LBH APIK: Pengaduan Kasus Kekerasan Pada Perempuan di 2016 Naik

Adhitya Himawan

Senin, 23 Januari 2017 | 07:24 WIB
LBH APIK: Pengaduan Kasus Kekerasan Pada Perempuan di 2016 Naik
Konferensi pers LBH APIK. [Dok LBH APIK]

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) APIK Jakarta mencatat, sepanjang 2016  terdapat peningkatan  pengaduan  masyarakat dari dua tahun sebelumnya. Pada 2014 sebanyak 709  kasus, tahun 2015 sebanyak 573 kasus, serta tahun  2016 sebanyak 854 kasus.  Peningkatan pengaduan selama kurun waktu dua tahun ini  dapat dimaknai sebagai semakin meningkatnya kesadaran hukum masyarakat untuk melaporkan kekerasan terhadap perempuan.

“Meningkatnya pengaduan masyarakat tersebut, LBH APIK meresponnya dengan upaya memastikan proses hukum sehingga dapat memenuhi keadilan bagi perempuan korban,” kata staf Divisi Perubahan Hukum LBH APIK Jakarta, Ahmad Luthfi Firdaus di Jakarta, Minggu (22/1/2017).

Ahmad Luthfi mencatat ada beberapa jenis kasus yang masuk ke LBH APIK  Jakarta, yaitu Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT)  304 kasus (35,60 persen), kekerasan dalam pacaran (KDP) 23 kasus (2,69 persen), kekerasan seksual seperti perkosaan, pelecehan seksual 28 kasus (3,28 persen), pidana umum meliputi pencurian, penggelapan, penganiayaan, pembunuhan, dan pencemaran nama baik 33 kasus (3,86 persen), perdata keluarga meliputi waris, Hak Asuh Anak, Nafkah Anak pasca putus Cerai, Idah dan Mutah, serta harta bersama 98 kasus (11,04 persen), pemutusan hubungan kerja (PHK) 6 kasus (0,70 persen), perdata umum meliputi wanprestasi, PMH, Hutang Piutang 25 kasus (2,93 persen), pelanggaran hak dasar 309 kasus (36,18 persen), lain-lain, maksudnya di luar klasifikasi kasus LBH APIK 24 kasus, dan trafficking 4 kasus (0,47 persen).

Dikatakan Luthfi, meskipun telah terjadi peningkatan kesadaran akan bahaya kekerasan terhadap perempuan, namun pada prakteknya,  para perempuan korban kekerasan terutama kekerasan seksual masih menemui berbagai kendala dalam pemenuhan hak korban, mulai dari tingkat penyidikan sampai proses pemeriksaan di Pengadilan.

“Kondisi ini mengakibatkan korban enggan memproses kasusnya  karena  korban  sudah patah arang dan putus asa serta tidak percaya  dengan proses hukum,” ujar Luthfi.

Lebih lanjut dikatakan dia, dari aspek penegakan hukum, seringkali  aparat penegak hukum tidak melakukan penahanan kepada pelaku kejahatan seksual  sehingga  kasus tersebut  tidak dapat diproses di  Pengadilan  karena pelaku telah melarikan diri, apabila di proses pun  membutuhkan waktu yang lama. Keadaan ini, sambung dia, memberikan tekanan yang sangat besar kepada korban khususnya korban anak karena  upaya pemulihan trauma  tidak bisa dilakukan dengan maksimal. 

“Dalam konteks inilah LBH APIK Jakarta menuntut Pemerintah, DPR, dan aparat penegak hukum mewujudkan sistem peradilan yang sensitive gender,” tukas dia. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rentan Kekerasan Perempuan, Pemerintah Diminta Buat Regulasi

Rentan Kekerasan Perempuan, Pemerintah Diminta Buat Regulasi

News | Senin, 28 November 2016 | 07:13 WIB

Jatim Berstatus Darurat Kekerasan Anak?

Jatim Berstatus Darurat Kekerasan Anak?

News | Minggu, 20 November 2016 | 10:43 WIB

Dituduh Bunuh Suami, Perempuan Ini Dikeroyok 25 Lelaki

Dituduh Bunuh Suami, Perempuan Ini Dikeroyok 25 Lelaki

News | Kamis, 03 November 2016 | 12:48 WIB

Heboh, RUU Pakistan Ini Izinkan Suami Pukul Istri "dengan Pelan"

Heboh, RUU Pakistan Ini Izinkan Suami Pukul Istri "dengan Pelan"

News | Minggu, 29 Mei 2016 | 15:30 WIB

Presiden Bahas Hukuman Kejahatan Seksual

Presiden Bahas Hukuman Kejahatan Seksual

Foto | Rabu, 11 Mei 2016 | 22:04 WIB

Stop Kekerasan Seks terhadap Perempuan

Stop Kekerasan Seks terhadap Perempuan

Foto | Rabu, 11 Mei 2016 | 20:27 WIB

Mensos: Praktik Nikah Siri Rentan Tindak Kekerasan

Mensos: Praktik Nikah Siri Rentan Tindak Kekerasan

News | Sabtu, 05 Desember 2015 | 06:47 WIB

Noriyu dan Suami Sepakat Tunda Laporan Dugaan Kasus KDRT

Noriyu dan Suami Sepakat Tunda Laporan Dugaan Kasus KDRT

News | Kamis, 03 Desember 2015 | 19:26 WIB

Datangi Polda Metro, Suami Lapor Balik Kakak Kandung Noriyu

Datangi Polda Metro, Suami Lapor Balik Kakak Kandung Noriyu

News | Rabu, 02 Desember 2015 | 16:54 WIB

Kekerasan pada Perempuan Masih Tinggi, Menteri Yohana Miris

Kekerasan pada Perempuan Masih Tinggi, Menteri Yohana Miris

News | Senin, 30 November 2015 | 01:17 WIB

Terkini

Mengenal Makna Spiritual Angka Jawa, Pengingat Bijak Bahwa Hidup Ada Batasnya

Mengenal Makna Spiritual Angka Jawa, Pengingat Bijak Bahwa Hidup Ada Batasnya

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 10:43 WIB

KPAI Soroti MBG Balita: Makanan Tersalurkan Belum Tentu Masuk ke Tubuh Anak

KPAI Soroti MBG Balita: Makanan Tersalurkan Belum Tentu Masuk ke Tubuh Anak

News | Minggu, 27 September 2026 | 10:41 WIB

PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas

PHRI Kritik Gubernur Rudy Mas'ud yang Utamakan Hotel BUMD untuk Kegiatan Dinas

Kaltim | Minggu, 27 September 2026 | 10:39 WIB

Dari Ruang Operasi ke Kamar Tidur, Empat Dokter Australia Kembangkan Kasur Berbasis Riset

Dari Ruang Operasi ke Kamar Tidur, Empat Dokter Australia Kembangkan Kasur Berbasis Riset

Health | Minggu, 27 September 2026 | 10:39 WIB

Semeru Erupsi 4 Kali pada Minggu Pagi, Warga Diminta Jauhi Sejumlah Zona Rawan

Semeru Erupsi 4 Kali pada Minggu Pagi, Warga Diminta Jauhi Sejumlah Zona Rawan

News | Minggu, 27 September 2026 | 10:32 WIB

Vasektomi Bukan Pengorbanan Pria, tapi Bentuk Berbagi Tanggung Jawab

Vasektomi Bukan Pengorbanan Pria, tapi Bentuk Berbagi Tanggung Jawab

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 10:30 WIB

71.744 Sekolah Ditargetkan Direvitalisasi pada 2027, Wilayah 3T Jadi Prioritas

71.744 Sekolah Ditargetkan Direvitalisasi pada 2027, Wilayah 3T Jadi Prioritas

News | Minggu, 27 September 2026 | 10:27 WIB

Kualitas Udara Pekanbaru Membaik, Sejumlah Taman Kota Kembali Dibuka

Kualitas Udara Pekanbaru Membaik, Sejumlah Taman Kota Kembali Dibuka

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 10:22 WIB

IHSG Anjlok Parah! Asing Bawa Kabur Rp559,16 Miliar dalam Sepekan

IHSG Anjlok Parah! Asing Bawa Kabur Rp559,16 Miliar dalam Sepekan

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 10:14 WIB

Resmi Dilantik, GEKRAFS Kota Cirebon Siapkan Etalase Digital dan Program Kreator Lokal

Resmi Dilantik, GEKRAFS Kota Cirebon Siapkan Etalase Digital dan Program Kreator Lokal

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 10:11 WIB

×