet, ngatasin banjir, kemiskinan. Djarot track record ya jelas, di Blitar, pernah jadi anggota DPR. Ahok jelas dari Belitung timur, anggota DPR jelas," kata politisi PDI Perjuangan.

Jakarta, menurut dia, seharusnya dipimpin oleh pemimpin yang memiliki latar belakang jelas dan berpengalaman dalam hal mengatasi berbagai masalah.

"Kita ini bangsa besar, Jakarta tidak layak dipertaruhkan untuk orang yang tidak punya track record jelas. Tiba-tiba bisa nguasain masalah tidak bisa, " katanya.

Untuk itu, dia berharap masyarakat menjadi pemilih yang rasional yang melihat sosok Cagub-cawagub DKI Jakarta berdasarkan pengalaman memimpin dan prestasi yang diraih selama memimpin.

baca juga

"Kalau saya lebih senang memilih karena rasional, memilih karena ukuran-ukuran kinerja prestasi. Ahok ada salahnya? ada, kita orang Indonesia orang timur itu kekurangan Ahok ya kekurangannya itu. Tapi mau berubah nggak? Mau merubah dan dia mau minta maaf. Dari awal saya dukung Ahok tapi saya juga keras kritik Ahok," kata dia.

Lebih lanjut, dia menyadari bahwa ada hal yang harus diperbaiki seperti cara berkomunikasi Ahok dan masyarakat juga telah melihat adanya perubahan dari sikap atau cara berkomunikasi yang ditunjukkan Ahok selama ini.

"Tentu ada yang harus  diperbaiki dari Ahok-Djarot, khususnya Ahok yaitu cara berkomunikasi, lebih santun lebih sabar, itu harus  diakui dan Ahok sudah akui itu secara ksatria, dia minta maaf, dia memperbaiki.  Itu nampak dari hasil survei tadi bahwa rakyat Jakarta melihat Ahok berubah, dia memperbaiki diri lebih santun lebih sabar dalam berkomunikasi. Tentu tidak ada yang sempurna dalam memimpin itu," paparnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Soal Dugaan Korupsi Hibah Bansos Sylviana, Ini Respon Ahok

Soal Dugaan Korupsi Hibah Bansos Sylviana, Ini Respon Ahok

News | Kamis, 19 Januari 2017 | 18:13 WIB

Kapolri: Belakangan, Fatwa MUI Ganggu Ketertiban dan Keamanan

Kapolri: Belakangan, Fatwa MUI Ganggu Ketertiban dan Keamanan

News | Selasa, 17 Januari 2017 | 11:38 WIB

Pendemo Sidang Ahok Menurun, Polisi Tetap Siapkan Ribuan Personel

Pendemo Sidang Ahok Menurun, Polisi Tetap Siapkan Ribuan Personel

News | Selasa, 17 Januari 2017 | 09:09 WIB

Kapasitas Terbatas, PN Jakut Sediakan Speaker Bagi Awak Media

Kapasitas Terbatas, PN Jakut Sediakan Speaker Bagi Awak Media

News | Selasa, 17 Januari 2017 | 08:52 WIB

Terkini

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:26 WIB

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Bola | Senin, 02 November 2026 | 22:15 WIB

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:06 WIB

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

News | Senin, 02 November 2026 | 21:51 WIB

×